Tahun 2018, Singapura Bidik Wisatawan Muslim dari Indonesia
Rabu, 06 Juni 2018 - 18:30 WIB
Tahun 2018, Singapura Bidik Wisatawan Muslim dari Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Jaraknya yang cukup dekat dengan Indonesia membuat Singapura dipilih menjadi salah satu tujuan wisata oleh wisatawan Indonesia termasuk diantaranya wisatawan muslim. Sadar akan hal ini, Singapura pun terus berbenah dan kini menjadi destinasi ramah muslim.
"Sudah empat tahun berturut-turut, Singapura mendapatkan penghargaan sebagai destinasi ramah muslim dari MasterCard CrescentRating Global Mislim Travel Index (GMTI)," ujar Area Director Singapore Tourism Board (Indonesia) Raymond Lim di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (5/6/2018).
Dalam hal ini, Singapura unggul di antara negara-negara non-Organisatiom of Islamic Cooperation (non Organisasi Kerja Sama Islam). Penghargaan ini membantu memperkuat brand destinasi Singapura dengan membedakannya sebagai destinasi yang dapat menjadi inspirasi bagi wisatawan muslim untuk berbagi dan memperdalam passion mereka.
Kini segmen pasar wisatawan muslim pun sebagai salah satu fokus utama Singapura pada tahun 2018. Guna mendukung ini, beragam kerjasama dengan perusahaan dan tokoh-tokoh muslim sudah dilakukan. Diantaranya bekerja sama dengan penulis serial novel terlaris Muhasabah Cinta, Hijrah Cinta dan Islah Cinta asal Indonesia, Dini Fitria.
Dalam kesempatan Ini, penulis berhijab ini berkesempatan mengeksplor Singapura dengan mengunjungi destinasi ramah muslim dan memenuhi passionnya dalam travelling bersama buah hatinya berusia 9 bulan. Hal ini menunjukkan, bahwa Singapura selain ramah wisatawan Muslim namun juga ramah keluarga khususnya anak-anak.
"Kita juga bekerja sama dengan Dini Fitria, penulis novel asal Indonesia. Dia mengunjungi Singapura bersama anaknya yang masih 9 bulan. Perjalanannya bisa dilihat langsung di vlognya Dini. Artinya, Singapura cocok untuk wisatawan muslim dan keluarga,” kata dia.
Selain itu, guna memberikan kenyamanan bagi wisatan muslim, beragam restoran halal pun sudah banyak tersedia dan dapat ditemukan dengan mudah di Singapura. Begitu juga dengan sejumlah fasilitas pendukung seperti tempat ibadah. Dengan demikian, wisatawan muslim tak perlu khawatir lagi dengan masalah akomodasi dan makanan saat berwisata di Singapura.
"Pertumbuhan pengunjung Indonesia yang berlanjutan sebesar 2% dalam empat bulan pertama di tahun 2018 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ujar dia.
"Sudah empat tahun berturut-turut, Singapura mendapatkan penghargaan sebagai destinasi ramah muslim dari MasterCard CrescentRating Global Mislim Travel Index (GMTI)," ujar Area Director Singapore Tourism Board (Indonesia) Raymond Lim di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (5/6/2018).
Dalam hal ini, Singapura unggul di antara negara-negara non-Organisatiom of Islamic Cooperation (non Organisasi Kerja Sama Islam). Penghargaan ini membantu memperkuat brand destinasi Singapura dengan membedakannya sebagai destinasi yang dapat menjadi inspirasi bagi wisatawan muslim untuk berbagi dan memperdalam passion mereka.
Kini segmen pasar wisatawan muslim pun sebagai salah satu fokus utama Singapura pada tahun 2018. Guna mendukung ini, beragam kerjasama dengan perusahaan dan tokoh-tokoh muslim sudah dilakukan. Diantaranya bekerja sama dengan penulis serial novel terlaris Muhasabah Cinta, Hijrah Cinta dan Islah Cinta asal Indonesia, Dini Fitria.
Dalam kesempatan Ini, penulis berhijab ini berkesempatan mengeksplor Singapura dengan mengunjungi destinasi ramah muslim dan memenuhi passionnya dalam travelling bersama buah hatinya berusia 9 bulan. Hal ini menunjukkan, bahwa Singapura selain ramah wisatawan Muslim namun juga ramah keluarga khususnya anak-anak.
"Kita juga bekerja sama dengan Dini Fitria, penulis novel asal Indonesia. Dia mengunjungi Singapura bersama anaknya yang masih 9 bulan. Perjalanannya bisa dilihat langsung di vlognya Dini. Artinya, Singapura cocok untuk wisatawan muslim dan keluarga,” kata dia.
Selain itu, guna memberikan kenyamanan bagi wisatan muslim, beragam restoran halal pun sudah banyak tersedia dan dapat ditemukan dengan mudah di Singapura. Begitu juga dengan sejumlah fasilitas pendukung seperti tempat ibadah. Dengan demikian, wisatawan muslim tak perlu khawatir lagi dengan masalah akomodasi dan makanan saat berwisata di Singapura.
"Pertumbuhan pengunjung Indonesia yang berlanjutan sebesar 2% dalam empat bulan pertama di tahun 2018 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," ujar dia.
(alv)