Dinilai Lecehkan Bendera, Madonna Terancam Kena Cekal di Filipina
Minggu, 28 Februari 2016 - 08:30 WIB
Dinilai Lecehkan Bendera, Madonna Terancam Kena Cekal di Filipina
A
A
A
MANILA - Madonna mungkin tak menyangka jika aksi panggungnya di Manila pada konser yang digelar pada 24 Februari lalu bakal berujung masalah. Gara-gara membungkus tubuhnya dengan bendera Filipina, pelantun Papa Don’t Preach ini terancam terkena larangan tampil di negara itu.
Seorang pejabat komisis sejarah Filipina, Teodoro Atienza, menyebut tindakan Madonna itu telah melecehkan bendera negara tersebut. Padahal, konser yang merupakan bagian dari rangkaian tur Rebel Heart itu mendulang sukses dan tiketnya pun laris manis di Manila.
“Dia melecehkan bendera kita,” ujar pejabat itu kepada stasiun radio dzBB, seperti dikutip Reuters.
Menurut Atienza, Madonna dan promotor konser itu bisa ditahan karena melanggar undang-undang meskipun mereka tidak mengetahuinya. Atienza adalah kepala bagian lambang negara Komisi Sejarah Nasional Filipina.
“Mereka menghadapi deportasi dan mungkin tidak bisa kembali ke negara ini. Madonna juga membiarkan bendera itu menyentuh lantai panggung, itu juga merupakan pelanggaran,” papar Atienza.
Belum ada komentar dari penyelenggara konser tersebut atas masalah ini. Konser ini digelar di tempat yang sama dimana Paus Fransiskus bertemu keluarga Filipina tahun lalu.
Hari ini (Minggu, 28/2/2016), Madonna dijadwalkan tampil di Singapura. Sebelumnya, seorang uskup di Filipina meminta orang-orang yang taat beragama agar memboikot Madonna atas penampilannya yang menggoda dan busananya yang vulgar.
Ini bukan kali pertama Madonna mendapat masalah karena memakai bendera. Awal bulan ini, dia membungkus dirinya dengan bendera Taiwan saat tampil di wilayah itu. Aksinya ini membuat marah China yang menganggap Taiwan sebagai provinsinya.
Seorang pejabat komisis sejarah Filipina, Teodoro Atienza, menyebut tindakan Madonna itu telah melecehkan bendera negara tersebut. Padahal, konser yang merupakan bagian dari rangkaian tur Rebel Heart itu mendulang sukses dan tiketnya pun laris manis di Manila.
“Dia melecehkan bendera kita,” ujar pejabat itu kepada stasiun radio dzBB, seperti dikutip Reuters.
Menurut Atienza, Madonna dan promotor konser itu bisa ditahan karena melanggar undang-undang meskipun mereka tidak mengetahuinya. Atienza adalah kepala bagian lambang negara Komisi Sejarah Nasional Filipina.
“Mereka menghadapi deportasi dan mungkin tidak bisa kembali ke negara ini. Madonna juga membiarkan bendera itu menyentuh lantai panggung, itu juga merupakan pelanggaran,” papar Atienza.
Belum ada komentar dari penyelenggara konser tersebut atas masalah ini. Konser ini digelar di tempat yang sama dimana Paus Fransiskus bertemu keluarga Filipina tahun lalu.
Hari ini (Minggu, 28/2/2016), Madonna dijadwalkan tampil di Singapura. Sebelumnya, seorang uskup di Filipina meminta orang-orang yang taat beragama agar memboikot Madonna atas penampilannya yang menggoda dan busananya yang vulgar.
Ini bukan kali pertama Madonna mendapat masalah karena memakai bendera. Awal bulan ini, dia membungkus dirinya dengan bendera Taiwan saat tampil di wilayah itu. Aksinya ini membuat marah China yang menganggap Taiwan sebagai provinsinya.
(alv)