Tarian Tradisional Indonesia Tampil di Swedia

Minggu, 19 Agustus 2018 - 12:30 WIB
Tarian Tradisional Indonesia...
Tarian Tradisional Indonesia Tampil di Swedia
A A A
JAKARTA - Memperkenalkan budaya asli Indonesia kepada dunia bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui pementasan tari tradisional di luar negeri.

Cara ini juga menjadi upaya untuk mendekatkan budaya lokal Tanah Air kepada para calon wisatawan asing agar mau berkunjung ke Indonesia. Promosi wisata inilah yang dilakukan oleh Kedutaan Besar RI untuk Swedia.

Bertempat di Kungstrad Garden, Stockholm, Swedia, acara ini berlangsung selama dua hari berturut-turut dengan mengusung tema “Kampung Indonesia”. Kemeriahan terasa saat warga ibu kota Swedia itu disuguhi beragam tarian khas Indonesia, salah satunya oleh anak-anak duta seni dan misi kebudayaan pelajar Boyolali.

Tak hanya satu, tetapi ada beberapa tarian yang mereka sajikan, yakni Kusuma Bangsa, Kolo Krido, Bedaya Temanten, Jaran Kepang, Gotong Royong, dan tari Topeng Ireng. Para penari tampak lincah seirama dengan lagu yang didendangkan.

Penampilan mereka begitu menarik perhatian karena make-up dan kostum yang dikenakan sangat mencolok dan penuh warna-warni. Alhasil momen tersebut membuat warga setempat terpesona.

Dubes Indonesia untuk Swedia Bagas Hapsoro mengatakan, pihaknya sudah lama mempersiapkan tarian tersebut. Menurut dia, tarian yang dipersembahkan itu melambangkan bakti terhadap negara, yakni kusuma negara.

“Persiapannya cukup lama karena kita menghubungi kawan-kawan dari Indonesia dan alhamdulillah responsnya cukup bagus. Dari Pemerintah Daerah Jawa Barat, kemudian juga dari Yogyakarta dan alhamdulillah juga kita menerima Pemerintah Kabupaten Boyolali.

Jadi atas arahan dari Pak Bupati kami senang sekali,” ujar Bagas. Dia menambahkan, acara kesenian seperti ini diharapkan dapat meningkatkan arus kunjungan wisatawan dari Swedia ke Indonesia.

Dia menilai event seperti ini merupakan kesempatan bagi industri travel, operator tur, dan maskapai penerbangan untuk bekerja sama. “Jadi ini mudah-mudahan bisa melancarkan hubungan atau lalu lintas turis tidak hanya dari Swedia, tapi juga dari Latvia,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Boyolali Seno Samodro mengatakan, Festival Indonesia di Eropa ini merupakan event penting untuk menunjukkan budaya asli Indonesia, khususnya Boyolali.

Menurutnya keikutsertaan Boyolali pada festival kesenian di luar negeri bukan kali ini saja karena dalam enam tahun terakhir mereka selalu rutin ikut di beberapa negara. “Kita sudah enam kali berturut-turut baik itu yang di Kanada, Amerika, Asia, Eropa.

Dengan ini kita bisa memperkenalkan budaya tari ini ke seluruh penjuru dunia,” ujarnya. Seno juga berterima kasih kepada MNC Travel atas dukungannya terhadap acara tersebut. Dia berharap kerja sama dengan MNC Group bisa semakin ditingkatkan di masa mendatang.

Mengenai keikutsertaan pada penari remaja di acara promosi wisata itu, Seno mengatakan bahwa setiap tahunnya Pemkab Boyolali mengadakan audisi untuk mencari penari muda. Mereka yang lolos dilatih oleh kelompok budayawan di daerahnya.

Dengan memilih penari yang masih berusia muda, menurut dia, diharapkan saat dikirim ke luar negeri mereka akan melihat dunia luar sehingga cakrawala berpikir nya akan semakin luas.

Head Marketing MNC Ttravel Diana Ring mengatakan, potensi wisata alam dan budaya yang ada di Boyolali sangat besar untuk bisa menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Boyolali. “Saya yakin adanya perform Boyolali di Swedia ini bisa mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia, khususnya Boyolali,” ujar Diana.

Sementara itu Martin, seorang pengunjung acara di Kedubes RI di Swedia, mengatakan, pertunjukan yang disajikan para penari sangat baik dan berwarna. “Anak-anak kami menyukainya karena ini dapat membangun imajinasi dari para pemerannya,” katanya.
(don)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Ruang Cinta Yang Tersisa,...
Ruang Cinta Yang Tersisa, Seni dan Kita di JDC
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
3 jam yang lalu
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
3 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
4 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
5 jam yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
5 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
6 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved