Review Film Peppermint

Jum'at, 21 September 2018 - 13:30 WIB
Review Film Peppermint
Review Film Peppermint
A A A
JAKARTA - Sebuah tragedi bisa mengubah diri pribadi seseorang. Apalagi, jika tragedi itu merengut nyawa orang-orang yang mereka cintai. Perubahan pribadi inilah yang diceritakan di Peppermint.

Awalnya, Riley North (Jennifer Gardner) adalah seorang wanita yang hidup bahagia bersama suami dan anaknya, Chris dan Carly. Ketika mereka merayakan ulang tahun Carly di sebuah pasar malam, serombongan penjahat suruhan gembong narkoba Diego Garcia, memberondong mereka. Chris dan Carly tewas, sementara Riley meski mengalami koma selama beberapa waktu, dia tetap hidup.

Setelah sadar dari komanya, Riley dibawa ke kantor polisi untuk mengenali para penyerang suami dan anaknya. Dia berhasil menunjuk tiga orang yang memang menembak suami dan anaknya. Sayang, saat di sidang, dia dinyatakan tidak layak sebagai saksi karena kondisi kesehatannya dan para tersangka pun bebas. Riley pun kecewa.

Lima tahun setelah peristiwa tersebut, Riley kembali dan membalas dendam. Dia menghabisi semua anak buah Diego. Riley nyaris membunuh Diego saat berhasil masuk rumah bos narkoba itu. Sayang, usahanya gagal. Diego dan anak buahnya, dibantu seorang polisi korup, Stanley Carmichael, malah menyerbu kawasan kumuh, tempat Riley tinggal.

Tak ada yang istimewa di film Peppermint ini, kecuali tokohnya yang seorang wanita. Sementara, ceritanya pun banyak lubang di sana sini dan jalan ceritanya pun sangat mudah ditebak. Twist-nya pun sederhana dan hampir tidak mengundang rasa penasaran.

Film ini seolah hanya mau menampilkan seorang wanita yang didera rasa amarah luar biasa dan hanya ingin balas dendam. Sedikit-sedikit, menembak dan menyerang orang. Film sepanjang 102 menit ini terasa hambar, tak ada rasanya.

Chemistry di antara para pemainnya hampir nol. Hanya Jennifer Gardner yang mampu membangun itu kepada pemeran Carly. Sayang, adegannya hanya ada di awal film. Selebihnya, tidak ada.

Peppermint sejatinya adalah proyek comeback Jennifer Gardner. Sayang, sutradara film ini seolah gagal memberikan sebuah film yang lebih dari apa yang dia buat. Totalitas akting Jennifer memang pantas diacungi jempol di sini. Hanya, semua itu bisa menjadi lebih baik lagi asal didukung dengan cerita dan plot film yang lebih bagus.

(alv)
Berita Terkait
Perkuat Semangat Perdamaian...
Perkuat Semangat Perdamaian Generasi Muda, Ukrida Gelar Resensi Film Internasional
5 Contoh Teks Ulasan...
5 Contoh Teks Ulasan dari Film hingga Game, Mudah Dipelajari!
10 Rekomendasi Resensi...
10 Rekomendasi Resensi Novel untuk Membuka Dunia Literasi
The Bases of Our Insecurity
The Bases of Our Insecurity
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Resensi Buku Lagi Probation:...
Resensi Buku Lagi Probation: Menikmati Susahnya Mencari Kerja
Berita Terkini
Baru Pertama Kali Debut...
Baru Pertama Kali Debut Akting, Axelo langsung Dipercaya Jadi Pemeran Antagonis
4 jam yang lalu
Bertahun-Tahun Punya...
Bertahun-Tahun Punya Kebiasaan Ini, Axelo Ngaku Jempolnya Sempat Berbeda
5 jam yang lalu
Mbah Dimas Bongkar Kisah...
Mbah Dimas Bongkar Kisah Keluarga Kehilangan Anak, Diduga Berkaitan dengan Perjanjian Gaib
5 jam yang lalu
Benarkah Semua Orang...
Benarkah Semua Orang yang Datang ke Gunung Kawi Mencari Pesugihan?
6 jam yang lalu
Tembus Cetakan ke-100,...
Tembus Cetakan ke-100, Buku Filosofi Teras Resmi Diadaptasi Jadi Film Layar Lebar!
6 jam yang lalu
Benturan Dua Kutub Komedi:...
Benturan Dua Kutub Komedi: Pandji Pragiwaksono Bertemu Cing Abdel dalam Bold n Bald Versus Show
6 jam yang lalu
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved