Kate Spade, Mantan Jurnalis Sukses Jadi Pengusaha

Jum'at, 23 Februari 2018 - 16:00 WIB
Kate Spade, Mantan Jurnalis...
Kate Spade, Mantan Jurnalis Sukses Jadi Pengusaha
A A A
KATE Spade dikenal sebagai pengusaha dan desainer ternama asal Amerika Serikat. Sebelum menjadi pengusaha, dia merupakan seorang jurnalis yang memiliki hasrat mendesain aksesori dan tas dengan gaya unik dan klasik.

Perempuan yang bernama asli Katherine Noel Brosnahan ini lahir pada 24 Desember 1962 di Kota Kansas, Missouri, Amerika Seikat. Sebelum menikahi suaminya, Andy Spade, dia dikenal dengan nama panggilan Kate Valentine. Setelah menyelesaikan studinya di St Teresas Academy, sekolah katolik khusus perempuan bersama saudaranya, Rhetta, Kate melanjutkan studinya di University of Kansas. Kemudian, dia pindah dan menyelesaikan studinya di Arizona State University. Kate mengambil bidang jurnalistik dan sempat bekerja di sebuah bar khusus sepeda motor.

Pada masa mudanya, Kate menjadi anggota Omega Chapter dari Kappa Kappa Gamma soronity. Pada 1985, setelah memperoleh gelar jurnalistik, Kate bekerja sebagai jurnalis di majalah Mademoiselle di New York City. Dia menaruh pengetahuan dan minatnya pada bidang aksesori di majalah itu selama lima tahun. Pada 1991, Kate meninggalkan Mademoiselle dengan menyandang gelar senior fashion editor dan kepala pimpinan aksesori.

Selama bekerja menjadi jurnalis, Kate melihat bahwa ritel saat itu tidak memiliki fashion bag, maka itu dia terinspirasi untuk mendesain tas fashion. "Saya berkeliling pasar loak dan meneliti gaya yang berbeda. Saya mengestimasi biaya produksi, kain, dan menciptakan trademark tas dengan gaya klasik," ujar Kate dilansir katespade.com.

Kate kemudian membangun bisnisnya lebih serius dengan suaminya, Andy Spade, sejak Januari 1993. Dari sanalah dia mulai dikenal dengan sebutan Kate Spade. Kate dan suaminya meluncurkan perusahaan desain bernama Kate Spade Handbags yang berbasis di New York. Dengan modal USD35.000 (Rp525 juta) yang diambil dari tabungan suaminya, bisnis tas pun dia mulai.

Sesuai namanya, keduanya awalnya menjual tas tangan, tetapi akhirnya diperluas ke pakaian, perhiasan, sepatu, alat tulis, kacamata, barang bayi, wewangian. "Kami juga menjual meja, tempat tidur, dan hadiah dengan desain unik," ujar Kate.

Pada 1996, Kate dan suaminya membuka butik pertamanya, sebuah toko seluas 400 kaki persegi yang terletak di Distrik SoHo yang trendi di Manhattan. Tidak berselang lama, keduanya memiliki butik seluas 10.000 kaki persegi di West 25th Street. "Pada 2004, kami meluncurkan koleksi home furniture yang diberi nama Kate Spade at Home. Koleksinya terdiri atas bedding, bath items, dan bermacam perlengkapan interior rumah dan wallpaper," sebut Kate.

Seiring waktu, perusahaan ini tumbuh mencakup beberapa gerai ritel dan menjual produknya melalui toko-toko kelas atas. Meskipun pada 1999 menjual sebagian sahamnya ke Neiman Marcus Group, Kate tetap aktif dalam label tersebut.

Setelah 25 tahun berlalu, kini Kate Spade sudah menjadi label yang sangat sukses. Kate Spade memiliki 180 toko yang tersebar di seluruh dunia. Berbagai tas dan produksi fashion lainnya dari brand tersebut juga dijual di lebih dari 450 toko di berbagai negara. Perusahaan tumbuh mencakup gerai ritel dan menjual produk melalui toko-toko kelas atas, seperti Bloomingdale's, Saks Fifth Avenue, dan Neiman Marcus.

Kate telah memenangkan banyak penghargaan selama kariernya. Pada 1996, The Council of Fashion of Fashion Designer of America menganugerahi Kate Spade sebagai Americas New Fashion Talent in Accessories untuk desainnya yang klasik. Pada 1998, CFDA sekali lagi memberikan kehormatan untuknya dalam Best Accessory Designer of The Year.

Sedangkan, home collection milik Kate Spade telah memenangkan tiga awards pada 2004, di antaranya House Beautifuls "Giant of Design Awards for Tastemaker", Bon Appetits "American Food and Entertaining Awards for Designer of the Year". Dia juga mendapat penghargaan dari Elle Décors, yakni Elle Décor International Design Awards for Bedding.

Pada 2017, dia disambut di Hall of Fame Pengusaha di Henry W Bloch School of Management di University of Missouri, Kansas City, berkat kesuksesannya sebagai pengusaha. Pada 2017, dia pun dinobatkan sebagai Most Creative People in Business oleh Fast Company. "Ini dimulai dari awal dan kemewahan dimulai seperti itu lagi," ujar Kate.
(amm)
Berita Terkait
Jalani Traveling Tailor...
Jalani Traveling Tailor saat Pandemi, Samuel Wongso Merasa Agak Lebay
Kimono Ini Pas Dipakai...
Kimono Ini Pas Dipakai di Masa Pandemi Corona
STRD, Merek Eksklusif...
STRD, Merek Eksklusif Desainer Sutardi Siap Melenggang di Dunia Fesyen Tanah Air
Koleksi Pre Fall Tory...
Koleksi Pre Fall Tory Burch yang Tomboy
Padukan Warisan Budaya,...
Padukan Warisan Budaya, Poppy Dharsono Kenalkan Fashion Lokal di Italia
Muffest 2024 Hadirkan...
Muffest 2024 Hadirkan Koleksi Bertema Enchanted Bridal
Berita Terkini
Nyaris Kaya Mendadak,...
Nyaris Kaya Mendadak, Driver Ojol Tak Menyangka Temuan Ini Disebut Jeratan Gaib
8 jam yang lalu
Miyako Gelar Lomba Desain,...
Miyako Gelar Lomba Desain, Ajak Mahasiswa Berkreasi dan Dukung Pendidikan di NTT
8 jam yang lalu
Tantri Kotak Beberkan...
Tantri Kotak Beberkan Awal Mula Jadi Korban Penipuan, Bermula dari Teman Sekolah Anak
8 jam yang lalu
Insting Buruknya Jadi...
Insting Buruknya Jadi Nyata! Pengemudi Ojol Ngaku Jadi Target Ilmu Hitam hingga Alami Kecelakaan
9 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Tobat...
Sinopsis Sinetron 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 4: Tingkah Lucu Warga Kampung Sindang Barang Tetap Mewarnai Suasana
9 jam yang lalu
Industri Perfilman Indonesia...
Industri Perfilman Indonesia Masuki Era Baru Pendanaan Digital, Puluhan Proyek Film Siap Dikembangkan
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved