Cara Melakukan Olahraga Ringan di Kendaraan

Kamis, 01 Maret 2018 - 11:08 WIB
Cara Melakukan Olahraga...
Cara Melakukan Olahraga Ringan di Kendaraan
A A A
JAKARTA - Macet memang sulit untuk dihindari di kota besar. Rasa pegal dan lelah, serta emosi biasanya menyertai ketika terjebak di tengah kemacetan. Baiknya lakukan olahraga ringan agar tubuh tetap fit.

Kemacetan menjadi pemandangan umum pada pagi dan sore hari. Bahkan, meningkatnya volume kendaraan membuat kemacetan bukan hanya terjadi di dua waktu itu. Waktu berjam-jam habis terbuang di jalanan. Tenaga juga terkuras. Kalau sudah begini, rasa lelah dan emosi pun muncul.

Daripada terjebak dalam aura negatif, lebih baik lakukan olahraga ringan di kendaraan. Seperti dituturkan dr Michael Triangto SpKO, sebetulnya tiap orang dapat melakukan mini workout atau olahraga ringan selama perjalanan.

“Dengan begitu, otot-otot yang kaku dapat diregangkan sehingga dapat tetap menjaga fungsi otot itu. Manfaatnya untuk menghilangkan rasa pegal, lelah, dan menyiapkan fisik agar siap beraktivitas begitu sampai tempat tujuan,” sebutnya ketika diwawancarai KORAN SINDO.

Gerakan yang dilakukan cukup sederhana. Langkah pertama, angkat tangan kanan ke depan dengan jari tangan menghadap ke atas. Lalu dengan tangan kiri, tekan jari tangan kanan ke arah belakang, tahan lima detik. Hadapkan jari tangan kanan ke bawah dan tahan lima detik dengan tangan kiri.

Lakukan bergantian tangan kiri, dan ulangi masingmasing dua kali. “Ini berguna untuk meregangkan pergelangan tangan,” ujar Michael. Kemudian untuk peregangan di bahu, putar bahu ke depan tiga kali dan ke belakang juga tiga kali. Sementara, untuk peregangan di punggung, dalam posisi duduk tegak, taruhlah kedua tangan di belakang kepala.

Tahan posisi ini selama lima detik, lalu rileks. Ulangi sebanyak tiga kali. Adapun untuk bagian punggung, bisa meletakkan kedua lengan di pinggang dan busungkan dada. Pada saat dada dibusungkan, perut dikunci. Tegakkan badan dan tahan dalam lima hitungan.

Rileks, lalu ulangi kembali sebanyak tiga kali. Anda juga bisa membawa mini cycle di kendaraan dan mengayuhnya selama perjalanan. Latihan untuk kekuatan otot paha ini bersifat aerobik yang bertujuan meningkatkan denyut jantung selama durasi tertentu. Aerobik bermanfaat dalam meningkatkan aliran oksigen ke otot dan jantung sehingga tubuh menjadi lebih sehat.

“Latihan aerobik tidak ada batasan selama kita masih sanggup melakukannya. Nah mengayuh mini cycle ini kesannya sederhana, tapi kalori yang dibakar akan memberi nilai akumulasi yang cukup tinggi daripada hanya diam. Bayangkan kalau dilakukan selama dua jam,” kata Michael.

Dilanjutkannya, mini cycle fungsinya sama dengan sepeda statis namun lebih praktis. Bisa digunakan ketika menonton televisi, atau sedang mengetik sekalipun dan bisa didapatkan di toko peralatan olahraga. Mengenai gerakan peregangan otot, Michael mengatakan cukup lakukan sehari sekali.

Namun, setiap dibutuhkan, misalnya untuk meregangkan bagian tubuh yang kaku, maka gerakan ini bisa dilakukan. Hanya ia mengingatkan, gerakan yang sudah dijabarkannya ini tidak boleh menimbulkan rasa sakit berlebihan. Sebab, tujuannya untuk sport therapy , yakni meningkatkan derajat kesehatan.

Sementara itu, dikutip dari Healthxchange.sg , berolahraga di kendaraan dapat membantu mengurangi ketegangan pada otot dan sendi yang kaku. “Ketika Anda berputar dan melakukan peregangan, Anda dapat mengurangi rasa kaku atau sakit pada sendi, termasuk ketegangan pada otot,” beber Jennifer Liaw, Senior Principal Physiotherapist, Department of Physiotherapy di Singapore General Hospital (SGH), bagian dari SingHealth group.

Bahkan, olahraga di kendaraan bisa amat berguna bagi mereka yang memiliki masalah di bagian tukang belakang, seperti leher atau pinggang bagian bawah. Terlalu lama menyetir dapat memicu nyeri di bagian tulang belakang.

Sementara terlalu lama memegang setir dan fokus pada jalanan selama perjalanan panjang dapat meningkatkan nyeri di leher. Nah yang perlu diperhatikan, jangan terlalu berlebihan dalam melakukan gerakan peregangan dan berhentilah jika merasakan sakit.

Jika Anda memang sudah memiliki gangguan di bagian leher, dan tulang belakang, maka ada baiknya konsultasi dahulu dengan dokter atau fisioterapis. Jangan lakukan olahraga ini ketika menyetir. Gunakan rem tangan jika tetap ingin meregangkan badan ketika sedang macet. (Sri Noviarni)
(nfl)
Berita Terkait
Para Bintang Dunia Puji...
Para Bintang Dunia Puji Khabib Usai Putuskan Pensiun
Kecelakaan Hebat dalam...
Kecelakaan Hebat dalam Ajang Balap Mobil F1
Bolehkah Olahraga saat...
Bolehkah Olahraga saat Perut Kosong? Ini Penjelasannya
Putra Presiden Turki...
Putra Presiden Turki Hadiri Fornas VIII NTB 2025: Sinyal Pengakuan Dunia untuk Olahraga Rekreasi Indonesia
Korfball DKI Jakarta...
Korfball DKI Jakarta Gelar Coaching Clinic Bersama Pelatih Belanda Raymond Mollet
31 Negara Siap Ramaikan...
31 Negara Siap Ramaikan Kejuaraan Dunia Sambo Junior di Bogor
Berita Terkini
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
1 jam yang lalu
Mengenal HYROX, Olahraga...
Mengenal HYROX, Olahraga yang Disebut Mulai Geser Padel di Indonesia
1 jam yang lalu
Gold Medalist Berterima...
Gold Medalist Berterima Kasih kepada Penggemar yang Tetap Mendukung Kim Soo-hyun
2 jam yang lalu
Kangen Dono dan Kasino,...
Kangen Dono dan Kasino, Indro Warkop Ciptakan Lagu 'Dan Aku Rindu'
2 jam yang lalu
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
3 jam yang lalu
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST...
Rayakan 10 Tahun, INDOFEST 2026 Targetkan 60.000 Pengunjung dan Transaksi Rp60 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved