Stephanie Kurlow, Balerina Berhijab Pertama di Dunia

Rabu, 26 April 2017 - 17:18 WIB
Stephanie Kurlow, Balerina...
Stephanie Kurlow, Balerina Berhijab Pertama di Dunia
A A A
JAKARTA - Menggunakan hijab tidak menjadi halangan bagi para wanita untuk mewujudkan mimpinya. Hal ini pun berlaku bagi balerina profesional asal Sydney, Stephanie Kurlow. Di negaranya, Australia, Stephanie menjadi muslim minoritas. Namun hal ini tidak menyurutkan langkahnya untuk mengejar mimpi menjadi seorang balerina.

Menariknya, Stephanie menjadi balerina pertama yang berhijab, tak hanya di Australia, tapi juga di dunia. Bahkan, kini remaja berusia 15 tahun itu telah menunjukan performa dan kepiawaiannya dalam seni tari balet. Kecintaan Stephanie terhadap balet pun muncul sejak usia dua tahun.

Namun ketika ia dan keluarganya memutuskan memeluk Islam dan berhijab di tahun 2010, Stephanie sempat berhenti menjadi seorang balerina. Tentunya keputusannya untuk berhijab tidaklah mudah, banyak komentar negatif yang didapat lantaran penampilannya ini.

Oleh karena itu, Stephanie pun memilih vakum selama tiga tahun dari dunia yang dicintainya. Namun pada akhirnya, dia sadar bahwa hijab bukan penghalang untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang balerina profesional. Untuk melanjutkan karirnya, Stephanie mengaku terinspirasi oleh Zahra Lari, seorang ice-skater berhijab.

"Aku terinspirasi dari Zahra Lari, dia adalah ice-skater berhijab pertama di dunia. Saat aku melihatnya, seperti sama dengan ku menari. Aku sangat terinspirasi olehnya dan mulai melakukan balet lagi. Zahra menjadi bukti bahwa dengan berhijab, wanita bisa tetap berhasil," papar Stephanie saat acara Wardah Inspiring Moment di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Selain Zahra, Stephanie juga terinspirasi oleh sosok penari balet asal Australia kelahiran China, Li Cunxin. Meski berbeda dari balerina lainnya, Stephanie tetap tampil cantik dan percaya diri. Dia pun merasa beruntung memiliki perbedaan yang membuatnya unik.

"Kostum balet bisa diubah sesuai keinginan. Saat tampil aku tetap menggunakan leging, busana lengan panjang dan rok panjang. Yang terberat adalah banyak orang yang tidak menyukainya, terlebih komentar negatif di media sosial," kata dia.

Tak hanya sebagai professional ballerina, Stephanie juga aktif dalam berbagai bentuk pengembangan dan pemberdayaan perempuan, pemuda serta kegiatan lainnya yang bisa memberikan pengaruh positif bagi orang yang berbeda latar belakang ras dan budaya. "Aku ingin dirikan sekolah untuk semua ras dan agama agar semuanya bisa meraih mimpi," pungkasnya.
(nfl)
Berita Terkait
Para Bintang Dunia Puji...
Para Bintang Dunia Puji Khabib Usai Putuskan Pensiun
Kecelakaan Hebat dalam...
Kecelakaan Hebat dalam Ajang Balap Mobil F1
Bolehkah Olahraga saat...
Bolehkah Olahraga saat Perut Kosong? Ini Penjelasannya
Putra Presiden Turki...
Putra Presiden Turki Hadiri Fornas VIII NTB 2025: Sinyal Pengakuan Dunia untuk Olahraga Rekreasi Indonesia
Korfball DKI Jakarta...
Korfball DKI Jakarta Gelar Coaching Clinic Bersama Pelatih Belanda Raymond Mollet
31 Negara Siap Ramaikan...
31 Negara Siap Ramaikan Kejuaraan Dunia Sambo Junior di Bogor
Berita Terkini
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
3 jam yang lalu
Rissa Hipnotis Penonton...
Rissa Hipnotis Penonton Musiczone Okezone di Sarinah, Hipdut Bikin Semua Ikut Bergoyang
4 jam yang lalu
House And Vox Indonesia...
House And Vox Indonesia Ramaikan IIFEX EASTFOOD 2026, Hadirkan Inovasi Produk dan Cooking Demo
4 jam yang lalu
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
4 jam yang lalu
Buka Musiczone, Nastya...
Buka Musiczone, Nastya Sabella Ajak Penonton Nyanyi dan Galau Bersama
5 jam yang lalu
Pangeran Harry Siapkan...
Pangeran Harry Siapkan Pengawal Pribadi saat Kunjungi London
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved