Festival Tari Segoro Gunung, Lestarikan Budaya dari Kepunahan

Rabu, 28 Desember 2016 - 08:20 WIB
Festival Tari Segoro...
Festival Tari Segoro Gunung, Lestarikan Budaya dari Kepunahan
A A A
KENDAL - Alunan musik tradisional dari sejumlah daerah di Jawa Tengah gegap gempita mengiringi Festival Tari Rakyat Segoro Gunung di kampung Jawa Sekatul Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal.

Berbagai jenis tarian daerah dibawakan dari tari kuda lumping/ tari soreng, tari barongan, tari reog, hingga tari kreasi kb. Sedikitnya 18 kelompok kesenian dari Kendal, Semarang, Kabupaten Semarang dan Temanggung.

Festival tari tradisional ini dilakukan sebagai upaya pelestarian dan mengembangkan kesenian rakyat, sekaligus untuk menyemarakkan liburan natal dan akhir tahun.

Gelaran kesenian tersebut disaksikan ratusan pengunjung, baik warga sekitar maupun luar daerah. Mereka pun tidak mau ketinggalan, dengan mengabadikan momen dengan kamera Handphone.

KPP Garda Awan Djojonegoro, panitia penyelenggara mengatakan, festival tari rakyat segoro gunung ini sudah yang ke empat kalinya diselenggarakan dan setiap tahun meningkat pesertanya. Festival ini juga untuk melestarikan budaya bangsa agar tidak punah, sekaligus sebagai suguhan bagi para wisatawan yang berlibur di sekatul sebagai wisata edukasi seni dan budaya.

"Ada banyak cara untuk melestarikan budaya. Salah satunya gelaran ini," ujarnya kemarin.

Rustuty Rumagesan, Ratu Tanah Rata Kokoda mengatakan, festival tari atau kesenian ini sangat bagus dilakukan karena sama halnya dengan melestarikan budaya daerah khususnya agar budaya daerah tidak hilang. Kondisi bangsa saat ini akan budaya sangat memprihatinkan seakan-akan pemerintah dan masyarakat sudah tidak peduli lagi dengan kesenian atau budaya daerahnya.

"Contoh saja beberapa kesenian daerah yang pernah di klaim oleh negara lain baru pemerintah dan masyarakat bereaksi. Inilah saatnya pemerintah dan masyarakat harus membuka mata untuk lebih peduli lagi terhadap nasib seni budaya Daerah," paparnya.

Pangeran Dato H Muhammad Syah dari Brunei Darussalam menuturkan bahwa ini kali pertama berkunjung ke Sekatul.

"Meski saya baru pertama kali berkunjung ke sekatul keraton amartha bumi, namun saya bangga dengan kesenian yang disuguhkan sangat menarik dan unik. Pemerintah Indonesia harus lebih mendukung kesenian daerah sini untuk lebih mendunia," tandasnya.
(nfl)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Ruang Cinta Yang Tersisa,...
Ruang Cinta Yang Tersisa, Seni dan Kita di JDC
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
30 menit yang lalu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
1 jam yang lalu
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
1 jam yang lalu
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
2 jam yang lalu
Bantah Nikmati Uang...
Bantah Nikmati Uang Jemaah Hanania, Keanu AGL Serahkan Rekening Koran ke Polisi
2 jam yang lalu
Keanu Agl Diperiksa...
Keanu Agl Diperiksa Terkait Kasus Hanania Group, Bantah Terima Uang Miliaran Rupiah
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved