Denada Meriahkan Perayaan Imlek di Klenteng Sam Po Kong, Semarang

Sabtu, 17 Februari 2018 - 01:30 WIB
Denada Meriahkan Perayaan...
Denada Meriahkan Perayaan Imlek di Klenteng Sam Po Kong, Semarang
A A A
SEMARANG - Puncak peringatan tahun baru China atau Imlek di Klenteng Sam Po Kong berlangsung meriah. Berbagai pertunjukan disuguhkan untuk masyarakat umum, diantaranya Band Mandarin, Reog Ponorogo, Modern Dance, Barongsai, Tari Gambang Semarang, Drumblek, Rampak Buto, Angklung Kreajos dan lainnya.

Dalam perayaan Imlek di Sam Poo Kong itu, hadir Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, Sekda Jawa Tengah Sri Puryono dan Ketua DPRD Jawa Tengah Rukma Setiabudi, dan beberapa pejabat lain di Jawa Tengah maupun Kota Semarang.

Puncaknya, masyarakat juga dihibur dengan penampilan artis Denada. Denanda yang mengenakan pakaian serba merah itu, menghibur pengunjung klenteng Sam Po Kong. Denada sempat mengajak para pengunjung untuk bernyanyi bersama sama menyanyikan lagu Gethuk dan sejumlah lagu lainnya.

"Kita bersahutan ya. Anda cukup bilang ‘Gethuk’, nanti saya sambung terusannya. Terus dilanjut lagi ‘yen ra pethuk’, saya lanjutin lagi," ajaknya.

Denada mengaku, baru pertama kali manggung di Kota Semarang dan tidak menyangka sambutan dari masyarakat begitu luar biasa.

Perayaan Imlek di Sam Poo Kong terlihat sangat meriah. Selain karena adanya Denada, pengisi acara juga lebih variatif dengan menggabungkan konsep kesenian Jawa dan Tionghoa.

Direktur Operasional Kelenteng Agung Sam Poo Kong, Mulyadi Setya Kusuma mengatakan pihaknya sengaja memberikan banyak hiburan untuk merayakan tahun baru imlek. "Kami sengaja mendatangkan arti agar perayaan Imlek pada 2018 ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Dia mengaku, pesta budaya tersebut tidak hanya untuk masyarakat keturunan tionghua, tapi juga untuk masyarakat luas. "Pesta budaya ini digelar dengan menampilkan pertunjukan yang merupakan kesenian dan kebudayaan Jawa. Dengan adanya akulturasi budaya ini, menunjukan keberagaman yang ada di Kota Semarang," ucapnya.
(alv)
Berita Terkait
Makna Imlek Dirayakan...
Makna Imlek Dirayakan selama 15 Hari, Ditutup dengan Festival Lentera
Jelang Tahun Baru Imlek...
Jelang Tahun Baru Imlek 2024, Pesanan Hampers Online Melonjak
Resep Dodol Wijen Khas...
Resep Dodol Wijen Khas Imlek, Sajian Legendaris di Tahun Ular
Siapa yang Paling Beruntung...
Siapa yang Paling Beruntung pada Tahun Ular?
15 Fakta Menarik Tahun...
15 Fakta Menarik Tahun Baru Imlek, Para Lajang Tua Menyewa Pacar Palsu
5 Tradisi Unik Imlek...
5 Tradisi Unik Imlek di China, Salah Satunya Tidak Membalik Ikan saat Dimakan
Berita Terkini
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
1 jam yang lalu
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
4 jam yang lalu
Maia Estianty Soroti...
Maia Estianty Soroti Dolar Tembus Rp18.000, Curhat soal Pajak
4 jam yang lalu
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
6 jam yang lalu
Richard Lee Resmi Dilimpahkan...
Richard Lee Resmi Dilimpahkan ke Kejati Banten, Tinggal Tunggu Jadwal Sidang Perdana
8 jam yang lalu
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
20 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved