10-20% Anak-Anak di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mata

Sabtu, 18 Maret 2017 - 06:30 WIB
10-20% Anak-Anak di...
10-20% Anak-Anak di Indonesia Alami Gangguan Kesehatan Mata
A A A
YOGYAKARTA - Sekitar 10—20% anak-anak Indonesia usia sekolah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar hingga SMP, memiliki masalah kesehatan mata. Setidaknya, sebagian mengalami gangguan rabun jauh.

Celakanya, sebagian besar dari mereka itu tidak mengetahui jika mengalami ganguan mata. Masalah gangguan kesehatan mata ini baru diketahui setelah melakukan pemeriksaan kesehatan mata.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, dr Suhardjo mengatakan, deteksi dini kesehatan mata ini sangat perlu dilakukan, baik oleh orang tua, masyarakat, hingga anak-anak.

"Padahal kalau dilakukan pemeriksaan sejak dini, 40% gangguan penglihatan itu bisa dihindari, bahkan dicegah supaya tidak sakit," papar dokter di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta ini, Jumat (17/3/2017).

Hal itu disampaikan sebelum digelar seni pertunjukan wayang kulit semalam suntuk di Balai Desa Sukoreno, Sentolo, Kulon Progo. Ki Anom Sucondro sebagai dalang, pagelaran wayang kulit ini akan dimulai pukul 20.00 WIB pada Sabtu, 18 Maret 2017.

Selain memupuk kecintaan pada seni tradisi, pagelaran wayang mengambil lakon 'Jumenengan Parikesit' ini juga sebagai sarana edukasi kesehatan dan hiburan pada masyarakat.

"Apa yang bisa diabdikan Fak Kedokteran UGM untuk masyarakat adalah untuk menghibur, sekaligus mengedukasi masyarakat," kata dr Suhardjo yang juga ketua panitia pagelaran wayang ini.

Menurutnya, seni pertunjukan wayang menjadi salah satu media yang mampu mendidik masyarakat. Dalam pagelaran wayang itu sendiri akan disisipkan pesan-pesan kesehatan dalam alur cerita yang dimainkan dalang.

"Kita memberikan pesan-pesan kesehatan di dalamnya karena wayang itu merupakan salah satu dari beberapa media yang diyakini mampu mendidik masyarakat," katanya.

Melalui kegiatan pagelaran wayang kulit sebagai upaya edukasi kepada masyarakat, Fakultas Kedokteran UGM berharap agar risiko-risiko penyakit bisa berkurang. Tak hanya pada masalah kesehatan mata, tapi juga kesehatan secara umum.

"Intinya, wayang menjadi sarana untuk menyampaikan informasi kesehatan sekaligus mengatasi ketidaktahuan masyarakat,” kata dia.

Selain pagelaran wayang kulit, Fakultas Kedokteran UGM juga menyelenggarakan kegiatan bakti sosial. Mulai dari kegiatan bedah rumah, pemeriksaan kulit, pemeriksaan anak, maupun pemeriksaan mata anak dan pemberian kacamata anak gratis di Kulon Progo ini.
(alv)
Berita Terkait
Kampanye Bebas Mata...
Kampanye Bebas Mata SePeLe Ajak Masyarakat Peduli Gejala Mata Kering
Pentingnya Pemeriksaan...
Pentingnya Pemeriksaan Mata Secara Rutin pada Anak
Pentingnya Pemeriksaan...
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Mata Anak Sejak Dini
SiLK, Teknologi Lasik...
SiLK, Teknologi Lasik Terbaru yang Nyaman dengan Pemulihan Cepat
5 Cara Menjaga Kesehatan...
5 Cara Menjaga Kesehatan Mata, Nomor Terakhir Penting Bagi Pengguna Gadget
Kampanye Periksa Mata...
Kampanye Periksa Mata Dari Dini
Berita Terkini
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
18 menit yang lalu
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
2 jam yang lalu
Solusi Cerdas Berlibur:...
Solusi Cerdas Berlibur: Perjalanan Nyaman dengan Layanan Paylater
15 jam yang lalu
PRJ 2026 Jadi Ruang...
PRJ 2026 Jadi Ruang Kebersamaan Keluarga di Ibu Kota
15 jam yang lalu
Liburan Sekolah, Hotel...
Liburan Sekolah, Hotel Ini Tawarkan Misi Seru Petualangan Staycation Keluarga
15 jam yang lalu
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
16 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved