Manjakan Lidah dan Mata Sekaligus di Kampoeng Minahasa

Minggu, 04 Maret 2018 - 09:58 WIB
Manjakan Lidah dan Mata...
Manjakan Lidah dan Mata Sekaligus di Kampoeng Minahasa
A A A
MANADO - Selain tempat unik serta lokasinya yang cukup strategis, rumah makan bernama Kampoeng Minahasa ini tak sulit untuk dijangkau.

Kalau Anda niat ke sana, jangan bicara atau membayangkan rasa ikan bakarnya nan renyah dengan penyajiannya yang berbeda, tapi jelajahi dulu venue-nya. Berada di jalur Ring Road Manado, tempat makan ini memang mudah dijangkau dari segala penjuru.

Pengunjung dari Tomohon, Bitung, Minahasa Utara, maupun Kota Manado tak butuh waktu lama untuk sampai di sana. Pun seandainya Anda baru tiba di Bandara Sam Ratulangi, kurang dari 30 menit pasti sampai, karena jalannya cukup luas dan bebas macet. Berlokasi sekitar 1 km dari interchange Manado Bypass, di depan (bakal) jalan tol Manado-Bitung, rumah makan ini membawa nama Minahasa.

Semua menu yang dihidangkan dijamin 100% halal. Makan siang di sini terasa pas, apalagi jika suasana benar-benar panas. Begitu masuk ke lokasi, meski pikiran sedang penat, mendadak bakal langsung adem. Tempat duduk di sini unik seperti tempat duduk ala kedai-kedai makan di Yogyakarta, sehingga memunculkan kesan teduh dan kebersahajaan.

Atau barang kali Anda mau memilih tempat makan yang mengambil konsep gazebo? Di sini juga tersedia. Bahkan, tempat duduk seperti gerobak sapi (cikar) agar Anda bisa merasakan bagaimana anak desa bergelut mengarungi kehidupan saat di kampung, pun ada.

Tinggal pilih, sebab semua bagus untuk berswafoto. Ketika sudah mendapatkan lokasi yang pas dan terasa nyaman, sesaat itu pula para pelayan langsung menghampiri pengunjung dengan membawa dua jenis menu. Di sana tertera berbagai pilihan makanan dan beragam minuman.

Akhirnya yang ditunggu pun tiba. Anda akan dibuat penasaran dengan mujair bakar rica yang menjadi menu andalan di sini. Ikannya segar, karena langsung diambil dari akuarium. Cara meraciknya juga beda. Menurut Manajer Kampoeng Minahasa Toms Sondakh, mujair di sini cita rasanya pasti tidak sama dengan hidangan sejenis di tempat lain.

Bukan hanya bau amis ikan yang tak terendus sama sekali, bumbunya pun membuat ketagihan setiap pengunjung yang memesan. “Ikan tersebut benar-benar bersih. Kami tidak menyajikannya secara utuh, tapi sudah dibelah,” kata Toms. Dalam prosesnya, mujair setelah di bersihkan kemudian direndam dengan campuran air jeruk dan cuka.

Setelah itu, baru ikan masuk ke proses pembakaran selama sekitar satu menit, lalu di siram lagi dengan air jeruk dan minyak. Dalam kondisi ikan setengah matang, barulah ditambahkan cabai (rica) bakar. “Dengan begitu, rasa bumbu dan pedasnya benar-benar meresap. Maka itu, setiap kali orang makan berasa tak puas dan ingin tambah lagi,” ujar Toms.

Para pengunjung di sini diberikan kebebasan untuk menggunakan media apa sebagai alas makannya. Pada umumnya pengunjung minta meng gunakan piring atau anyaman, tetapi bagi yang suka sensasi dan ini menjadi ciri khas Kampoeng Minahasa, ma kanan bisa disajikan di sosiru (tampah) dan beralaskan daun pisang. Jadi berasa beda, benar-benar “kampung”.

Menu paket mujair ini beragam pilihannya. Ada yang berukuran kecil, sedang, atau besar. Soal harga tak berbeda jauh dengan tempat makan lain. Hanya di kisaran Rp35.000-45.000 per paket. Pencinta pedas cocok makan di tempat ini. Sambalnya berasa lain. Kalau biasanya hanya campuran tomat, cabai, bawang merah yang diiris dan dicampur minyak, di tempat ini dise diakan pula dua jenis sambal sebagai pelengkap.

Apalagi kalau bukan sambal bakar yang benar-benar pedas rasanya. Jadi, pilih sesuai selera dan kemampuan Anda dalam menikmati pedasnya sambal khas Minahasa. Seandainya tak begitu suka mujair bakar, masih tersedia banyak menu lain. Seperti paket ikan tude, mas, atau tuna.

Semua dalam bentuk bakar atau goreng. Bukan hanya itu, ada juga menu ayam bakar, ayam goreng, ayam bulu, ayam lalapan, ayam leilem, tuturuga, sampai bebek langowan. Untuk menu minuman, pilih annya ada es campur, es nyonya, cendol, hingga es jagung. Sementara untuk jus, variannya ada jus alpukat, tomat, melon, semangka, pisang, dan sirsak. (Cahya Sumirat)
(nfl)
Berita Terkait
Gopek House, Lestarikan...
Gopek House, Lestarikan Kelezatan Kuliner Indonesia Peranakan melalui Pengalaman Kuliner Unik
Kolaborasi Budaya Indonesia...
Kolaborasi Budaya Indonesia dan Malaysia dalam Festival Kita Serumpun
Sarirasa Group Melalui...
Sarirasa Group Melalui Pantura Ungkap Kembali Perjalanan Rasa Jawa yang Terlupakan
Bantu Bisnis Kuliner...
Bantu Bisnis Kuliner Skala UKM, Endeus Gelar Cooking Class Virtual Gratis!
7 Makanan Paling Populer...
7 Makanan Paling Populer Khas Dayak, Salah Satunya Tempoyak dari Durian yang Difermentasi
5 Hidangan Alpukat ala...
5 Hidangan Alpukat ala Koki Berbintang Michelin
Berita Terkini
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
1 jam yang lalu
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
3 jam yang lalu
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
3 jam yang lalu
Konser Tehillim 2026:...
Konser Tehillim 2026: Angel Pieters Ungkap Pesan Mendalam di Balik Lagu Liliana Tanoesoedibjo
4 jam yang lalu
Jangan Cuma Top-Up,...
Jangan Cuma Top-Up, Yuk Kelola Saldo ShopeePay Kamu dengan 4 Langkah Ini!
4 jam yang lalu
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
5 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved