Hidangan Era Kolonial ala Century Park Hotel

Selasa, 09 Agustus 2016 - 21:32 WIB
Hidangan Era Kolonial...
Hidangan Era Kolonial ala Century Park Hotel
A A A
JAKARTA - Memperingati hari kemerdekaan ke-71 Indonesia, Century Park Hotel yang menjadi hotel berbintang 4 di kawasan Senayan, Jakarta kembali meluncurkan promosi makanan dan minuman di Agustus ini. Salah satunya melalui paket menu prasmanan bertajuk “Dutch Food Festival”.

Menu prasmanan ini tersedia di restoran Dapour, mulai Rabu, 10 Agustus hingga Minggu, 21 Agustus 2016 dengan harga Rp248.000,- per orang. Menariknya, menu prasmanan yang dihadirkan ini menawarkan serangkaian masakan dari era kolonial, di mana para tamu dapat menikmati beberapa menu andalan yang disajikan di buffet, di antaranya Huzarensla, Bitterballen, dan Klappertaart.

Huzarensla dikenal sebagai salad tradisional khas Belanda. Menu ini berisikan campuran selada, daging sapi, kentang, nanas, telur, tomat, dan ketimun. Untuk sausnya menggunakan kuning telur. Warna cerah dari bit membuat sajian ini lebih menggiurkan.

Para tamu juga dapat menikmati Bitterballen yang tersedia setiap hari di 100 Eatery & Bar. Bitterballen biasa disantap sebagai kudapan yang terbuat dari keju, daging sapi, dan jamur, disajikan dengan French mustard. Harga Rp50.000,-nett per porsi (4 buah).

Untuk minuman, Anda bisa menikmati dua minuman spesial yang menjadi andalan 100 Eatery & Bar pada Agustus ini, yakni Soda Gembira, perpaduan sempurna antara sirup vanilla, susu, dan soda. Untuk menikmati minuman ini, pengunjungi dikenai biaya Rp50.000,-nett. Minuman lainnya, Independence Day Cocktail, kombinasi antara Whisky, putih telur, Grenadine dan jus jeruk nipis. Harganya Rp99.000,-nett.

Sweet Corner Cafe, gerai kue & pastry yang berada di area lobby ini juga menawarkan beragam kue dari era kemerdekaan, yaitu Klappertaart dan Spekkoek, serta 2 pilihan hampers yang berbeda seharga 380.000,- dan Rp. 580.000,-nett.

Klappertaart merupakan kue khas Manado, memiliki tekstur lembut, tersedia dengan harga Rp35.000,-nett per potong. Spekkoek atau yang lebih dikenal dengan nama Lapis Legit ini tersedia dengan harga Rp175.000,-nett (ukuran kecil) dan Rp225.000,- (ukuran besar).

Selain itu, Sweet Corner juga menyediakan penawaran untuk setiap pembelian 5 penganan manis atau asin khas Indonesia yang dikonsumsi di tempat akan mendapatkan minuman teh hangat secara cuma-cuma.

Sebagian besar masakan Indonesia di era kolonial ini terinspirasi oleh masakan Eropa, tetapi terbuat dari rempah-rempah lokal. Pada saat itu, tidak ada makanan beku atau makanan cepat saji. Semua diawetkan secara alami menggunakan garam, sayuran, dan buah-buahan lokal dan harus dikonsumsi pada hari yang sama atau tidak lebih dari 3 hari.
(tdy)
Berita Terkait
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Hidangan Alpukat ala...
5 Hidangan Alpukat ala Koki Berbintang Michelin
Berita Terkini
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
25 menit yang lalu
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
52 menit yang lalu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
1 jam yang lalu
Kangen Dono dan Kasino,...
Kangen Dono dan Kasino, Indro Warkop Ciptakan Lagu 'Dan Aku Rindu'
2 jam yang lalu
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
2 jam yang lalu
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST...
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST 2026 Targetkan 60.000 Pengunjung dan Transaksi Rp60 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved