Budaya Peranakan Pengaruhi Corak Batik Pesisir Indramayu

Sabtu, 25 Maret 2017 - 21:17 WIB
Budaya Peranakan Pengaruhi...
Budaya Peranakan Pengaruhi Corak Batik Pesisir Indramayu
A A A
JAKARTA - Bekerjasama dengan Kajian Antropologi Indonesia, Yayasan Batik Indonesia menggelar acara diskusi bincang batik bertajuk Pengaruh Kebudayaan Peranakan pada Corak Hias Batik Pesisiran. Menggandeng pembicara Nita Trismaya, M.Ds yang merupakan dosen lulusan Desain Tekstil IKJ, diskusi kali ini lebih membahas tentang pengaruh budaya Cina terhadap corak batik Indramayu.

"Sebetulnya ini kolaborasi antara forum Kajian Antropologi Indonesia dan Yayasan Batik Indonesia cuma bertempat si musem tekstil. Hari ini bersama ibu Nita kami hanya ingin menampilkan bagaimana pengaruh peranakan terhadap corak hias batik pesisir Indramayu. Jadi ini memang tentang pengaruh Cina kepada ragam hias bagi batik. Sebetulnya masih banyak pengaruh luar untuk batik kita seperti dari Arab juga ada, India ada, Eropa juga ada, jadi memang kita harus mengakui ada pengaruh-pengaruh dari luar terhadap corak batik kita," jelas Tumbu Ramelan selaku kolektor batik dari Yayasan Batik Indonesia saat ditemui di Museum Tekstil, Jakarta, Sabtu (25/3/2017).

Sementara itu, Nita menjelaskan bahwa Cina memang telah membawa pengaruh besar terhadap perkembangan dan khususnya motif batik Indramayu sejak zaman sebelum masehi. Berbeda dengan motif batik pada umumnya, motif batik Indramayu cenderung lebih sederhana dengan corak besar dan berwarna-warni. Hal ini disebabkan oleh tujuan masyarakat pesisir sendiri yang memang membuat batik untuk diperdagangkan.

"Sebenarnya pengaruhnya sangat besar karena sejak zaman peunggu kita sudah berhubungan dengan Cina. Karena Indonesia itu semuanya kan hasil persilangan budaya. Kayak motif meander itu sudah sejak sebelum masehi, tapi belum secara berkesinambungan, baru sekitar abad ke-14 atau 15 itu baru ada kontinuitas tapi ini khusus pesisir lho ya," ungkap Nita.

Ia menambahkan untuk motif batiknya sendiri berbeda dengan batik Yogyakarta dan Keraton. "Kalau dari segi motifnya itu berbeda dengan batik lain, seperti batik Jogja misalnya. Batik Jogja kan keraton, biasanya untuk upacara, acara keraton, jadi motifnya lebih detil dan rumit. Kalau batik Indramayu pesisir ini motifnya lebih sederhana, besar-besar dan berwarna-warni karena mereka bikin batik untuk dijual," pungkasnya.
(nfl)
Berita Terkait
Twibbon Berhadiah Menarik...
Twibbon Berhadiah Menarik untuk Menyambut Hari Batik Nasional
Jadi Warisan Budaya,...
Jadi Warisan Budaya, Berikut Modifikasi Batik Elegan Terfavorit
Menambah Percaya Diri,...
Menambah Percaya Diri, Ini Filosofi Berbagai Jenis Batik Indonesia
7 Fakta Menarik Tentang...
7 Fakta Menarik Tentang Batik yang Perlu Diketahui
Kemurnian Emas Diaplikasikan...
Kemurnian Emas Diaplikasikan dalam Karya Seni Batik Tulis
Di Tengah Pandemi, Dewi...
Di Tengah Pandemi, Dewi Tenty Sukses Membawa Batik Moncer di New York
Berita Terkini
Cinta Laura Dukung Kegiatan...
Cinta Laura Dukung Kegiatan CFD Jadi Ajang Gen Z dan Gen Alpha Bersosialisasi
12 menit yang lalu
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
2 jam yang lalu
Momen Middleton Bertemu...
Momen Middleton Bertemu Mantan Pacarnya di Pernikahan Peter Phillips
2 jam yang lalu
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
3 jam yang lalu
Tak Hanya Cantik, Audisi...
Tak Hanya Cantik, Audisi Miss Indonesia 2026 Mencari Talenta Terbaik Mulai dari Manner Impressive hingga Smart Social
3 jam yang lalu
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
4 jam yang lalu
Infografis
7 Jamu Herbal Ditetapkan...
7 Jamu Herbal Ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved