Dance Heginbotham Tutup Rangkaian Tur Asia Tenggara di Jakarta

Sabtu, 26 Maret 2016 - 09:30 WIB
Dance Heginbotham Tutup...
Dance Heginbotham Tutup Rangkaian Tur Asia Tenggara di Jakarta
A A A
JAKARTA - Sebuah kelompok pertunjukan Amerika Serikat (AS) yang berpusat di Brooklyn, Dance Heginbotham (DH) tengah menutup tur Asia Tenggara mereka yang di Indonesia. Dalam sebuah pementasan yang digelar di @america di Pacific Place, sang penggagas DH, John Heginbotham berbagi cerita tentang kelompok pertunjukkannya yang kerap menyajikan tarian dengan unsur teatrikal dan telah meraih berbagai penghargaan itu.

"Dance Heginbotham adalah perusahaan saya yang telah berdiri selama empat tahun. Dan kami sekarang sedang menjalani tur di Asia Tenggara dan berakhir disini, di Indonesia. Kami adalah perusahaan tarian kontemporer dari Amerika Serikat. Tarian yang kami lakukan memiliki unsur atletik, teatrikal, dan ada sentuhan humor yang dilakukan oleh penari profesional dan diiringi dengan lagu-lagu dari musisi yang luar biasa," tutur John saat ditemui di @america Pacific Place, Jakarta, Selasa (22/3/2016).

Dalam tur kali ini, John bersama DH menggandeng sebanyak tujuh orang penari dan satu orang pianis sebagai pengiring. Di pementasan hari ini, DH menampilkan tiga judul tarian kontemporer, yakni Rockefellers, Diamond, dan tarian terakhir yang belum memiliki judul. Gerakan yang aktraktif namun penuh cerita didalamnya membuat para penonton terkesima melihat aksi seluruh penari DH.

"Hari ini kami menampilkan tarian duet, Rockefellers yang terinspirasi dari musik Raymond Scott, seorang 20th Century American composer. Yang kedua, kami menampilkan tarian solo yang berjudul Diamond yang dibawakan oleh salah satu penari favorit saya, Kristen Foote. Tarian ini menceritakan tentang seorang wanita yang tangguh. Terakhir, tarian ini sebenarnya belum siap untuk diluncurkan dan belum memiliki judul. Kami saat ini sedang menjalani persiapan untuk rilis di New York. Tarian ini diiringi dengan musik dari composer Brazil, Heitor-Villa Lobos," papar pria asal Alaska itu.

Dalam kesempatan tersebut, salah satu penari asal Kanada juga turut berkomentar tentang DH dan John. "Saya mengenal John sejak tahun 2007, dia adalah seorang koreografer yang luar biasa. Kemudian saya bergabung dengannya dalam proyeknya, Dance Heginbotham di tahun 2012. Dan bekerja bersama John benar-benar menyenangkan dan penuh tantangan. Salah satu yang saya suka adalah ketika gladi resik, John membuat suasana seolah-olah kami sedang pementasan," pungkas dia.
(alv)
Berita Terkait
Identik dengan Bali,...
Identik dengan Bali, Tari Pendet Jadi Simbol Penghormatan kepada Tamu
iForte National Dance...
iForte National Dance Competition 'Inspirasi Diri' Kobarkan Semangat Lestarikan Budaya
Jelang Hari Tari Sedunia,...
Jelang Hari Tari Sedunia, Rombongan Sanggar Tari dari Banyuwangi Sambangi Rumah Jokowi
Cara Orang Tua dapat...
Cara Orang Tua dapat Memunculkan Bakat Tari pada Anak
Kolaborasi Seni dan...
Kolaborasi Seni dan Teknologi, Anak Disabilitas Bali Belajar Tari Tanpa Batas
Tanamkan Cinta Budaya,...
Tanamkan Cinta Budaya, Festival Bedhayan III Siap Digelar
Berita Terkini
Meisya Amira Belajar...
Meisya Amira Belajar Bahasa Isyarat demi Peran Tunarungu di Film Juminten Edan
1 jam yang lalu
Telur Ceplok atau Dadar,...
Telur Ceplok atau Dadar, Mana yang Gizinya Lebih Tinggi? Ini Penjelasannya
5 jam yang lalu
Kabar Bahagia, Chelsea...
Kabar Bahagia, Chelsea Islan Umumkan Kelahiran Anak Pertama
7 jam yang lalu
Cinta Laura Biayai Sekolah...
Cinta Laura Biayai Sekolah Asisten hingga Lulus SMA, Alasannya Bikin Haru
8 jam yang lalu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Ceria Sejak Konflik dengan Sarwendah, Eks Manajer: Dia Banyak Merenung
9 jam yang lalu
Tak Pernah Kepikiran...
Tak Pernah Kepikiran Jadi Kreator Konten, Nickysya Kini Sukses Berkat Video Reviewnya di TikTok
19 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved