Perhatian, Sering Nyetir Mobil ke Kantor Picu Kegemukan
Selasa, 29 Maret 2016 - 05:10 WIB
Perhatian, Sering Nyetir Mobil ke Kantor Picu Kegemukan
A
A
A
LONDON - Sejumlah orang menilai, bepergian menggunakan mobil, termasuk saat bekerja, lebih nyaman dan praktis. Sayangnya, kebiasaan tersebut bisa menyebabkan beberapa masalah, seperti kegemukan.
Para peneliti menemukan, para pekerja yang menyetir ke kantor memiliki berat badan lebih besar dan memiliki lemak yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang bersepeda, berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum.
"Kita tahu berolahraga melindungi tubuh dari obesitas dan penyakit kronis. Namun, kita sulit menemukan waktu untuk berolahraga di tengah jadwal yang sibuk," papar penulis utama Ellen Flint dari London School of Hygiene and Tropical Medicine.
Dilansir dari Times of India, Ellen menjelaskan, penelitian ini menunjukkan orang yang biasa melakukan aktivitas fisik dalam kegiatan sehari-hari mereka, memiliki berat badan yang lebih kecil. Tidak hanya itu, mereka juga dinilai lebih sehat dibandingkan orang yang mengendarai mobil pribadi.
Untuk menguji hubungan antara cara menuju kantor dengan berat tubuh, para peneliti menggunakan data dari UK Biobank terhadap 157.000 orang dewasa paruh baya di Inggris. Data ini dikumpulkan dari tahun 2006 hingga 2010.
Para peneliti mengukur lemak tubuh melalui dua cara, yaitu massa indeks tubuh dan persentase lemak tubuh.
Hasilnya, setelah memeriksa pola gaya hidup, pria dan wanita yang berangkat menuju kantor dengan menggunakan kendaraan umum memiliki massa indeks tubuh dan jumlah lemak tubuh yang lebih rendah.
Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan, pria yang kekantor menggunakan sepeda, rata-rata memiliki angka BMI 2 poin lebih rendah, berat tubuh lebih ringan sekitar 6 kilogram dibanding mereka yang menyetir mobil. Sementara, wanita yang bersepeda memiliki BMI lebih rendah 1,65 poin, dan lebih ringan 5 kilogram.
Para peneliti menemukan, para pekerja yang menyetir ke kantor memiliki berat badan lebih besar dan memiliki lemak yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang bersepeda, berjalan kaki dan menggunakan transportasi umum.
"Kita tahu berolahraga melindungi tubuh dari obesitas dan penyakit kronis. Namun, kita sulit menemukan waktu untuk berolahraga di tengah jadwal yang sibuk," papar penulis utama Ellen Flint dari London School of Hygiene and Tropical Medicine.
Dilansir dari Times of India, Ellen menjelaskan, penelitian ini menunjukkan orang yang biasa melakukan aktivitas fisik dalam kegiatan sehari-hari mereka, memiliki berat badan yang lebih kecil. Tidak hanya itu, mereka juga dinilai lebih sehat dibandingkan orang yang mengendarai mobil pribadi.
Untuk menguji hubungan antara cara menuju kantor dengan berat tubuh, para peneliti menggunakan data dari UK Biobank terhadap 157.000 orang dewasa paruh baya di Inggris. Data ini dikumpulkan dari tahun 2006 hingga 2010.
Para peneliti mengukur lemak tubuh melalui dua cara, yaitu massa indeks tubuh dan persentase lemak tubuh.
Hasilnya, setelah memeriksa pola gaya hidup, pria dan wanita yang berangkat menuju kantor dengan menggunakan kendaraan umum memiliki massa indeks tubuh dan jumlah lemak tubuh yang lebih rendah.
Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan, pria yang kekantor menggunakan sepeda, rata-rata memiliki angka BMI 2 poin lebih rendah, berat tubuh lebih ringan sekitar 6 kilogram dibanding mereka yang menyetir mobil. Sementara, wanita yang bersepeda memiliki BMI lebih rendah 1,65 poin, dan lebih ringan 5 kilogram.
(sbn)