Ini Faktor Utama Meningkatnya Kasus Flu Burung pada 2016

Senin, 16 Mei 2016 - 15:49 WIB
Ini Faktor Utama Meningkatnya...
Ini Faktor Utama Meningkatnya Kasus Flu Burung pada 2016
A A A
JAKARTA - Maraknya kasus flu burung (avian influenza/AI) yang terjadi di Indonesia tengah menjadi perhatian serius Kementerian Pertanian. Tahun ini, kasus flu burung pun diklaim lebih banyak dibandingkan tahun 2015.

Direktur Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, drh I Ketut Diarmita mengungkapkan, bahwa pada tahun 2015 tercatat 123 kasus flu burung. Sementara tahun 2016, terjadi 148 kasus flu burung yang terjadi pada unggas.

"Kalau dilihat datanya memang kasus flu burung pada unggas tahun 2016 lebih banyak daripada tahun sebelumnya," papar Ketut saat jumpa pers di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (16/5/2016).

Ketut memaparkan, meningkatnya kasus flu burung yang terjadi disebabkan oleh El Nino yang menyerang Indonesia belum lama ini.

"Kami memperkirakan hal ini terjadi karena cuaca ekstrem El Nino yang menyerang Indonesia akhir tahun lalu," ujar dia.

El Nino dinilai membuat beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan dan disertai beberapa hari hujan deras. Akibatnya, hal ini pun menyebabkan daya tahan tubuh unggas melemah sehingga lebih mudah terserang infeksi flu burung.

"Memang sudah dilakukan vaksinasi. Tapi cuaca ekstrem tahun lalu itu mengurangi efektivitas vaksin dan banyak peternak juga tidak menggunakan booster sehingga unggasnya lebih mudah mengalami infeksi," tutur Ketut.

Selain itu, penyebab meningkatnya kasus flu burung tahun ini juga karena adanya virus baru yang sudah kebal dengan vaksinasi. Ketut juga menilai, kurangnya perhatian atau kewaspadaan peternak dengan ancaman flu burung membuat kasus ini kembali meningkat.

Menurut Ketut, seharusnya peternak lebih waspada dalam mengamankan unggasnya dan melakukan vaksinasi. "Indonesia mengalami tren penurunan kasus flu burung sejak tahun 2010. Jadi karena dinilai turun, nggak divaksinasi lagi, atau penerapan biosekurutinya lemah. Akhirnya kasusnya naik lagi," kata dia.

Flu burung merupakan jenis penyakit influenza yang ditularkan oleh unggas kepada manusia. Jenis virus influensa tipe A ini diketahui bisa menyebar ke spesies lain seperti babi, kucing, anjing, harimau, hingga manusia.

Setelah seseorang tertular, virus yang masuk ke tubuh akan berinkubasi selama tiga hingga tujuh hari sebelum menimbulkan gejala. Daya tahan tubuh yang rendah, membuat anak-anak menjadi yang paling rentan tertular penyakit ini. Umumnya, penderita flu burung akan mengalami gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, pilek, batuk, gangguan pernapasan, diare, pendarahan gusi, pendarahan hidung dan nyeri dada.
(alv)
Berita Terkait
Ahli Kesehatan Prediksi...
Ahli Kesehatan Prediksi Inggris Akan Menghadapi Wabah Flu Burung dalam Skala Besar
Antisipasi Penularan...
Antisipasi Penularan Flu Burung di Kota Bandung
Waspada, China Laporkan...
Waspada, China Laporkan Kasus Flu Burung H3N8 Pertama pada Manusia
Cegah Penularan Flu...
Cegah Penularan Flu Burung, Puluhan Unggas Selundupan Dimusnahkan
Jepang Laporkan Wabah...
Jepang Laporkan Wabah Flu Burung Pertama di Musim Dingin, 143.000 Ayam Dimusnahkan
Masyarakat Diminta Waspada...
Masyarakat Diminta Waspada Ancaman Disease X, Berpotensi Menyebar
Berita Terkini
Spesial Prambanan Jazz...
Spesial Prambanan Jazz 2026: Nikmati Konser Syahdu Plus Diskon Hotel dan Kuliner dari BRImo
9 jam yang lalu
3 Drama Korea Adaptasi...
3 Drama Korea Adaptasi Webtoon Ini Viral Sepanjang 2026, Wajib Masuk Daftar Tontonan
10 jam yang lalu
Bhima Bagaskara Umumkan...
Bhima Bagaskara Umumkan Keluar dari Coldiac, Ini Alasannya
11 jam yang lalu
Bikin Bangga, Film Horor...
Bikin Bangga, Film Horor Terbaru Anggy Umbara World Premiere di Korea
13 jam yang lalu
Mewahnya Pernikahan...
Mewahnya Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce, Ada Penampilan Spesial Paul McCartney
14 jam yang lalu
Bernadya Kenang Masa...
Bernadya Kenang Masa Sulit Pandemi, Royalti Lagu Pertama Jadi Penopang Keluarga
17 jam yang lalu
Infografis
Turki Bantu Ekspor 15.000...
Turki Bantu Ekspor 15.000 Ton Telur saat Flu Burung Merebak di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved