Penggunaan Instagram Bisa Mengindikasikan Depresi

Jum'at, 11 Agustus 2017 - 07:29 WIB
Penggunaan Instagram...
Penggunaan Instagram Bisa Mengindikasikan Depresi
A A A
INGGRIS - Yayasan amal kesehatan mental Inggris, Mind mengungkapkan, bahwa depresi merupakan kondisi kejiwaan yang semakin banyak terjadi. Di mana depresi menyerang 3,3 dari 100 orang. Namun penderita depresi sulit mendapatkan diagnosis untuk penanganan yang tepat.

Namun sebuah penelitian yang dipublikasikan di EPJ Data Science mengungkapkan, bahwa pola penggunaan Instagram bisa menjadi indikasi depresi. Penulis penelitian, Andrew G Reece dan Christopher M Danforth meneliti 44 ribu foto dari 166 peserta. Sebanyak 71 di antaranya masuk dalam diagnosa depresi dengan alat yang diciptakan oleh peneliti menganalisa foto beserta keterangan fotonya.

Untuk postingan gambar, umumnya mereka yang mengalami depresi selalu menggunakan tone warna yang lebih gelap seperti biru, abu-abu, atau hitam. Dilansir dari Quartz, penggunaan Instagram yang sering menampilkan gambar dengan komposisi warna hitam putih dikategorikan orang yang depresi.

Sebelum memposting foto atau video, pengguna Instagram dihadapkan pada pilihan filter. Penelitian ini pun menunjukkan, mereka yang kerap menggunakan filter inkwell dikategorikan depresi, sedangkan filter valencia merupakan sebaliknya. Postingan yang masuk kategori depresi, lebih sedikit menampilkan wajah orang karena dianggap menarik diri dari kelompok sosial.

Sementara mereka yang senang, sering memperlihatkan wajah dan cenderung memposting jepretan dengan banyak orang di dalamnya. Hasil dari alogoritma yang digunakan ini menghasilkan tingkat akurasi mencapai 70% dibandingkan dengan pemeriksaan ke dokter yang hanya ditemukan 42%.

"Anda bisa membangun alat yang bisa membantu lebih cepat. Pada akhirnya, ini akan menciptakan sesuatu yang memonitor suara seseorang bagaimana mereka bergerak dan seperti apa jejaring sosial mereka," papar penulis studi Chris Danfort, co-director di University of Vermont's Computational Story Lab.

Hasil penemuan ini pun diharapkan bisa menjadi acuan untuk kepentingan psikologi sehingga mereka yang depresi bisa diteliti dari hasil analisis media sosialnya.
(nfl)
Berita Terkait
Penyebab Overthinking...
Penyebab Overthinking Zaman Now, Salah Satunya Otak yang Sering Terdistraksi Media Sosial
Pemerintah Batasi Media...
Pemerintah Batasi Media Sosial Remaja 13–16 Tahun Mulai 2026, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Mental
Mengapa Banyak Orang...
Mengapa Banyak Orang Pilih Menghilang dari Media Sosial? Ini Alasannya
Pelajari Dampak Kesehatan...
Pelajari Dampak Kesehatan Mental Remaja, Instagram Gandeng Ahli
Jaga Kesehatan Mental...
Jaga Kesehatan Mental Pengguna, Facebook Kenalkan Quite Mode
Pakar Psikologi Sebut...
Pakar Psikologi Sebut Generasi Z Rentan Alami Gangguan Kesehatan Mental
Berita Terkini
Desta Bagikan Kabar...
Desta Bagikan Kabar usai Operasi Mata, Begini Kondisinya Sekarang
1 jam yang lalu
KIKO dan LOLA Siap Sapa...
KIKO dan LOLA Siap Sapa Penggemar di Pollux Mall Cikarang, Gratis!
1 jam yang lalu
Mediasi Ruben Onsu dan...
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
2 jam yang lalu
Viral! Shakira Sapa...
Viral! Shakira Sapa Penggemar Pakai Bahasa Korea usai Bertemu BTS
3 jam yang lalu
Tak Ada Persiapan Khusus,...
Tak Ada Persiapan Khusus, Ruben Onsu Datang Santai ke Sidang Mediasi
3 jam yang lalu
MNCTV Buka Audisi KDI...
MNCTV Buka Audisi KDI 2026 dan DMD Panggung Rezeki di Klaten, Kesempatan Wujudkan Mimpi Jadi Bintang Dangdut
3 jam yang lalu
Infografis
3 Keutamaan Surat Al...
3 Keutamaan Surat Al Mulk, Bisa Jadi Syafaat Kelak di Hari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved