Semoga Pengganti Saya Bisa Jadi Inspirasi Wanita Indonesia
Rabu, 24 Februari 2016 - 16:30 WIB
Semoga Pengganti Saya Bisa Jadi Inspirasi Wanita Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Satu tahun sudah Maria Harfanti menjabat sebagai Miss Indonesia 2015. Dalam hitungan jam, Maria akan menyerahkan mahkotanya kepada pemenang Miss Indonesia 2016.
Selama satu tahun menyandang gelar Miss Indonesia, banyak hal yang telah didapatkan Maria. Dia bahkan mengukir prestasi menjadi second runner up di ajang Miss World 2015.
Dalam rangka media visit terakhirnya sebagai Miss Indonesia belum lama ini, Maria sempat berbagi cerita mengenai pengalamannya selama satu tahun ini hingga rencananya ke depan setelah mencopot mahkota. Berikut kutipan wawancara Maria dengan Sindonews.
Bagaimana perasaan Maria selama 1 tahun ini menjadi Miss Indonesia?
Perasaannya pasti bittersweet ya, karena selama satu tahun ini sudah belajar banyak banget hal dan juga dapat pengalaman-pengalaman yang berharga dan kayaknya tuh nggak kerasa gitu udah setahun aja, dan sebentar lagi penerus saya akan dipilih. Jadi ya saya harapannya ke depan semoga dia bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasi yang sudah saya capai di Miss World kemarin dan semoga dia juga bisa menginspirasi dengan caranya sendiri bagi masyarakat Indonesia khususnya wanita Indonesia.
Aktivitas apa aja sih yang paling spesial dari awal jadi Miss Indonesia sampai sekarang?
Aktivitasnya banyak banget, aktivitas sosial sih lebih banyak ya. Karena saya memang punya passion di bidang itu. Ketika kuliah di bidang edukasi, saya juga ngajar sebagai asisten dosen, terus pernah juga dikirim ke pedalaman China untuk mengajar, dan ketika di Miss Indonesia mendapatkan tugas untuk melakukan projek sosial di Kamancing, Banten itu merupakan passion saya yang tersalurkan. Karena selain kita membangun fasilitas sanitasi air bersih, kita juga memberikan penyuluhan hidup sehat, dimana itu merupakan edukasi yang menjadi passion saya dari dulu. Itu sih yang paling berkesan. Dan juga kita juga ada program-program budaya, saya beberapa kali dikirim ke daerah untuk menghadiri acara duta pariwisata dan banyak cerita-cerita menarik dimana saya mengenal budayanya lebih dalam, saya mengunjungi objek wisatanya.
Lalu selama ikut Miss World, apa saja sih yang paling banyak diceritakan kepada kontestan lain di sana?
Kalau di Miss World sih lebih banyak cerita tentang negara ya, lebih banyak cerita tentang Indonesia. Karena saya membawa nama Indonesia. Saya cerita tentang bagaimana kita di Indonesia setiap Miss Indonesia harus melakukan tanggung jawabnya untuk berkontribusi terhadap masyarakat, melakukan projek sosial, berpartisipasi dalam bidang budaya, memberikan inspirasi bagi masyarakat, dan saya pun selalu cerita ke kontestan kalau kita tuh Indonesia banyak banget culture-nya, banyak banget objek wisatanya, jadi bener-bener menonjolkan kalau Indonesia ini unik, dan punya diverse cultures.
Untuk menginspirasi calon Miss Indonesia 2016 nanti, sebenarnya apa sih kunci keberhasilan Maria?
Kunci keberhasilan saya tuh bisa dirangkum dalam tiga kata: passion, compassion, persistence. Jadi dalam menjalani tugas-tugas saya sebagai Miss Indonesia, saya harus memiliki passion. It’s like the driving force within me yang selalu memberi saya semangat setiap hari untuk melakukan yang terbaik. Compassion juga sangat dibutuhkan terutama ketika saya melakukan kegiatan sosial, dimana itu compassion adalah hal yang mendorong saya untuk berbuat lebih banyak lagi ke masyarakat dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan apa-apa. Dan yang satu lagi, persistence. Saya harus tekun dalam menjalani segala sesuatu, menyelesaikan apapun yang telah saya mulai. Itu adalah kunci sukses saya.
Saat ini kan ke-34 finalis Miss Indonesia sedang masa karantina. Hal menarik apa sih yang kamu lihat dari kontestan tahun ini?
Tahun ini cantik-cantik yang pasti kontestannya, tinggi badannya juga lebih merata daripada tahun lalu. Saya lihat mereka juga sangat bangga dengan provinsi yang mereka wakili masing-masing, mereka juga knowledge-nya bagus, karena kemarin sempat memperkenalkan wilayahnya masing-masing juga. Saya sempat kenalan dan sharing knowledge sama mereka semua. Jadi, ya saya bangga sih dengan para finalis Miss Indonesia tahun ini karena mereka benar-benar istilahnya niat dalam membawa provinsi masing-masing.
Adakah yang dipersiapkan Maria untuk malam final nanti?
Di malam final saya akan membawakan final speech saya sebagai Miss Indonesia 2015 dan Second Runner Up Miss World, dan saya juga akan memberikan performance terakhir saya sebagai Miss Indonesia 2015, saya akan memainkan piano pada malam itu.
Bagaimana perasaannya?
Pastinya ada rasa sedihnya, bittersweet gitu. Karena saya inget banget pada waktu setahun yang lalu saya berada diatas panggung Miss Indonesia saya juga memainkan sebuah lagu, saya jadi salah satu kontestan yang dipilih untuk perform di malam final. Dan sekarang, ketika saya akan melepaskan jabatan, sudah menjadi Miss Indonesia dan juga sudah menjadi Second Runner Up Miss World saya akan bermain (piano) lagi, dan itu pasti akan memberikan kenangan yang tidak akan saya lupakan.
Lalu apa rencananya Maria setelah lepas mahkota?
Pengen sih married, tapi nggak tahun ini. Yang pengen banget, melanjutkan S2 saya yang sempat tertunda kemarin di MM FEUI dan juga saya pengen terus berpartisipasi di dalam kegiatan sosial. Kemarin sempet ngobrol dengan relawan yang membantu saya di projek sosial di Kamancing kemarin, mereka bilang, ‘Iya jika nanti Maria ada waktu dan memak cocok projeknya dengan schedule-nya, ayo gabung’. Saya pengen banget untuk terus ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Lalu juga pastinya dunia entertainment nggak serta merta ditinggalkan ya, saya pasti akan tetap ada dalam dunia entertainment. Mungkin ketika nanti kuliah, ambil kuliah malam, saya bisa sambil presenting juga. Dan sampai saat ini sih, Puji Tuhan, banyak tawaran untuk jadi brand ambassador, banyak juga diundang di berbagai universitas untuk memberikan materi seminar. Seperti itu.
Ada pesan khusus dari Maria untuk pemenang?
Ya pesan saya untuk Miss Indonesia 2016 adalah jadilah orang yang bertanggung jawab atas gelarmu, berikanlah yang terbaik untuk Indonesia. Jangan lupa untuk terus berjuang, berdoa, dan jadilah orang yang pantang menyerah, karena menjalani tugas sebagai Miss Indonesia khususnya dalam membawa nama Indonesia itu tidak mudah. But, I believe you can do it. Just be real to yourself and your surroundings, and be the best.
Setelah satu tahun menjabat menjadi Miss Indonesia 2015 dan sebentar lagi akan melepaskan mahkota, kepada siapa saja sih Maria ingin menyampaikan terima kasih?
Yang pertama itu kepada orang tua saya, kepada ibu saya ya karena dialah yang mencetuskan ide untuk saya mengikuti dunia pageant. Mama juga selalu ada kapanpun dan dimanapun saya butuhkan, ketika di Miss World pun, di karantina, saya selalu mengabari beliau dan ketika ada masalah, saya selalu cerita dan beliau selalu memberikan saran yang menenangkan hati saya. Dan tentunya selain mama, ayah saya juga, karena dia selalu menekankan saya harus aim high keep humble agar saya dapat bercita-cita tinggi namun saya tetap ingat semua orang yang mendukung saya dan istilahnya tidak lupa diri. Selain itu tentunya Star Media Nusantara yang telah memberikan saya banyak sekali pelatihan berharga agar saya menjadi siap ke ajang Miss World. Dan saya juga berterima kasih kepada ibu Liliana Tanoesoedibjo yang telah mempercayakan amanatnya kepada saya untuk menjadi Miss Indonesia 2015, saya juga berterima kasih kepada tim RCTI yang telah membantu saya di projek sosial di Kamancing, Pandeglang, Banten, dan tentunya untuk seluruh media MNC Group yang selalu memberikan exposure yang luar biasa kepada saya. Saya mengucapkan banyak sekali terima kasih karena without you all, how would people know me? Thank you so much.
Selama satu tahun menyandang gelar Miss Indonesia, banyak hal yang telah didapatkan Maria. Dia bahkan mengukir prestasi menjadi second runner up di ajang Miss World 2015.
Dalam rangka media visit terakhirnya sebagai Miss Indonesia belum lama ini, Maria sempat berbagi cerita mengenai pengalamannya selama satu tahun ini hingga rencananya ke depan setelah mencopot mahkota. Berikut kutipan wawancara Maria dengan Sindonews.
Bagaimana perasaan Maria selama 1 tahun ini menjadi Miss Indonesia?
Perasaannya pasti bittersweet ya, karena selama satu tahun ini sudah belajar banyak banget hal dan juga dapat pengalaman-pengalaman yang berharga dan kayaknya tuh nggak kerasa gitu udah setahun aja, dan sebentar lagi penerus saya akan dipilih. Jadi ya saya harapannya ke depan semoga dia bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan prestasi yang sudah saya capai di Miss World kemarin dan semoga dia juga bisa menginspirasi dengan caranya sendiri bagi masyarakat Indonesia khususnya wanita Indonesia.
Aktivitas apa aja sih yang paling spesial dari awal jadi Miss Indonesia sampai sekarang?
Aktivitasnya banyak banget, aktivitas sosial sih lebih banyak ya. Karena saya memang punya passion di bidang itu. Ketika kuliah di bidang edukasi, saya juga ngajar sebagai asisten dosen, terus pernah juga dikirim ke pedalaman China untuk mengajar, dan ketika di Miss Indonesia mendapatkan tugas untuk melakukan projek sosial di Kamancing, Banten itu merupakan passion saya yang tersalurkan. Karena selain kita membangun fasilitas sanitasi air bersih, kita juga memberikan penyuluhan hidup sehat, dimana itu merupakan edukasi yang menjadi passion saya dari dulu. Itu sih yang paling berkesan. Dan juga kita juga ada program-program budaya, saya beberapa kali dikirim ke daerah untuk menghadiri acara duta pariwisata dan banyak cerita-cerita menarik dimana saya mengenal budayanya lebih dalam, saya mengunjungi objek wisatanya.
Lalu selama ikut Miss World, apa saja sih yang paling banyak diceritakan kepada kontestan lain di sana?
Kalau di Miss World sih lebih banyak cerita tentang negara ya, lebih banyak cerita tentang Indonesia. Karena saya membawa nama Indonesia. Saya cerita tentang bagaimana kita di Indonesia setiap Miss Indonesia harus melakukan tanggung jawabnya untuk berkontribusi terhadap masyarakat, melakukan projek sosial, berpartisipasi dalam bidang budaya, memberikan inspirasi bagi masyarakat, dan saya pun selalu cerita ke kontestan kalau kita tuh Indonesia banyak banget culture-nya, banyak banget objek wisatanya, jadi bener-bener menonjolkan kalau Indonesia ini unik, dan punya diverse cultures.
Untuk menginspirasi calon Miss Indonesia 2016 nanti, sebenarnya apa sih kunci keberhasilan Maria?
Kunci keberhasilan saya tuh bisa dirangkum dalam tiga kata: passion, compassion, persistence. Jadi dalam menjalani tugas-tugas saya sebagai Miss Indonesia, saya harus memiliki passion. It’s like the driving force within me yang selalu memberi saya semangat setiap hari untuk melakukan yang terbaik. Compassion juga sangat dibutuhkan terutama ketika saya melakukan kegiatan sosial, dimana itu compassion adalah hal yang mendorong saya untuk berbuat lebih banyak lagi ke masyarakat dengan tulus tanpa mengharapkan imbalan apa-apa. Dan yang satu lagi, persistence. Saya harus tekun dalam menjalani segala sesuatu, menyelesaikan apapun yang telah saya mulai. Itu adalah kunci sukses saya.
Saat ini kan ke-34 finalis Miss Indonesia sedang masa karantina. Hal menarik apa sih yang kamu lihat dari kontestan tahun ini?
Tahun ini cantik-cantik yang pasti kontestannya, tinggi badannya juga lebih merata daripada tahun lalu. Saya lihat mereka juga sangat bangga dengan provinsi yang mereka wakili masing-masing, mereka juga knowledge-nya bagus, karena kemarin sempat memperkenalkan wilayahnya masing-masing juga. Saya sempat kenalan dan sharing knowledge sama mereka semua. Jadi, ya saya bangga sih dengan para finalis Miss Indonesia tahun ini karena mereka benar-benar istilahnya niat dalam membawa provinsi masing-masing.
Adakah yang dipersiapkan Maria untuk malam final nanti?
Di malam final saya akan membawakan final speech saya sebagai Miss Indonesia 2015 dan Second Runner Up Miss World, dan saya juga akan memberikan performance terakhir saya sebagai Miss Indonesia 2015, saya akan memainkan piano pada malam itu.
Bagaimana perasaannya?
Pastinya ada rasa sedihnya, bittersweet gitu. Karena saya inget banget pada waktu setahun yang lalu saya berada diatas panggung Miss Indonesia saya juga memainkan sebuah lagu, saya jadi salah satu kontestan yang dipilih untuk perform di malam final. Dan sekarang, ketika saya akan melepaskan jabatan, sudah menjadi Miss Indonesia dan juga sudah menjadi Second Runner Up Miss World saya akan bermain (piano) lagi, dan itu pasti akan memberikan kenangan yang tidak akan saya lupakan.
Lalu apa rencananya Maria setelah lepas mahkota?
Pengen sih married, tapi nggak tahun ini. Yang pengen banget, melanjutkan S2 saya yang sempat tertunda kemarin di MM FEUI dan juga saya pengen terus berpartisipasi di dalam kegiatan sosial. Kemarin sempet ngobrol dengan relawan yang membantu saya di projek sosial di Kamancing kemarin, mereka bilang, ‘Iya jika nanti Maria ada waktu dan memak cocok projeknya dengan schedule-nya, ayo gabung’. Saya pengen banget untuk terus ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial. Lalu juga pastinya dunia entertainment nggak serta merta ditinggalkan ya, saya pasti akan tetap ada dalam dunia entertainment. Mungkin ketika nanti kuliah, ambil kuliah malam, saya bisa sambil presenting juga. Dan sampai saat ini sih, Puji Tuhan, banyak tawaran untuk jadi brand ambassador, banyak juga diundang di berbagai universitas untuk memberikan materi seminar. Seperti itu.
Ada pesan khusus dari Maria untuk pemenang?
Ya pesan saya untuk Miss Indonesia 2016 adalah jadilah orang yang bertanggung jawab atas gelarmu, berikanlah yang terbaik untuk Indonesia. Jangan lupa untuk terus berjuang, berdoa, dan jadilah orang yang pantang menyerah, karena menjalani tugas sebagai Miss Indonesia khususnya dalam membawa nama Indonesia itu tidak mudah. But, I believe you can do it. Just be real to yourself and your surroundings, and be the best.
Setelah satu tahun menjabat menjadi Miss Indonesia 2015 dan sebentar lagi akan melepaskan mahkota, kepada siapa saja sih Maria ingin menyampaikan terima kasih?
Yang pertama itu kepada orang tua saya, kepada ibu saya ya karena dialah yang mencetuskan ide untuk saya mengikuti dunia pageant. Mama juga selalu ada kapanpun dan dimanapun saya butuhkan, ketika di Miss World pun, di karantina, saya selalu mengabari beliau dan ketika ada masalah, saya selalu cerita dan beliau selalu memberikan saran yang menenangkan hati saya. Dan tentunya selain mama, ayah saya juga, karena dia selalu menekankan saya harus aim high keep humble agar saya dapat bercita-cita tinggi namun saya tetap ingat semua orang yang mendukung saya dan istilahnya tidak lupa diri. Selain itu tentunya Star Media Nusantara yang telah memberikan saya banyak sekali pelatihan berharga agar saya menjadi siap ke ajang Miss World. Dan saya juga berterima kasih kepada ibu Liliana Tanoesoedibjo yang telah mempercayakan amanatnya kepada saya untuk menjadi Miss Indonesia 2015, saya juga berterima kasih kepada tim RCTI yang telah membantu saya di projek sosial di Kamancing, Pandeglang, Banten, dan tentunya untuk seluruh media MNC Group yang selalu memberikan exposure yang luar biasa kepada saya. Saya mengucapkan banyak sekali terima kasih karena without you all, how would people know me? Thank you so much.
(alv)