Review Film Downsizing

Senin, 05 Februari 2018 - 03:54 WIB
Review Film Downsizing
Review Film Downsizing
A A A
JAKARTA - Perkembangan dunia menyebabkan dunia kian padat. Mencari kenyamanan hidup pun seolah sulit karena manusia dituntut bekerja keras untuk menghidupi diri sendiri. Lantas apa solusinya?

Seorang ilmuwan asal Norwegia, Dr. Jørgen Asbjørnsen (Rolf Lassgård), kemudian muncul dengan ide penyusutan alias downsizing. Dia berhasil menyusutkan ukuran tikus dan kemudian dirinya bersama sang istri setelah melakukan eksperimen di sebuah laboratorium di Norwegia.

Ide ini dipandang sebagai terobosan untuk menyelesaikan peliknya masalah kepadatan penduduk dunia. Ukuran manusia, hewan, tumbuhan dan bangunan yang kecil, membuat semuanya jadi terlihat besar dan longgar. Ide ini kemudian dikembangkan dan berhasil menarik banyak orang yang ingin menyusutkan diri.

Pasangan Paul (Matt Damon) dan Audrey (Kristen Wiig) Safranek tertarik dengan ide itu setelah mereka dibelit masalah keuangan. Mereka semakin tergiur tatkala tahu bahwa dengan tabungan pas-pasan, mereka bisa hidup enak di satu koloni manusia kecil, yaitu Leisureland.

Setelah berpamitan dengan teman dan keluarga, pasangan ini kemudian pergi ke Leisureland untuk menyusutkan diri dan menjalani lembaran hidup baru. Sayang, niat ini tak berjalan mulus. Audrey memutuskan mundur dari proses ini ketika Paul sudah menyusut. Keinginan Paul untuk memulai hidup bahagia dengan sang istri pun purna sudah. Audrey kemudian menceraikan Paul dan tetap hidup di dunia orang normal.

Nasib Paul sedikit berubah setelah dia mengenal tetangganya di apartemen, Dusan (Christoph Waltz), seorang Serbia yang hobi berpesta. Di apartemen Dusan, Paul kemudian mengenal Tran Ngoc Lan (Hong Chau), seorang tukang bersih-bersih apartemen asal Vietnam yang terpaksa disusutkan karena memimpin aksi protes melawan rezim berkuasa di negara itu.

Ngoc Lan memakai kaki prostetik yang menurut Paul bermasalah dan bakal membahayakan hidupnya. Dia menawarkan membantu memperbaiki saraf kaki Ngoc Land an juga kaki prostetiknya itu. Ngoc Lan awalnya menolak. Dia menyangka Paul adalah seorang dokter dan memaksanya mengobati teman sekamarnya yang sekarat akibat kanker.

Paul kemudian ikut Ngoc Lan pulang ke apartemennya. Perjalanan itu membuat Paul tahu sisi buruk dunia yang menyusut. Tempat itu tak melulu menawarkan kebahagiaan dan kemewahan yang sempat dia kecap. Di tempat itu, ada pula permukiman kumuh yang dihuni orang-orang yang harus bekerja keras untuk hidup dan seolah dilupakan.

Hubungan Paul dan Ngoc Lan pun kian dekat. Mereka berdua kemudian ikut Dusan ke Norwegia untuk menjemput Dr. Jørgen Asbjørnsen yang hendak mengunjungi koloni pertama manusia kecil.

Di koloni itu, Paul menemukan kenyataan lain. Penghuni koloni hendak pindah ke perut bumi karena mengkhawatirkan perubahan iklim yang mengancam. Paul pun tertarik dengan ide itu.

Film science fiction jarang yang memasukkan banyak unsur komedi di dalamnya. Tapi, Downsizing sepertinya ingin memberikan kesan lain. Film ini banyak melemparkan banyolan-banyolan yang bakal membuat Anda tertawa. Terlebih dengan bahasa Inggris ala Vietnam yang dilontarkan Ngoc Lan.

Secara keseluruhan, ide film ini memang patut diacungi jempol. Alexander Payne sebagai sutradara dan penulis film ini, sepertinya ingin menyajikan sesuatu yang berbeda dari yang lain. Film ini sebenarnya cukup menghibur, tapi teras berjalan sangat lambat untuk ukuran film berdurasi 2 jam 5 menit. Jika Anda tak sabar, maka Anda mungkin ingin segera menyudahi acara nonton Anda.

Ada sejumlah adegan yang sepertinya dipaksakan di film ini. Sementara, endingnya bakal membuat Anda bertanya-tanya sendiri tentang film itu. Ending film ini sebenarnya tidak mengungkap apa-apa.

Meski terkesan hambar, tapi kehadiran Hong Chau sebagai Ngoc Lan di film ini cukup memberikan angin segar. Anda akan dibuat tertawa dengan tingkah dan gaya bahasanya yang khas Vietnam atau Asia secara umum.

Film ini sudah bisa Anda saksikan di bioskop di seluruh Indonesia. Selamat menonton!
(alv)
Berita Terkait
10 Rekomendasi Resensi...
10 Rekomendasi Resensi Novel untuk Membuka Dunia Literasi
The Bases of Our Insecurity
The Bases of Our Insecurity
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Resensi Buku Lagi Probation:...
Resensi Buku Lagi Probation: Menikmati Susahnya Mencari Kerja
Resensi Buku: Kesahajaan...
Resensi Buku: Kesahajaan dan Loyalitas Tanpa Batas Marsekal Hadi Tjahjanto
Perkuat Semangat Perdamaian...
Perkuat Semangat Perdamaian Generasi Muda, Ukrida Gelar Resensi Film Internasional
Berita Terkini
Bring Back My Heart...
Bring Back My Heart Jadi Pilihan Microdrama Romantis yang Seru di V+Short
1 jam yang lalu
Terinspirasi Rafathar,...
Terinspirasi Rafathar, Nagita Slavina Gelar Kompetisi Basket SMA
1 jam yang lalu
Nathalie Holscher Ungkap...
Nathalie Holscher Ungkap Alasan Mantap Nikahi Arief Fadli
2 jam yang lalu
Sinopsis Hotter Than...
Sinopsis Hotter Than Hate, Microdrama Revenge Plot yang Tayang di V+Short
2 jam yang lalu
Dimas Aditya Syok Temui...
Dimas Aditya Syok Temui Langsung Orang Dipasung saat Syuting Juminten Edan
3 jam yang lalu
Microdrama A Vengeful...
Microdrama A Vengeful Affair tentang Toxic Relationship, Tayang di V+Short
3 jam yang lalu
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved