Sukses Foya-Foya, Bangkrut Merana
Jum'at, 27 April 2018 - 14:03 WIB
Sukses Foya-Foya, Bangkrut Merana
A
A
A
Bagi mereka yang hidup bergelimang harta, kebangkrutan adalah ancaman di tengah-tengah kesuksesan. Banyak sebab mengapa seseorang mengalami kebangkrutan di antaranya persoalan gaya hidup, terlilit utang atau karena kasus perceraian.
Berikut sejumlah orang terkenal yang mengalami kebangkrutan setelah meraih puncak kesuksesan di bidangnya masing-masing.
MICHAEL JACKSON
Michael Jackson bisa dibilang adalah penyanyi paling terkenal di planet ini. Ia telah menjual lebih dari 100 juta album selama berkarier di dunia musik. Namun karena gaya hidup mewahnya dan beberapa kasus hukum membuat penyanyi ini terlilit utang sebesar USD500 juta. Akibat kasus utangnya, The King of Pop ini stres berat. Hingga ia pun mengonsumsi berbagai obat-obatan. Sampai akhirnya pada 2009 ia ditemukan meninggal diduga karena overdosis.
BILLY JOEL
Billy Joel adalah penyanyi dan penulis lagu terkenal sepanjang era 70-an. Namanya melambung berkat lagu "Just The Way You Are". Sepanjang karier bermusiknya, pria kelahiran New York, tahun 1964 ini telah menjual lebih dari 150 juta album dan 23 juta eksemplar album greatest hits. Billy disebut-sebut artis solo ketiga terlaris sepanjang masa di AS. Di tengah kesuksesannya, Billy menghadapi beberapa masalah keuangan. Saat bercerai dengan istri pertamanya, Billy harus mengeluarkan jutaan USD, ditambah lagi dengan ulah sang manajer yang menggelapkan uang miliknya. Semua ini membuatnya mengalami kebangkrutan.
MC HAMMER
Bagi penyuka musik rap, mungkin tak asing lagi dengan nama MC Hammer. Di puncak popularitasnya, rapper ini mendapatkan pendapatan USD30 juta (Rp391,5 miliar) per tahunnya. Namun penyanyi pemilik nama asli Stanley Burrell ini hidup berfoya-foya. Antara lain membeli rumah seharga USD1 juta (Rp13 miliar) dengan 200 pembantu, menghabiskan USD30 juta (Rp391,2 miliar) untuk merenovasi rumah baru hingga terjerat kasus plagiat yang berujung tuntutan USD13 juta (Rp169 miliar). Bisnisnya juga banyak gagal yang menyebabkan utang menumpuk. Hammer mengalami kebangkrutan pada 1996.
WILLIE NELSON
Willie Hugh Nelson atau yang akrab dipanggil Willie Nelson adalah penyanyi dan pencipta lagu musik country asal AS. Ia juga seorang penulis, penyair, aktor, dan aktivis. Masalah Willie Nelson dengan IRS atau pihak pajak hampir sama legendarisnya dengan karier bermusiknya. Berkat saran buruk dari perusahaan pajaknya, ia harus membayar tunggakan sebesar USD32 juta (Rp417 miliar). Itu pun masih belum cukup membayar utang-utangnya. Pihak pajak lalu datang dan membuat sebuah kesepakatan. Willie membuat sebuah album dan akan membagi hasil penjualan albumnya dengan pemerintah. Album berjudul Who'll Buy My Memories hanya terjual 160.000 eksemplar.
DAVID SEGEL
David Segel adalah pengusaha real estate sukses AS. Dengan semua kekayaannya, pada 2008 ia dan istrinya Jackie membangun rumah besar nan mewah. Di dalamnya dibangun 30 kamar mandi dan tempat skating seluas 90.000 meter persegi. Namun semuanya lenyap begitu krisis moneter melanda negeri paman Sam. Pasar saham yang ambruk ditambah keduanya sering melakukan pemborosan membuat keluarga ini kehilangan segalanya alias bangkrut.
EIKE BATISTA
Eike Batista dijuluki orang terkaya di Brasil pada 2012. Kekayaannya berasal dari usaha tambang emas dan perak yang nilainya mencapai USD35 juta (Rp457 miliar). Namun semua kekayaannya itu habis karena overspending hingga Eike terlilit utang. Untuk membayar semua utang, aset di antaranya kapal, pesawat, dan bangunan disita oleh pemerintah. Eike memiliki utang lebih dari USD1 miliar.
MARK TWAIN
Samuel Langhorn Clemens, dikenal sebagai Mark Twain, adalah humoris dan penulis novel The Adventures of Huckleberry Finn. Dirinya menikmati gaya hidup kaya di sebagian besar karier profesionalnya saat hidup sebagai penulis. Selain penulis, Mark juga dikenal sebagai pengusaha. Namun usahanya itu mengalami banyak kerugian. Kerugian terbesarnya berasal dari Paige Compasitor, yaitu sebuah mesin cetak buatannya. Mark menghabiskan hampir USD8 juta (Rp10 miliar) hanya untuk menyempurnakan mesin tersebut. Sayangnya saat diluncurkan mesin tersebut tidak dapat beroperasi dan ia harus membayar semua utang-utangnya.
WALT DISNEY
Walt Disney adalah produser film, sutradara, animator, dan pengisi suara asal Amerika Serikat. Sebelum tenar, Disney pernah memiliki usaha di kampung halamannya di Kansas City, Missouri. Ia menciptakan film kartun "Lough O Grams" dan menjadi hits saat itu. Para investor mulai berdatangan dan menanamkan modal mereka hingga USD15.000 (Rp195 juta) Sayang, belum merasakan manisnya kesuksesan, perusahaan tersebut sudah diguncang kredit macet. Laugh O Gram Films akhirnya resmi dinyatakan bangkrut, dan asetnya digunakan membayar semua pinjaman. Agar berhemat, Disney tidur di kantornya dan makan makanan kaleng isi kacang.
BJORN BORG
Bjorn Borg adalah superstar tenis Swedia era 1970 yang menduduki peringkat nomor satu pemain dunia dengan koleksi 11 gelar Grand Slam. Di usia ke-26, ketika berada di masa jaya, Bjorn memutuskan mundur dari tenis. Di titik itulah jalan hidupnya mulai berubah. Dua pernikahannya berakhir pada perceraian. Ia bahkan menjadi pencandu obat-obatan terlarang bahkan sempat overdosis. Tapi semuanya itu membuatnya bangkit dari keterpurukan. Bjorn mulai membersihkan namanya dengan meluncurkan sebuah koleksi pakaian dan sebuah situs kencan.
Mereka Bangkit dari Kebangkrutan
Berada dalam kondisi bangkrut ternyata bukan akhir segalanya bagi hidup seseorang. Sejumlah orang di bawah ini mengajarkan bagaimana bisa bangkit menggapai sukses usai digerogoti kepailitan.
Henry Ford
Pengusaha pabrikan mobil ini menolak untuk mundur saat kedua pabrik manufaktur pertamanya bangkrut. Pabrik ketiganya dibangun pada 1903 saat Ford berumur 40 tahun, dan menjadikan dia sebagai multi miliuner.
Mickey Rooney
Aktor ini mengalami kebangkrutan pada 1962 setelah berutang sebesar USD1,75 juta pada Internal Revenue Service. Tapi, Rooney bisa menguasai keadaan dan bertahan di kariernya, bermain film, TV Show, dan pertunjukan langsung hingga saat ini.
Abraham Lincoln
Presiden Amerika Serikat ke-16 di era tahun 1833 ini mengalami kebangkrutan akibat bisnis yang gagal. Untungnya, Abe, panggilan akrab Abraham Lincoln, mendapatkan kesempatan lebih lama untuk membayar utangnya. Dia diperbolehkan mencicil utangnya selama 17 tahun kepada si pemberi kredit.
Toni Braxton
Di puncak kariernya, biduan Tony Braxton menjual lebih dari 15 juta album. Namun, ini tidak menghentikannya pada kebangkrutan diva itu pada 1998, saat dia berutang hingga USD3,9 juta. Akibatnya semua barang milik Braxton dijual termasuk dua penghargaan Grammy 1997. Braxton bangkit setahun kemudian dengan menandatangani kontrak senilai USD25 juta dengan label rekaman LaFace.
Larry King
Pembawa acara talk show yang melegenda ini sebenarnya mendeklarasikan kebangkrutannya 2 kali, tahun 1960 dan 1978, dikarenakan utang yang menggunung mencapai USD352.000. Namun 7 tahun setelah dia mengalami kebangkrutan kedua, Larry bisa membalikkan keadaan keuangannya dengan menandatangani kontrak bersama. CNN untuk program Larry King Live
Kasus Kebangkrutan Terbesar Sepanjang Sejarah
Enron
Pada 2001 terjadi skandal pembukuan besar-besaran di salah satu perusahaan raksasa energi yang bermarkas di Houston, Amerika Serikat (AS), yakni Enron. Fasilitas gaji yang luar biasa besar diyakini masa depan cerah bagi orang-orang yang bekerja di Enron. Namun, kesuksesan Enron ternyata hanya topeng. Kondisi asli perusahaan sebenarnya sangat mengerikan dengan jumlah utang sangat besar dan aset perusahaan minim, sehingga menyeret perseroan ke arah kebangkrutan pada 2001.
WorldCom
Perusahaan komunikasi terbesar kedua di AS ini menyatakan pailit pada 2002 setelah terbukti melakukan kecurangan dalam laporan keuangan. Penipuan yang dilakukan CEO WorldCom Bernard Ebbes, menyebabkan perusahaan telekomunikasi yang memiliki karyawan 80.000 orang tersebut bangkrut. Aset perusahaan senilai USD103,9 miliar pun.
Lehman Brothers
Investment Bank terkenal Lehman Brothers mengumumkan kebangkrutan pada September 2008 dengan aset ditaksir bernilai USD691 miliar. Banyak ahli ekonomi berpendapat peristiwa tersebut merupakan puncak dari krisis ekonomi yang berlangsung saat itu. Ditambah dengan keputusan pemerintah AS untuk tidak ikut campur membantu mereka keluar dari masalah.
MF Global Holdings
Perusahaan berusia lebih dari 200 tahun ini mendaftarkan pailit dan menjadi kasus kebangkrutan korporasi terbesar di Wall Street setelah Lehman Brothers pada September 2008. Malapetaka perusahaan pialang derivatif itu terjadi karena melakukan pertaruhan yang sangat berisiko pada surat utang Eropa.
Chrysler
Perusahaan mobil ini mengajukan kebangkrutan pada 2009. Chrysler mengajukan petisi pailit lebih awal 2 bulan dari General Motors (GM). Kondisi keuangan pada saat itu cukup genting, ditambah dengan bubarnya Lehman Brother pada September 2008. Pemerintah Amerika membantu dengan menjembatani kesepakatan dengan Fiat, produsen mobil asal Italia yang berhasil menyelamatkan Chrysler dari kebangkrutan. Perusahaan ini sekarang dikenal dengan nama Fiat Chrysler.
Washington Mutual (WaMu)
Pada musim gugur 2008, setelah berbagai upaya mencari suntikan dana segar mentok, Washington Mutual Inc (WaMu) akhirnya menyerah dan dinyatakan bangkrut. Kebangkrutan bank beraset USD307 miliar itu adalah yang terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat (AS). WaMu ditutup karena salah urus. (Bobby Firmansyah)
Berikut sejumlah orang terkenal yang mengalami kebangkrutan setelah meraih puncak kesuksesan di bidangnya masing-masing.
MICHAEL JACKSON
Michael Jackson bisa dibilang adalah penyanyi paling terkenal di planet ini. Ia telah menjual lebih dari 100 juta album selama berkarier di dunia musik. Namun karena gaya hidup mewahnya dan beberapa kasus hukum membuat penyanyi ini terlilit utang sebesar USD500 juta. Akibat kasus utangnya, The King of Pop ini stres berat. Hingga ia pun mengonsumsi berbagai obat-obatan. Sampai akhirnya pada 2009 ia ditemukan meninggal diduga karena overdosis.
BILLY JOEL
Billy Joel adalah penyanyi dan penulis lagu terkenal sepanjang era 70-an. Namanya melambung berkat lagu "Just The Way You Are". Sepanjang karier bermusiknya, pria kelahiran New York, tahun 1964 ini telah menjual lebih dari 150 juta album dan 23 juta eksemplar album greatest hits. Billy disebut-sebut artis solo ketiga terlaris sepanjang masa di AS. Di tengah kesuksesannya, Billy menghadapi beberapa masalah keuangan. Saat bercerai dengan istri pertamanya, Billy harus mengeluarkan jutaan USD, ditambah lagi dengan ulah sang manajer yang menggelapkan uang miliknya. Semua ini membuatnya mengalami kebangkrutan.
MC HAMMER
Bagi penyuka musik rap, mungkin tak asing lagi dengan nama MC Hammer. Di puncak popularitasnya, rapper ini mendapatkan pendapatan USD30 juta (Rp391,5 miliar) per tahunnya. Namun penyanyi pemilik nama asli Stanley Burrell ini hidup berfoya-foya. Antara lain membeli rumah seharga USD1 juta (Rp13 miliar) dengan 200 pembantu, menghabiskan USD30 juta (Rp391,2 miliar) untuk merenovasi rumah baru hingga terjerat kasus plagiat yang berujung tuntutan USD13 juta (Rp169 miliar). Bisnisnya juga banyak gagal yang menyebabkan utang menumpuk. Hammer mengalami kebangkrutan pada 1996.
WILLIE NELSON
Willie Hugh Nelson atau yang akrab dipanggil Willie Nelson adalah penyanyi dan pencipta lagu musik country asal AS. Ia juga seorang penulis, penyair, aktor, dan aktivis. Masalah Willie Nelson dengan IRS atau pihak pajak hampir sama legendarisnya dengan karier bermusiknya. Berkat saran buruk dari perusahaan pajaknya, ia harus membayar tunggakan sebesar USD32 juta (Rp417 miliar). Itu pun masih belum cukup membayar utang-utangnya. Pihak pajak lalu datang dan membuat sebuah kesepakatan. Willie membuat sebuah album dan akan membagi hasil penjualan albumnya dengan pemerintah. Album berjudul Who'll Buy My Memories hanya terjual 160.000 eksemplar.
DAVID SEGEL
David Segel adalah pengusaha real estate sukses AS. Dengan semua kekayaannya, pada 2008 ia dan istrinya Jackie membangun rumah besar nan mewah. Di dalamnya dibangun 30 kamar mandi dan tempat skating seluas 90.000 meter persegi. Namun semuanya lenyap begitu krisis moneter melanda negeri paman Sam. Pasar saham yang ambruk ditambah keduanya sering melakukan pemborosan membuat keluarga ini kehilangan segalanya alias bangkrut.
EIKE BATISTA
Eike Batista dijuluki orang terkaya di Brasil pada 2012. Kekayaannya berasal dari usaha tambang emas dan perak yang nilainya mencapai USD35 juta (Rp457 miliar). Namun semua kekayaannya itu habis karena overspending hingga Eike terlilit utang. Untuk membayar semua utang, aset di antaranya kapal, pesawat, dan bangunan disita oleh pemerintah. Eike memiliki utang lebih dari USD1 miliar.
MARK TWAIN
Samuel Langhorn Clemens, dikenal sebagai Mark Twain, adalah humoris dan penulis novel The Adventures of Huckleberry Finn. Dirinya menikmati gaya hidup kaya di sebagian besar karier profesionalnya saat hidup sebagai penulis. Selain penulis, Mark juga dikenal sebagai pengusaha. Namun usahanya itu mengalami banyak kerugian. Kerugian terbesarnya berasal dari Paige Compasitor, yaitu sebuah mesin cetak buatannya. Mark menghabiskan hampir USD8 juta (Rp10 miliar) hanya untuk menyempurnakan mesin tersebut. Sayangnya saat diluncurkan mesin tersebut tidak dapat beroperasi dan ia harus membayar semua utang-utangnya.
WALT DISNEY
Walt Disney adalah produser film, sutradara, animator, dan pengisi suara asal Amerika Serikat. Sebelum tenar, Disney pernah memiliki usaha di kampung halamannya di Kansas City, Missouri. Ia menciptakan film kartun "Lough O Grams" dan menjadi hits saat itu. Para investor mulai berdatangan dan menanamkan modal mereka hingga USD15.000 (Rp195 juta) Sayang, belum merasakan manisnya kesuksesan, perusahaan tersebut sudah diguncang kredit macet. Laugh O Gram Films akhirnya resmi dinyatakan bangkrut, dan asetnya digunakan membayar semua pinjaman. Agar berhemat, Disney tidur di kantornya dan makan makanan kaleng isi kacang.
BJORN BORG
Bjorn Borg adalah superstar tenis Swedia era 1970 yang menduduki peringkat nomor satu pemain dunia dengan koleksi 11 gelar Grand Slam. Di usia ke-26, ketika berada di masa jaya, Bjorn memutuskan mundur dari tenis. Di titik itulah jalan hidupnya mulai berubah. Dua pernikahannya berakhir pada perceraian. Ia bahkan menjadi pencandu obat-obatan terlarang bahkan sempat overdosis. Tapi semuanya itu membuatnya bangkit dari keterpurukan. Bjorn mulai membersihkan namanya dengan meluncurkan sebuah koleksi pakaian dan sebuah situs kencan.
Mereka Bangkit dari Kebangkrutan
Berada dalam kondisi bangkrut ternyata bukan akhir segalanya bagi hidup seseorang. Sejumlah orang di bawah ini mengajarkan bagaimana bisa bangkit menggapai sukses usai digerogoti kepailitan.
Henry Ford
Pengusaha pabrikan mobil ini menolak untuk mundur saat kedua pabrik manufaktur pertamanya bangkrut. Pabrik ketiganya dibangun pada 1903 saat Ford berumur 40 tahun, dan menjadikan dia sebagai multi miliuner.
Mickey Rooney
Aktor ini mengalami kebangkrutan pada 1962 setelah berutang sebesar USD1,75 juta pada Internal Revenue Service. Tapi, Rooney bisa menguasai keadaan dan bertahan di kariernya, bermain film, TV Show, dan pertunjukan langsung hingga saat ini.
Abraham Lincoln
Presiden Amerika Serikat ke-16 di era tahun 1833 ini mengalami kebangkrutan akibat bisnis yang gagal. Untungnya, Abe, panggilan akrab Abraham Lincoln, mendapatkan kesempatan lebih lama untuk membayar utangnya. Dia diperbolehkan mencicil utangnya selama 17 tahun kepada si pemberi kredit.
Toni Braxton
Di puncak kariernya, biduan Tony Braxton menjual lebih dari 15 juta album. Namun, ini tidak menghentikannya pada kebangkrutan diva itu pada 1998, saat dia berutang hingga USD3,9 juta. Akibatnya semua barang milik Braxton dijual termasuk dua penghargaan Grammy 1997. Braxton bangkit setahun kemudian dengan menandatangani kontrak senilai USD25 juta dengan label rekaman LaFace.
Larry King
Pembawa acara talk show yang melegenda ini sebenarnya mendeklarasikan kebangkrutannya 2 kali, tahun 1960 dan 1978, dikarenakan utang yang menggunung mencapai USD352.000. Namun 7 tahun setelah dia mengalami kebangkrutan kedua, Larry bisa membalikkan keadaan keuangannya dengan menandatangani kontrak bersama. CNN untuk program Larry King Live
Kasus Kebangkrutan Terbesar Sepanjang Sejarah
Enron
Pada 2001 terjadi skandal pembukuan besar-besaran di salah satu perusahaan raksasa energi yang bermarkas di Houston, Amerika Serikat (AS), yakni Enron. Fasilitas gaji yang luar biasa besar diyakini masa depan cerah bagi orang-orang yang bekerja di Enron. Namun, kesuksesan Enron ternyata hanya topeng. Kondisi asli perusahaan sebenarnya sangat mengerikan dengan jumlah utang sangat besar dan aset perusahaan minim, sehingga menyeret perseroan ke arah kebangkrutan pada 2001.
WorldCom
Perusahaan komunikasi terbesar kedua di AS ini menyatakan pailit pada 2002 setelah terbukti melakukan kecurangan dalam laporan keuangan. Penipuan yang dilakukan CEO WorldCom Bernard Ebbes, menyebabkan perusahaan telekomunikasi yang memiliki karyawan 80.000 orang tersebut bangkrut. Aset perusahaan senilai USD103,9 miliar pun.
Lehman Brothers
Investment Bank terkenal Lehman Brothers mengumumkan kebangkrutan pada September 2008 dengan aset ditaksir bernilai USD691 miliar. Banyak ahli ekonomi berpendapat peristiwa tersebut merupakan puncak dari krisis ekonomi yang berlangsung saat itu. Ditambah dengan keputusan pemerintah AS untuk tidak ikut campur membantu mereka keluar dari masalah.
MF Global Holdings
Perusahaan berusia lebih dari 200 tahun ini mendaftarkan pailit dan menjadi kasus kebangkrutan korporasi terbesar di Wall Street setelah Lehman Brothers pada September 2008. Malapetaka perusahaan pialang derivatif itu terjadi karena melakukan pertaruhan yang sangat berisiko pada surat utang Eropa.
Chrysler
Perusahaan mobil ini mengajukan kebangkrutan pada 2009. Chrysler mengajukan petisi pailit lebih awal 2 bulan dari General Motors (GM). Kondisi keuangan pada saat itu cukup genting, ditambah dengan bubarnya Lehman Brother pada September 2008. Pemerintah Amerika membantu dengan menjembatani kesepakatan dengan Fiat, produsen mobil asal Italia yang berhasil menyelamatkan Chrysler dari kebangkrutan. Perusahaan ini sekarang dikenal dengan nama Fiat Chrysler.
Washington Mutual (WaMu)
Pada musim gugur 2008, setelah berbagai upaya mencari suntikan dana segar mentok, Washington Mutual Inc (WaMu) akhirnya menyerah dan dinyatakan bangkrut. Kebangkrutan bank beraset USD307 miliar itu adalah yang terbesar sepanjang sejarah Amerika Serikat (AS). WaMu ditutup karena salah urus. (Bobby Firmansyah)
(nfl)