Astagfirullah, Bakso Super Besar di Bandung Ini Beratnya 2 Kg
Rabu, 03 Agustus 2016 - 20:30 WIB
Astagfirullah, Bakso Super Besar di Bandung Ini Beratnya 2 Kg
A
A
A
BANDUNG - Apa yang terlintas di kepala Anda ketika melihat bakso berukuran sebesar bola sepak? Mungkin sebagian dari Anda akan berucap "Astagfirullah" setelah melihat bakso tersebut di kedai Bakso Laman Astagfirullah Aladzim di Jalan Sukawarna, Kota Bandung.
Bakso di kedai itu memiliki berat lebih dari dua kilogram. Isinya berupa daging iga sapi dengan cita rasa yang gurih. Untuk menyajikannya, bakso itu bahkan harus disimpan terpisah pada sebuah piring. Sementara untuk mi dan kuahnya disajikan di sebuah mangkuk.
Belakangan ini, sajian bakso ini bahkan marak menjadi perbincangan di media sosial. Alhasil, banyak orang yang penasaran yang sengaja datang ke lokasi untuk mencicipi kelezatan bakso tersebut.
"Kalau jualan bakso, saya sebenarnya jualan dari 1985. Tapi kalau untuk bakso yang besar ini baru dijual 14 bulan," ujar Sumarni, 72, pemilik kedai Bakso Laman Astagfirullah Aladzim.
Ide pembuatan bakso itu diakuinya datang karena adanya permintaan pembeli. Pelanggannya banyak yang meminta agar Sumarni menyediakan bakso berukuran super besar.
Demi benar-benar memuaskan konsumen, bakso super besar itu dibuat tidak asal-asalan. Untuk daging misalnya, dia memilih daging sapi bagian iga. Bumbunya pun hasil racikan sendiri yang menjadi ciri khasnya. Sehingga, bakso dengan ukuran dan rasa yang sama tidak akan pernah ditemui di tempat lain.
"Untuk masalah saya, bakso kita berani diadu rasanya dengan bakso lain," ucap perempuan asal Klaten tersebut.
Agar bisa merasakan sensasi bakso tersebut, termasuk mi, Anda harus merogoh kocek Rp150.000. Anda akan dipuaskan dengan bakso yang isi dagingnya lebih dari satu kilogram.
Sumarni mengatakan, dirinya tidak membuka cabang baksonya di tempat lain. Sehingga jika ingin merasakan bakso buatannya, konsumen harus datang langsung ke kedainya.
Sementara selain bakso berukuran super besar, dia juga menjual bakso berukuran normal dengan ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa. Cara penyajiannya pun sama, bakso disajikan terpisah dengan mi.
Yang menjadi ciri khas dari bakso di tempatnya adalah adanya sambal bubuk dan sambal biasa yang diracik sendiri. Sambal itu bahkan cukup memanjakan lidah penggemar pedas.
"Malah ada yang sengaja ke sini cuma buat beli sambal bubuk buatan saya. Itu sambalnya saya bikin sendiri dari cabai segar dan diolah sampai menjadi sambal bubuk," kata Sumarni.
Bakso di kedai itu memiliki berat lebih dari dua kilogram. Isinya berupa daging iga sapi dengan cita rasa yang gurih. Untuk menyajikannya, bakso itu bahkan harus disimpan terpisah pada sebuah piring. Sementara untuk mi dan kuahnya disajikan di sebuah mangkuk.
Belakangan ini, sajian bakso ini bahkan marak menjadi perbincangan di media sosial. Alhasil, banyak orang yang penasaran yang sengaja datang ke lokasi untuk mencicipi kelezatan bakso tersebut.
"Kalau jualan bakso, saya sebenarnya jualan dari 1985. Tapi kalau untuk bakso yang besar ini baru dijual 14 bulan," ujar Sumarni, 72, pemilik kedai Bakso Laman Astagfirullah Aladzim.
Ide pembuatan bakso itu diakuinya datang karena adanya permintaan pembeli. Pelanggannya banyak yang meminta agar Sumarni menyediakan bakso berukuran super besar.
Demi benar-benar memuaskan konsumen, bakso super besar itu dibuat tidak asal-asalan. Untuk daging misalnya, dia memilih daging sapi bagian iga. Bumbunya pun hasil racikan sendiri yang menjadi ciri khasnya. Sehingga, bakso dengan ukuran dan rasa yang sama tidak akan pernah ditemui di tempat lain.
"Untuk masalah saya, bakso kita berani diadu rasanya dengan bakso lain," ucap perempuan asal Klaten tersebut.
Agar bisa merasakan sensasi bakso tersebut, termasuk mi, Anda harus merogoh kocek Rp150.000. Anda akan dipuaskan dengan bakso yang isi dagingnya lebih dari satu kilogram.
Sumarni mengatakan, dirinya tidak membuka cabang baksonya di tempat lain. Sehingga jika ingin merasakan bakso buatannya, konsumen harus datang langsung ke kedainya.
Sementara selain bakso berukuran super besar, dia juga menjual bakso berukuran normal dengan ukuran sebesar kepalan tangan orang dewasa. Cara penyajiannya pun sama, bakso disajikan terpisah dengan mi.
Yang menjadi ciri khas dari bakso di tempatnya adalah adanya sambal bubuk dan sambal biasa yang diracik sendiri. Sambal itu bahkan cukup memanjakan lidah penggemar pedas.
"Malah ada yang sengaja ke sini cuma buat beli sambal bubuk buatan saya. Itu sambalnya saya bikin sendiri dari cabai segar dan diolah sampai menjadi sambal bubuk," kata Sumarni.
(alv)