Kasus Penyakit GERD Terus Meningkat

Kamis, 13 September 2018 - 13:56 WIB
Kasus Penyakit GERD...
Kasus Penyakit GERD Terus Meningkat
A A A
BERDASARKAN data Kementerian Kesehatan, penyakit yang berhubungan dengan gastrointestinal menduduki 10 besar penyakit terbanyak penderitanya di Indonesia. Pasien umumnya datang ke dokter dengan keluhan pada saluran pencernaan. Jurnal Digestive Endoscopy pada 2009 menampilkan studi yang dilakukan Prof Dr dr Dadang Makmun SpPD-KGEH.

Hasil studinya menunjukkan bahwa diare, gastroenteritis, dispepsia, dan GERD (gastroesophageal reflux disease) menempati penyakit terbanyak yang menyebabkan pasien berobat rawat jalan, apalagi dengan semakin merebaknya gaya hidup tidak sehat, yakni pola makan tidak sehat, seperti kurang serat dan banyak konsumsi daging atau cokelat, termasuk kebiasaan merokok.

“Walau tidak mengancam jiwa, pada kenyataannya sebagian besar penderita GERD mengalami kecemasan. Belum lagi, keluhan panas di dada dan perut tidak nyaman sehingga kualitas hidup menurun,” papar Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB FINASIM FACP dalam acara Peluncuran Yayasan Gastroenterologi Indonesia (YGI).

Dia melanjutkan, makanan berkadar lemak tinggi menyebabkan penundaan pengosongan lambung yang berakibat munculnya GERD. Keluhan itu tidak hanya terjadi pada pasien, tapi juga kalangan medis.

Prevalensi GERD, menurut hasil studi Prof Ari terhadap dokterdokter di Indonesia, didapatkan mencapai 27,4%. “Padahal, apabila dibiarkan, GERD dapat menyebabkan berbagai komplikasi,” ungkapnya.

Hal ini terjadi karena asam lambung yang naik dapat menyebabkan luka pada dinding dalam kerongkongan sehingga yang awalnya hanya berupa perlukaan, lama-kelamaan luka semakin luas dan bisa menyebabkan penyempitan kerongkongan bawah.

Bahkan, GERD dapat menyebabkan perubahan struktur dari dinding dalam kerongkongan yang menyebabkan terjadinya penyakit barrettís yang merupakan lesi prakanker.

“Di luar saluran cerna, asam lambung yang tinggi dapat menyebar ke gigi, tenggorokan, pita suara, saluran pernapasan bawah, bahkan paru-paru,” katanya. Tidak mengherankan, penyakit gastrointestinal ini juga menempati 10 besar penyebab kematian karena penyakit terbanyak di Indonesia. Atas latar belakang tersebut, YGI didirikan.

YGI merupakan yayasan nonprofit yang didirikan dokter-dokter spesialis konsultan gastro entero hepatologi (KGEH) yang juga merupakan pengurus besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia (PGI) dan Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PEGI).

Sebagian besar penyakit pencernaan dapat dicegah, salah satunya dengan gaya hidup sehat dan deteksi secara dini. Maka itu, dokter-dokter spesialis konsultan gastroenterohepatologi terpanggil untuk mengedukasi masyarakat sebagai langkah preventif.
(don)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Kadishub DKI Sebut Penumpang...
Kadishub DKI Sebut Penumpang Angkutan Umum Lebih Taat Protokol Kesehatan
Imbauan Patuhi Protokol...
Imbauan Patuhi Protokol Kesehatan di Transportasi Umum
Berita Terkini
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
3 jam yang lalu
Clara Shinta Tegaskan...
Clara Shinta Tegaskan Tak Punya Catatan Kriminal, SKCK Jadi Bukti di Tengah Polemik
4 jam yang lalu
Latihan Kaki Tak Hanya...
Latihan Kaki Tak Hanya Bakar Kalori, Ternyata Penting untuk Keseimbangan Hormon
5 jam yang lalu
Rencanakan Liburan dengan...
Rencanakan Liburan dengan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
5 jam yang lalu
Sinopsis Terikat Janji...
Sinopsis 'Terikat Janji' 4 Juni 2026: Identitas Aslinya Runtuh, Sena Rela Pikul Kesalahan Sendiri demi Lindungi Davina
7 jam yang lalu
ARMY Siap-Siap! Tiket...
ARMY Siap-Siap! Tiket Konser Comeback BTS di Jakarta Mulai Dijual Juni Ini
8 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved