Pemberian ASI Eksklusif di Indonesia 5 Tahun Terakhir Terus Meningkat

Kamis, 22 Mei 2025 - 18:40 WIB
loading...
Pemberian ASI Eksklusif...
Pemerintah Indonesia patut diapresiasi atas keberhasilannya dalam meningkatkan angka pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama lima tahun terakhir. Foto/Freepik
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia patut diapresiasi atas keberhasilannya dalam meningkatkan angka pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama lima tahun terakhir. Upaya serius dalam menyusun dan menjalankan berbagai regulasi telah membuahkan hasil positif, yang tercermin dari lonjakan signifikan angka ASI eksklusif di tanah air. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) menyebut bahwa capaian ini menunjukkan komitmen nyata dalam melindungi hak ibu dan anak.

Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka pemberian ASI eksklusif meningkat tajam dari 32 persen pada tahun 2007 menjadi 68,6 persen pada tahun 2023. Bahkan, menurut Profil Kesehatan Ibu dan Anak 2024 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), capaian terbaru mencapai 74,73 persen.

“Perjalanan kebijakan praktik pemberian makan bayi dan anak di Indonesia telah menunjukkan kemajuan, namun kita masih menghadapi banyak tantangan. Kita harus memperkuat kebijakan yang mendukung pemberian ASI eksklusif,” kata pendiri AIMI, Mia Sutanto.

Mia yang juga menjabat Ketua Umum AIMI periode 2007–2018 menegaskan bahwa peningkatan tersebut merupakan hasil kerja bersama, namun masih terdapat faktor-faktor sosial ekonomi dan tingkat pendidikan ibu yang mempengaruhi keberhasilan ASI eksklusif. “Pemerintah telah melakukan banyak kemajuan, namun kita masih menghadapi tantangan signifikan,” ujarnya.

Salah satu kebijakan penting yang memperkuat perlindungan ibu menyusui adalah Peraturan Pemerintah (PP) No. 33 Tahun 2012 yang mewajibkan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tak Bisa DBF, Stefani...
Tak Bisa DBF, Stefani Gabriela Buktikan Keberhasilan Exclusive Pumping
Maksimalkan ASI Eksklusif...
Maksimalkan ASI Eksklusif dengan Herba Asimor di Masa 1.000 Hari Pertama
Dokter Gizi Sebut Larangan...
Dokter Gizi Sebut Larangan Promosi Susu Formula Bantu Tingkatkan Pemberian ASI Eksklusif
Tak Cuma Bikin Rileks,...
Tak Cuma Bikin Rileks, Prenatal Yoga Juga Bantu Persiapkan Kelancaran ASI
Cup Feeder Jadi Media...
Cup Feeder Jadi Media Pengganti Botol Dot untuk Bayi
Formula Inovatif ASI...
Formula Inovatif ASI Booster untuk Minimalkan Reaksi Alergi pada Bayi
Tisya Erni Dilaporkan...
Tisya Erni Dilaporkan ke Polisi, Dianggap Halangi Pemberian ASI Eksklusif
Anggota DPRD Rezki Dorong...
Anggota DPRD Rezki Dorong Pemberian ASI Eksklusif ke Anak
Rekomendasi
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Berita Terkini
Mulai Tahun Depan, Grammy...
Mulai Tahun Depan, Grammy Awards Tambah Kategori Musik Pop Asia
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 73, Penyergapan Pecah Menjadi Baku Tembak dan Pertarungan Sengit
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved