Memaknai Semangat Hidup dari Nara

Minggu, 09 September 2018 - 11:46 WIB
Memaknai Semangat Hidup...
Memaknai Semangat Hidup dari Nara
A A A
SEJAK pentas perdana pada 21 April 2003 di GOR Djarum Kaliputu-Kudus, Teater Djarum terus berproses memberi warna dalam dunia teater Indonesia.

Kemarin sore, bersama Galeri Indonesia Kaya, Teater Djarum mempersembahkan lakon berjudul Nara di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. “Lakon Nara tidak hanya menghibur, juga memiliki banyak pesan moral yang dapat menginspirasi penikmat seni.
Kami harap, lakon yang juga menjadi produksi ke-24 Teater Djarum ini dapat menjadi sajian yang bermanfaat bagi para penikmat seni yang hadir dan dapat menginspirasi para generasi muda Indonesia untuk berkarya,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Ditulis dan disutradarai oleh Asa Jatmiko, selama kurang lebih 60 menit, lakon Nara mengisahkan seorang perempuan sebatang kara bernama Nara yang tinggal di pesisir pantai bersama bocah kecil ceria bernama Gendhuk dan Ibu dari Gendhuk, yang sudah menganggap Nara seperti anak sendiri.

Nara merupakan perempuan cantik, cerdas, pemberani, dan kerap ikut melaut untuk membantu warga pesisir lainnya mencari ikan. Nara dibawa secara paksa ke Kotapraja oleh penguasa pesisir yang bernama Gola.

Tidak terima dipisahkan dengan Nara, Gendhuk dan Ibunya ikut bersama Nara ke Kotapraja. Di Kotapraja segalanya terpenuhi, Nara, Gendhuk, dan Ibu Gendhuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan tanpa harus berusaha keras.

Namun, kemudahan itu tidak serta-merta mem buat Nara bahagia. Di Kotapraja Nara merasa kemerdekaannya direnggut, karena Nara dijauhkan dari warga pesisir yang ia cinta, suasana pantai, dan ombak yang menjadi sumber keceria annya. Kemudahan-kemudahan tersebut pun hilang ketika Gola tiada.

Nara kini harus membayar pajak kepada Wira, pemimpin baru di Kotapraja. Sebagai sosok yang selalu bersemangat dan berusaha, Nara tidak menyerah. Nara membuka usaha galeri bersama seorang pengusaha bernama Prana.

Kesuksesan bisnis Nara membuat Wira geram dan akhirnya membakar galeri milik Nara. Bukan hanya usahanya yang hilang, Nara juga harus kehilangan Gendhuk, Ibu Gendhuk, dan Prana.

Nara yang merasa putus asa, akhirnya bangkit dengan semangat membara dan memulai semuanya kembali dari awal. “Lakon Nara merupakan simbolisasi dari semangat hidup yang tidak pernah menyerah. Nara yang beradaptasi dengan cara berpikir, budaya, dan gaya hidup yang berbeda dengan apa yang biasa ia rasakan.

Melalui sosok Nara ini, kami ingin mengajak penikmat seni untuk selalu bersemangat, gigih, dan pantang menyerah dalam menghadapi rintangan dan masalah di dalam kehidupan. Seperti api yang menyala, selalu menerangi dan memberi semangat bagi sekitarnya,” ujar Asa Jatmiko.
(don)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Ruang Cinta Yang Tersisa,...
Ruang Cinta Yang Tersisa, Seni dan Kita di JDC
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
13 menit yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
40 menit yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
1 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
1 jam yang lalu
Pesan Menyentuh Ruben...
Pesan Menyentuh Ruben Onsu untuk Anak di Hari Ulang Tahun, Singgung Kenangan yang Masih Disimpan
2 jam yang lalu
Sarwendah Minta Maaf...
Sarwendah Minta Maaf usai Video Kontroversial Viral, Akui Ucapannya Kurang Tepat
3 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved