Hasil Penelitian, Vape Bisa Picu Kanker

Kamis, 15 Maret 2018 - 08:18 WIB
Hasil Penelitian, Vape...
Hasil Penelitian, Vape Bisa Picu Kanker
A A A
SEBUAH laporan penelitian baru mengungkapkan bahwa remaja yang menggunakan rokok elektronik atau vape sama saja mendekatkan diri mereka pada racun yang dapat menyebabkan kanker, terutama jika mereka memilih produk rasa buah.

“Tes urine menunjukkan peningkatan kadar lima racun berbeda di tubuh remaja yang menggunakan rokok elektrik atau vape. Dan semua racun diketahui atau diduga sebagai karsinogen,” kata pemimpin peneliti yang juga seorang profesor pediatri di Universitas California, San Francisco, Dr Mark Rubinstein seperti dilansir laman WebMD.

Menurutnya, salah satu alasan mengapa lebih banyak remaja menggunakan produk vape ini adalah mereka merasa aman dan atau lebih aman daripada merokok. “Berdasarkan hasil ini, jika remaja terus menggunakan produk ini selama bertahun-tahun, kami yakin ini bisa berbahaya,” papar dr Mark.

Racun akrolein, akrilamida, akrilonitril, crotonaldehida dan propilena oksida, semuanya termasuk dalam kelas bahan kimia yang dikenal sebagai senyawa organik volatil (VOC). Secara khusus, rokok elektrik rasa buah menghasilkan kadar akrilonitril yang jauh lebih tinggi secara signifikan.

Itu menjadi perhatian karena rasa buah yang paling populer di kalangan remaja dan akrilonitril adalah karsinogen yang diketahui. “Saat ini banyak rasa yang dipasarkan tampaknya jelas menargetkan remaja. Saya pikir sulit untuk membantah hal tersebut, senyawa organik volatil dilepaskan saat cairan rokok elektrik dipanaskan sampai pada titik ketika menjadi uap,” ucap dr Mark.

Cairan tersebut mengandung pelarut yang diberi aditif makanan tambahan, namun bila dipanaskan, aditif ini bisa membentuk senyawa kimia lainnya, termasuk VOC. VOC beracun juga hadir dalam tembakau-tembakau tradisional, dan dalam jumlah yang lebih banyak.

Para peneliti di balik studi baru tersebut mengatakan bahwa “pengguna ganda”, termasuk remaja yang bergantian antara merokok dan menggunakan rokok elektrik memiliki tingkat racun lima kali lebih tinggi daripada racun yang dihasilkan dari menggunakan rokok elektrik saja.

Penasihat ilmiah senior untuk American Lung Association, Dr Norman Edelman menuturkan hasil penelitian menunjukkan bahwa rokok elektronik tidak berbahaya karena beberapa orang mungkin berpikir menggunakan rokok elektrik lebih aman daripada merokok tembakau.

“Nah, memang benar jika mereka mengisap rokok yang mudah terbakar, mereka akan mendapatkan lebih banyak paparan zat berbahaya ini, tapi ini membuat cukup jelas bahwa rokok elektronik memang tidak aman,” ujar dr Norman.

Ia menambahkan bahwa semua rokok elektronik muncul memang untuk menciptakan VOC, bahkan yang tidak mengandung nikotin sekalipun.

Akrilonitril dan akrilamida VOC ditemukan pada tingkat yang tinggi dalam urine remaja yang mengatakan bahwa mereka tidak menggunakan cairan nikotin pada rokok elektrik. “Itu menarik dan mengejutkan kami. Meskipun sebagian besar remaja menggunakan produk yang mengandung nikotin, beberapa tidak melakukannya dan kami dapat menemukan racun ini bahkan di dalamnya,” kata dr Norman.

Ia juga mengatakan bahwa studi tersebut memperlihatkan asumsi yang salah karena rokok elektronik terlihat “lebih aman” daripada tembakau, mereka dapat berfungsi sebagai pengganti berhenti merokok sama sekali.

“Pendekatan yang paling aman adalah berhenti merokok. Dan untuk anak-anak pendekatan yang paling aman adalah pencegahan merokok. Yang saya khawatirkan bahwa semua pembicaraan tentang ‘lebih aman’ ini akan membuat kita melupakan pentingnya pencegahan merokok dan penghentian merokok,” imbuh dr Norman.

Ia juga melanjutkan bahwa Administrasi Makanan dan Obatobatan Amerika perlu meningkatkan regulasi rokok elektrik, terutama bila menyangkut penggunaan remaja dan produk buah-buahan yang tampaknya menargetkan remaja.

“Saya yakin perlu ada peraturan yang lebih besar untuk mencegah remaja menggunakan produk ini,” sebut dr Mark. (Iman Firmansyah)
(nfl)
Berita Terkait
Waspada, Perokok Sangat...
Waspada, Perokok Sangat Rentan Kena 56 Penyakit
7 Dampak Buruk Rokok...
7 Dampak Buruk Rokok bagi Wanita, Wajib Tahu!
Merokok di Pagi Hari...
Merokok di Pagi Hari Berisiko Picu Kanker Mulut dan Paru-paru
Dokter Spesialis Paru:...
Dokter Spesialis Paru: Dampak Perokok Aktif dan Pasif Sama Bahayanya
Bahaya Rokok Elektrik...
Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan, Efek Candu hingga Kerusakan Paru Permanen
Vape atau Rokok Konvensional,...
Vape atau Rokok Konvensional, Manakah yang Lebih Berbahaya?
Berita Terkini
Dituding Egois, Jennifer...
Dituding Egois, Jennifer Coppen Ungkap Alasan Justin Hubner Lewatkan Final Piala Dunia
9 jam yang lalu
Brand Lokal Indonesia...
Brand Lokal Indonesia Kian Mendunia, Sukses Raih Indonesia Most Powerful Brands in Global Market 2026
10 jam yang lalu
Nantikan Teaser Poster...
Nantikan Teaser Poster Serial My Chef In Crime, Ada Misteri yang Siap Bikin Penasaran di VISION+
10 jam yang lalu
Liburan Pertama Alyssa...
Liburan Pertama Alyssa Daguise Bareng Baby Soleil ke Bali, Potretnya Bikin Gemas
10 jam yang lalu
Bukan Sakit Biasa, Mas...
Bukan Sakit Biasa, Mas Den Ungkap Kejanggalan sebelum Ayahnya Meninggal
10 jam yang lalu
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China 'Rising Before Fate' di V+Short, Simak Sinopsisnya
12 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved