Targeted Therapy Menjadi Metode Baru Perawatan Penderita Kanker

Rabu, 24 Januari 2018 - 22:57 WIB
Targeted Therapy Menjadi...
Targeted Therapy Menjadi Metode Baru Perawatan Penderita Kanker
A A A
JAKARTA - Perkembangan teknologi pengobatan yang revolusioner, menghadirkan beragam pengobatan penyakit kanker. Selain immunotherapy, targeted therapy atau terapi target juga memberikan harapan baru untuk pengobatan kanker.

Pada prinsipnya, targeted therapy merupakan pengobatan yang menggunakan obat yang didesain khusus untuk mengenali dan menghancurkan sel kanker dari jenis kanker yang spesifik. Pengobatan ini mematikan pertumbuhan sel kanker yang dapat memicu perkembangbiakan sel.

"Pengobatan ini dinilai efektif karena obat yang digunakan hanya fokus pada sel yang telah teridentifikasi memiliki potensi kanker sehingga sel normal yang sehat tidak terkena dampak dari kemoterapi. Ini adalah terapi yang menjanjikan, baik dari kemanjuran atau efek samping pasien," ujar Dr Wong Seng Weng, ahli Onkologi dan Konsultan Spesialis dari The Cancer Center Singapore Medical Group (SMG) saat temu media di Hong Kong Cafe, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Hasilnya, menurut Dr Wong, pengobatan ini dapat membantu memperpanjang kelangsungan hidup para penderita kanker payudara status HER2 Positif hingga 5 tahun. Beberapa tipe targeted therapy seperti erlotinib dan gefitinib bekerja lebih baik pada pasien Asia, wanita dan non perokok.

"Sebelumnya, pasien harus menjalani pemeriksaan profil genetik untuk mengetahui gen yang bermutasi sehingga bisa diberikan obat yang sesuai. Juga bisa melihat apa yang menyebabkan sel kanker terus berkembang dan menyebar," kata dia.

Berbeda dengan kemoterapi yang menimbulkan efek samping seperti gangguan nafsu makan, rambut rontok, penekanan sistem imun hingga kerusakan ginjal, efek samping yang ditimbulkan targeted therapy lebih rendah sehingga menjadikannya ideal sebagai terapi perawatan jangka panjang untuk mengontrol sel kanker.

"Dengan edukasi yang meluas mengenai perkembangan teknologi pengobatan yang revolusioner ini, diharapkan masa depan pengobatan penyakit kanker akan semakin cerah dan semakin banyak nyawa di dunia yang terselamatkan dari penyakit ini," kata dia.
(alv)
Berita Terkait
Opsi Pengobatan Makin...
Opsi Pengobatan Makin Banyak, Penyakit Kanker Bukan Akhir Segalanya
Lewat Unggahan Positif,...
Lewat Unggahan Positif, Masyarakat Peduli Kanker Bisa Berdonasi Tanpa Sumbang Uang
3 Kanker Paling Mematikan...
3 Kanker Paling Mematikan di Indonesia, Waspadai Sejak Dini
Ibu-ibu Bhayangkari,...
Ibu-ibu Bhayangkari, Jalasenastri, dan Persit di Sikka Jalani Deteksi Dini Kanker Payudara
Kenali Risiko dan Gejala...
Kenali Risiko dan Gejala Limfoma, Kanker Darah yang Harus Diwaspadai sejak Dini
9 Hal Mengejutkan yang...
9 Hal Mengejutkan yang Bisa Menyebabkan Kanker, dari Teh Panas hingga Alat Kontrasepsi
Berita Terkini
Kisah Unik Syifa Hadju,...
Kisah Unik Syifa Hadju, Afgan, Sheila Dara, dan Baskara di Balik Secangkir Kopi
1 jam yang lalu
Ditanya Gugatan Hak...
Ditanya Gugatan Hak Asuh Anak Usai Umrah, Ruben Onsu: Biar Pengacara yang Bicara
1 jam yang lalu
Bikin Momen Kumpul Keluarga...
Bikin Momen Kumpul Keluarga di Rumah Makin Seru dengan Inspirasi Kegiatan ala Shopee
2 jam yang lalu
Ruben Onsu Resmi Daftarkan...
Ruben Onsu Resmi Daftarkan Gugatan Hak Asuh Anak, Sidang Perdana 15 Juli 2026
3 jam yang lalu
Kasus Hanania Travel:...
Kasus Hanania Travel: 16 Influencer Diperiksa, Rp110 Juta Uang Saku Disita Polisi
12 jam yang lalu
Meidra Idol Ternyata...
Meidra Idol Ternyata Tomboy dan Belum Pernah Pacaran
13 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved