Tuangkan Ekspresi Jiwa di Konser Tunggal Romantic Schizoprenic

Selasa, 27 Februari 2018 - 13:23 WIB
Tuangkan Ekspresi Jiwa...
Tuangkan Ekspresi Jiwa di Konser Tunggal Romantic Schizoprenic
A A A
JAKARTA - SALAH satu pianis muda bertalenta, Reza Sjarfi, akan menggelar konser tunggal di Goethe Institute, Menteng, Jakarta, Jumat (2/3).

Lewat pergelaran konser itu, dia ingin menuangkan ekspresi jiwanya sekaligus mengenalkan musik klasik kepada generasi muda. Dalam konser nanti Reza tidak sendirian. Agar emosi jiwanya bisa lebih diwujudkan dan dirasakan penonton, pianis berusia 30 tahun ini ikut menggandeng sejumlah musisi lain, antara lain, Dhani Robertus (violinist), Dwipa Hanggana (cellist, pengajar di Sekolah Seni JakArt), Devie Liana (soprano, pengajar di Sekolah Seni JakArt), dan Andreas Kumbang Dwi Prabowo (tenor) yang tergabung dalam grup Chamber Music Escala.

"Saya akan mengekspresikan kehidupan atau emosi jiwa saya melalui nada-nada dalam piano. Buat saya, belajar main musik klasik itu seperti belajar kehidupan. Setiap not mempunyai arti yang memperkuat dan menghidupi not lain. Untuk itulah, saya ingin membagikan kepada semua orang, terutama generasi muda, untuk menyenangi musik klasik ini," kata Reza, saat ditemui di Kawasan Witana Wiharja Pamulang, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.

Reza juga menjelaskan makna "Romantic Schizoprenic". Dia memilih tema konser itu karena terinspirasi dari kata Skizofrenia yang merupakan istilah kejiwaan. Jadi, memang dalam konser nanti dirinya akan menuangkan isi kejiwaannya lewat karya musik.

"Lagu-lagu yang akan dibawakan dalam konser ini diinspirasi kisah nyata seorang anak laki-laki yang di suatu waktu mengalami fase titik terendah dalam hidupnya di mana semua warna, suara, dan cahaya menghilang. Musik yang berada di konser ini memiliki bentuk skizofrenia, yaitu suatu perubahan emosi, karakter yang sangat kontras," ujar pria lulusan S-1 Komunikasi Universitas Indonesia pada 2004 ini.

Pianis berkacamata ini mengatakan, tema tersebut diambil untuk saling mengingatkan bahwa manusia hidup harus saling menghargai satu sama lain.

"Di konser nanti, kami menerapkan ide dan konsep bermusik bahwa satu not mempunyai value atau nilai dan antara satu not dengan not yang lain tersebut harus saling menghargai," kata Reza. (Thomasmanggalla)
(nfl)
Berita Terkait
Manfaat Nonton Konser...
Manfaat Nonton Konser bagi Kesehatan, Salah Satunya Atasi Depresi
Puluhan DJ Internasional...
Puluhan DJ Internasional Bakal Gebrak Panggung DWP 2024
ANTINRML Tour 2026 Resmi...
ANTINRML Tour 2026 Resmi Digelar, Gabungkan Hip-Hop, EDM, dan Dangdut
Konser BMTH Jakarta...
Konser BMTH Jakarta Dihentikan di Tengah Set, Penonton Ricuh Naik ke Atas Panggung
Yamaha International...
Yamaha International Highlight Concert 2023 Hadirkan Bakat Musik Anak dari 40 Negara
Konser Bring Me The...
Konser Bring Me The Horizon di Jakarta Hari Kedua Batal Akibat Penonton Ricuh
Berita Terkini
Cut Meyriska dan Roger...
Cut Meyriska dan Roger Danuarta Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya Imbas Kasus Hanania Travel
4 menit yang lalu
Praz Teguh Tegaskan...
Praz Teguh Tegaskan Tak Terima Aliran Dana Hanania Group, Hanya Uang Saku Umroh
32 menit yang lalu
Kronologi Haji Bolot...
Kronologi Haji Bolot Dilarikan ke RS karena Serangan Jantung, Bermula dari Sesak Napas
1 jam yang lalu
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
2 jam yang lalu
Solusi Cerdas Berlibur:...
Solusi Cerdas Berlibur: Perjalanan Nyaman dengan Layanan Paylater
15 jam yang lalu
PRJ 2026 Jadi Ruang...
PRJ 2026 Jadi Ruang Kebersamaan Keluarga di Ibu Kota
16 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved