Merokok di Pagi Hari Berisiko Picu Kanker Mulut dan Paru-paru
Selasa, 31 Oktober 2023 - 09:05 WIB
loading...
Studi terbaru menemukan bahwa merokok di pagi hari dapat meningkatkan risiko kanker mulut dan paru-paru. Merokok di pagi hari juga merupakan tanda kecanduan. Foto/Getty Images
A
A
A
JAKARTA - Studi terbaru menemukan bahwa merokok di pagi hari dapat meningkatkan risiko terkena kanker mulut dan paru-paru . Merokok di pagi hari juga merupakan tanda kecanduan yang parah.
Banyak orang langsung merokok setelah bangun tidur, saat sarapan, atau sebelum mulai bekerja di kantor. Kebiasaan ini mematikan dan sangat berisiko, terutama di kalangan perokok muda.
Dilansir dari Times of India, Selasa (31/10/2023) para peneliti menemukan bahwa merokok dalam waktu 30 menit setelah bangun tidur akan meningkatkan risiko Anda terkena kanker mulut dan paru-paru.
“Kami menemukan bahwa perokok yang mengonsumsi rokok segera setelah bangun tidur memiliki tingkat NNAL yang lebih tinggi – suatu metabolit NNK karsinogen spesifik tembakau – dalam darah mereka dibandingkan perokok yang tidak merokok setengah jam atau lebih setelah bangun tidur, berapapun jumlah rokok yang dikonsumsi,” kata Steven Branstetter, asisten profesor kesehatan biobehavioral, Penn State.
Baca Juga: Rokok Sumber Polusi dalam Ruangan Nomor 1, Kadar Polutannya Setara Asap Knalpot
Banyak orang langsung merokok setelah bangun tidur, saat sarapan, atau sebelum mulai bekerja di kantor. Kebiasaan ini mematikan dan sangat berisiko, terutama di kalangan perokok muda.
Dilansir dari Times of India, Selasa (31/10/2023) para peneliti menemukan bahwa merokok dalam waktu 30 menit setelah bangun tidur akan meningkatkan risiko Anda terkena kanker mulut dan paru-paru.
“Kami menemukan bahwa perokok yang mengonsumsi rokok segera setelah bangun tidur memiliki tingkat NNAL yang lebih tinggi – suatu metabolit NNK karsinogen spesifik tembakau – dalam darah mereka dibandingkan perokok yang tidak merokok setengah jam atau lebih setelah bangun tidur, berapapun jumlah rokok yang dikonsumsi,” kata Steven Branstetter, asisten profesor kesehatan biobehavioral, Penn State.
Baca Juga: Rokok Sumber Polusi dalam Ruangan Nomor 1, Kadar Polutannya Setara Asap Knalpot
Lihat Juga :