Finansial dan Keluarga Jadi Alasan Klasik

Selasa, 09 Januari 2018 - 13:28 WIB
Finansial dan Keluarga...
Finansial dan Keluarga Jadi Alasan Klasik
A A A
LONDON - Tahun baru seyogianya menjadi awal kebahagiaan. Tapi, tidak bagi sebagian orang. Awal tahun di anggap sebagai momen paling tepat untuk bercerai.

Dan, tanggal 8 Januari merupakan hari paling populer mengajukan perceraian. Hingga akhirnya, 8 Januari disebut “Hari Perceraian”. Di tanggal itu banyak orang ingin mengakhiri bahtera rumah tangganya. Kenapa harus menunggu 8 Januari? Di Barat, banyak pasangan melihat faktor keuangan dan keluarga menjadi faktor penentu utama perceraian.

Melansir Sky News, sebanyak 2.000 orang dewasa yang disurvei oleh firma hukum Slater and Gordon menyatakan, 37% responden menyebut kan alasan keuangan menjadi masalah utama dalam pernikahan.

Bahkan 22% responden menyebutkan masalah uang menjadi masalah utama menyebabkan pasangan suami dan istri bercerai. Namun, 25% responden menyebutkan pasangan suami dan istri setelah bercerai itu tetap tinggal bersama dengan alasan anak mereka. Sedang kan 24% berkilah karena tidak mau kehilangan rumah mereka.

“Hubungan yang telah menunjukkan keretakan kemungkinan akan pecah di bawah tekanan dan pengeluaran saat Natal,” ujar pengacara keluarga dari firma Slater and Gordon, Lorraine Harvey, dilansir BBC.

Berdasarkan catatan Badan Statistik Nasional Inggris, hampir 107.000 pasangan heteroseksual bercerai pada 2017. Jumlah itu merupakan peningkatan sebanyak 5,8% dibanding angka 2015 dan angka tertinggi sejak 2009. Mengurus perceraian dalam ranah hukum Inggris dan Wales cukup mudah. Namun, masalah harta gono-gini dan hak asuh anak bisa mempersulit proses tersebut. Dengan begitu, tidak mengherankan banyak pasangan yang memilih berkonsultasi ke pengacara untuk memudahkan proses itu.

Pengacara perceraian dari firma Seddons, Toby Hales, mengungkap bahwa memecahkan masalah harta gono-gini bisa lebih sulit bagi pasangan ketika mereka tidak sepakat. “Di pengadilan prosesnya terhambat sehingga menyebabkan stres tambahan dan menguras keuangan,” ujarnya.

Secara rata-rata, perlu waktu setahun bagi pasangan yang bercerai untuk mencapai kesepakatan finansial. Namun, menurut survei firma Seddons, seperempat dari keseluruhan kasus membutuhkan lebih dari 18 bulan. Soal biaya mengurus perceraian di Inggris, rata-rata pasangan bisa membayar sekitar 9.000 poundsterling (Rp163,7 juta). Sedangkan bagi pasangan di kawasan London jumlahnya bisa mencapai dua kali lipatnya. (Andika Hendra)
(nfl)
Berita Terkait
10 Tanda Anda Diremehkan...
10 Tanda Anda Diremehkan Pasangan
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
5 Tanda Bahaya yang...
5 Tanda Bahaya yang Merusak Keharmonisan, Waspadai Kurang Komunikasi
Toxic Relationship:...
Toxic Relationship: Dijanjiin Nikah, Bella Malah Melihat Foto Mesra Pacar dengan Wanita Lain
Pentingnya Memahami...
Pentingnya Memahami Bahasa Cinta Agar Terhindar dari Toxic Relationship
5 Langkah Membuat Pria...
5 Langkah Membuat Pria Aries Jatuh Cinta pada Anda
Berita Terkini
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama The Stolen Fairytale di V+Short, Dibintangi Dinda Mahira hingga Venly Arauna
22 menit yang lalu
Urus Perjalanan Bisnis...
Urus Perjalanan Bisnis Perusahaan Lebih Praktis dengan Bantuan 24 Jam
53 menit yang lalu
Hepatitis Merusak Hati...
Hepatitis Merusak Hati Diam-Diam, Kenali Tanda dan Cara Mencegahnya
1 jam yang lalu
Desta Bagikan Kabar...
Desta Bagikan Kabar usai Operasi Mata, Begini Kondisinya Sekarang
3 jam yang lalu
KIKO dan LOLA Siap Sapa...
KIKO dan LOLA Siap Sapa Penggemar di Pollux Mall Cikarang, Gratis!
3 jam yang lalu
Mediasi Ruben Onsu dan...
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Masih Buntu, Sidang Ditunda hingga 6 Agustus
4 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved