Perfeksionis Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Rabu, 10 Januari 2018 - 14:11 WIB
Perfeksionis Bisa Ganggu...
Perfeksionis Bisa Ganggu Kesehatan Mental
A A A
JAKARTA - Perfeksionisme atau keyakinan bahwa seseorang harus menjadi sempurna untuk mencapai kondisi terbaik pada aspek fisik ataupun non-materi ternyata bisa mempengaruhi kesehatan mental.

Peneliti Thomas Curran dari University of Bath, Inggris menggambarkan perbedaan generasi kelompok dalam perfeksionisme.
Peneliti mengartikan perfeksionisme sebagai keinginan irasional yang harus dicapai bersama dengan mengkritik diri sendiri dan orang lain. Penelitian ini melibatkan 41.641 mahasiswa dari beberapa negara dari 146 sampel mulai 1980 sampai 2016.

Dilansir Hindustan Times, dalam penelitian ini, peneliti fokus pada tiga jenis perfeksionisme, di antaranya pada diri sendiri untuk menjadi sempurna, berorientasi secara sosial untuk mendapatkan pujian dari orang lain serta berorientasi pada orang lain yang menempatkan standar tidak realistis.

Hasilnya ditemukan mahasiswa baru memiliki tingkat perfeksionisme yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Selama penelitian berlangsung, tingkat kesempurnaan yang berorientasi pada diri sendiri meningkat 10%, secara sosial 33% dan 16% untuk menempatkan standar tidak realistis kepada orang lain.
Perfeksionis Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Curran menilai, kenaikan ini didukung oleh banyak hal. Salah satunya, penggunaan media sosial sebagai menyempurnakan diri yang membuat mereka ingin lebih unggul dibandingkan orang lain. Hal ini mempengaruhi penampilan serta pendidikan. Contohnya, banyak mahasiswa yang menyempurnakan nilai mereka untuk dibandingkan dengan temannya.

Akibat meningkatnya rasa perfeksionisme, mahasiswa pun menjadi saling bersaing demi tampil sempurna dalam berbagai aspek baik sosial, ekonomi dan pendidikan.

“Perfeksionisme menjadi sebuah kebutuhan yang kuat bagi kaum muda untuk berusaha dalam mencapai kehidupan modern,” papar Curran.

Namun, jika perfeksionisme terus mengalami peningkatan, sementara tidak bisa memenuhinya, kondisi ini bisa membuat sebagian orang mengalami masalah pada kesehatan mental. Tak tanggung-tanggung kondisi ini bisa memicu depresi hingga bunuh diri.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
5 jam yang lalu
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
6 jam yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
6 jam yang lalu
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
6 jam yang lalu
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
9 jam yang lalu
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
10 jam yang lalu
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved