Lokasi Wisata Hiu Paus di Desa Botubarani Makin Kesohor

Minggu, 01 Juli 2018 - 18:30 WIB
Lokasi Wisata Hiu Paus...
Lokasi Wisata Hiu Paus di Desa Botubarani Makin Kesohor
A A A
GORONTALO - Rasa penasaran terhadap ketenaran pantai di Desa Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo akhirnya terobati. Ini setelah melihat sendiri betapa pengunjung di lokasi pantai yang menjadi tempat wisata hiu paus itu yang tak pernah sepi.

Bahkan jika akhir pekan pengunjung membeludak. "Jika akhir pekan lebih dari 200 pengunjung datang ke lokasi ini," kata Akbar Huloli, salah satu penjual jasa sewa perahu untuk melihat hiu paus dari dekat, Minggu (1/7/2018).

Saking padatnya ratusan nelayan pun berinisiatif membuat empat pangkalan yang bisa dikunjungi wisatawan yang menyewa perahu. "Sejak ikan hiu paus ini datang migrasi ke sini lagi kami tak melaut apalagi ombak sedang tak bersahabat," kata dia.

Hiu paus baru kembali datang lima bulan terakhir setelah sebelumnya sekitar dua tahun lalu sempat menghilang. Menurut para nelayan, jika tak ada hiu paus yang datang desa tersebut sangat sepi selain aktivitas nelayan mencari ikan. Tak ada lagi keriuhan pengunjung wisatawan dari berbagi daerah apalagi luar negeri yang berdatangan.

Saat ini, ratusan tamu dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar dan Palu tak pernah absen untuk melihat langsung hiu paus itu. Orang-orang dari Maluku, Ternate hingga Papua juga berdatangan. Belum lagi dari luar negeri seperti Australia dan Belanda.

Namun ketika hiu paus itu pergi puluhan perahu hanya berjejer kosong, diparkir di bibir pantai. Belasan warung yang biasanya menjajakan beragam jajanan pun tutup.

Tapi, suasana kembali bergairah setelah sekitar 7 ekor hiu paus itu kembali datang. Desa di pesisir pantai selatan Gorontalo itu kembali terkenal apalagi ketika ribuan foto beredar luas di media sosial.

Puluhan hingga ratusan orang datang setiap hari untuk melihat dari dekat hiu paus (Rhincondon typus) yang muncul di perairan dekat kampung nelayan itu. Desa itu menjadi obyek wisata hiu paus yang kian kesohor.

Menurut sejumlah nelayan yang melayani wisatawan dulu hiu paus itu sempat mencapai 17 ekor. Namun, sekarang kadang terlihat ada 5 dan kemudian menjadi 7 ekor. "Kami hanya memberikan makan kulit atau kepala udang. Mereka jinak dan mendekat dan bisa dipegang," ujarnya.

Seorang pengunjung Suryani mengaku awalnya takut setelah hiu paus itu mendekat. "Ternyata jinak dan coba dipegang tapi diam,"katanya.

Kehadiran hiu paus itu membuat kehidupan nelayan bergairah. Banyak nelayan setempat beralih profesi, mereka berhenti melaut dan menyewakan perahu untuk para pengunjung dengan harga Rp75.000 untuk setiap 3 penumpang.
(alv)
Berita Terkait
Traveling Semakin Mudah...
Traveling Semakin Mudah dengan Fitur ini
5 Tips Solo Traveling...
5 Tips Solo Traveling untuk Wanita, Dijamin Aman dan Asyik
Kisah Tiktokers Muhammad...
Kisah Tiktokers Muhammad Ezra Lakukan Perjalanan Jakarta-Lombok Cuma Modal Rp250 Ribu, Kok Bisa?
6 Tips Solo Traveling...
6 Tips Solo Traveling Aman dan Berkesan untuk Para Perempuan
Akhir Pekan Ingin Wisata...
Akhir Pekan Ingin Wisata ke Alam dengan Mobil, Ini Tipsnya!
Tepati Janji, Cheria...
Tepati Janji, Cheria Holiday Terbangkan Tamu yang Gagal Traveling Gegara Pandemi
Berita Terkini
Kondisi Haji Bolot Mulai...
Kondisi Haji Bolot Mulai Membaik, Sudah Tak Keluhkan Sesak Napas
11 menit yang lalu
Ruben Onsu Curhat, Konflik...
Ruben Onsu Curhat, Konflik dengan Sarwendah Bikin Lelah Fisik dan Mental
44 menit yang lalu
Penyanyi Oliver Tree...
Penyanyi Oliver Tree Dikabarkan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter di Brasil
1 jam yang lalu
Jangan Sepelekan Kolesterol...
Jangan Sepelekan Kolesterol Tinggi, Diam-diam Sebabkan Serangan Jantung
1 jam yang lalu
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
2 jam yang lalu
Hari Keempat PRJ 2026...
Hari Keempat PRJ 2026 Padat Pengunjung, Area Kuliner Paling Ramai
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved