Duduk Terlalu Lama Menurunkan Kemampuan Orang Dewasa Mengingat

Selasa, 17 April 2018 - 19:48 WIB
Duduk Terlalu Lama Menurunkan...
Duduk Terlalu Lama Menurunkan Kemampuan Orang Dewasa Mengingat
A A A
JAKARTA - Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari University of California, Los Angeles (UCLA) menunjukkan bahwa kebiasaan sedenter dalam waktu lama seperti duduk seharian di tempat kerja bisa mempengaruhi kemampuan mengingat orang dewasa. Penelitian ini berfokus pada efek pasif pada otak.

"Secara spesifik, studi baru ini mengaitkan kebiasaan sedenter pada menipisnya lobus medial temporal yaitu area otak yang terlibat dalam pembentukan ingatan baru. Penipisan ini bisa jadi pendahulu dari penurunan kognitif dan demensia pada orang dewasa dan lansia," tulis penelitian tersebut.

Dilansir dari Live Science, penelitian ini melibatkan 35 responden berusia 45—75 tahun. Peneliti menanyakan beberapa hal terkait tingkatan aktivitas fisik dan rata-rata jam per hari yang digunakan untuk duduk pada minggu sebelumnya. Peneliti memindai otak setiap responden menggunakan magnetic resonance imaging (MRI) untuk melihat lobus medial temporal mereka.

Selanjutnya, hasil pindai diidentifikasi hubungan antara ketebalan area tersebut, aktivitas fisik dan kebiasaan duduk responden. Hasilnya menunjukkan bahwa responden menghabiskan 3-7 jam per hari untuk duduk dimana hal ini berhubungan dengan penipisan lobus medial temporal, di luar tingkatan aktivitas mereka.

"Kebiasaan sedenter adalah alat prediksi dari penipisan (lobus medial temporal) dan aktivitas fisik tersebut, meski tinggi tingkatannya, tidak cukup untuk mengimbangi efek berbahaya dari duduk untuk waktu yang lama. Tiap jam saat mereka duduk, ada penipisan dari otak," kata salah satu peneliti.

Meski demikian bukan berati duduk dalam waktu lama langsung memicu penipisan. Namun, peneliti menemukan adanya keterkaitan antara duduk dalam waktu lama dan struktur penipisan. Terkait temuan ini, peneliti juga berencana meneliti orang-orang yang duduk dalam waktu lama per hari guna memastikan apakah duduk dapat menipiskan lobus otak.

Selain itu, untuk meningkatkan kesehatan otak khususnya pada mereka yang berisiko tinggi alami penyakit alzheimer's para peneliti menyarankan untuk mengurangi kebiasaan sedenter dan memperbanyak aktivitas fisik.

"Kami juga akan mengeksplor peran gender, berat badan, dan ras pada efek dalam kesehatan otak dengan waktu duduk," kata dia.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Berita Terkini
Juan Persia Vanesya...
Juan Persia Vanesya Siapkan Mental dan Bahasa Inggris untuk Audisi Miss Indonesia 2026
21 menit yang lalu
Ikut Audisi Miss Indonesia...
Ikut Audisi Miss Indonesia 2026, Mutia Ingin Lawan Insecure
35 menit yang lalu
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Sambangi Yogyakarta, Cari Perempuan Berbakat dengan Kepedulian Sosial Tinggi
1 jam yang lalu
Resmi Menikah, Jennifer...
Resmi Menikah, Jennifer Coppen Disambut Hangat Keluarga Justin Hubner
2 jam yang lalu
Gejala Usus Buntu yang...
Gejala Usus Buntu yang Sering Diabaikan, Dari Nyeri Perut hingga Demam Mendadak
3 jam yang lalu
Kenapa Memijat Pelipis...
Kenapa Memijat Pelipis dan Pundak Bisa Meredakan Sakit Kepala? Ini Kata Dokter
3 jam yang lalu
Infografis
Januari 2025, Tercatat...
Januari 2025, Tercatat 146,5 Juta Orang Indonesia Memakai Pinjol
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved