Pengadilan Tolak Bebas Bersyarat Pembunuh John Lennon

Kamis, 22 November 2018 - 15:01 WIB
Pengadilan Tolak Bebas...
Pengadilan Tolak Bebas Bersyarat Pembunuh John Lennon
A A A
JAKARTA - Pembunuh John Lennon, Mark David Chapman mengatakan kepada dewan pembebasan bersyarat bahwa dirinya merasa malu setiap tahunnya karena menembak mantan anggota The Beatles tersebut.

Seperti diketahui, Chapman menembak John Lennon di luar apartemennya di Manhattan pada 1980. Pria berusia 63 tahun itu menembak dan membunuh Lennon pada, 8 Desember 1980, beberapa jam setelah Lennon menandatangani album untuknya.

"Tiga puluh tahun lalu saya tidak bisa mengatakan saya merasa malu dan saya tahu apa yang memalukan sekarang. Itu adalah saat kita menutupi wajah, kita tidak ingin meminta apapun," kata Chapman seperti dilansir Billboard.

Chapman menyatakan penyesalannya karena membunuh Lennon pada sidang pembebasan bersyarat pada Agustus di Wende Correctional Facility, dimana dia menjalani hukuman 20 tahun penjara. Namun, dewan menolak pembebasannya tersebut. Pejabat penjara New York merilis transkrip sidang pada Kamis (15/11/2018).

Chapman mengatakan kepada anggota dewan pembebasan bersyarat dia masih berpikir tentang bagaimana Lennon luar biasa kepadanya, sebelumnya hari itu. Dia mengatakan sempat merasa ragu apakah akan melanjutkan rencana penembakan tersebut.

"Saya bertindak terlalu jauh. Saya ingat pernah berpikir, 'Hei, kamu sudah punya album sekarang. Lihatlah ini, dia menandatanganinya, pulang saja'. Tapi tidak mungkin saya pulang begitu saja," ujar Chapman kepada dewan.

Dalam dengar pendapat pembebasan bersyarat sebelumnya, Chapman menjelaskan tentang penembakan dan penyesalannya. Dia menyebut, tindakannya tidak masuk akal. Chapman mengaku mencari ketenaran dan tidak ada permusuhan untuk Lennon, meski dia mengisi senjatanya dengan peluru yang mematikan.

"Saya mengamankan peluru-peluru itu untuk memastikan dia akan mati," ucapnya.

Dia menyadari rasa sakit yang disebabkannya akan terus ada. "Bahkan setelah aku mati," papar Chapman.

Dalam keputusannya, Dewan Pembebasan Bersyarat menyatakan bahwa melepaskan Chapman akan membahayakan keselamatan publik karena seseorang mungkin mencoba melukai Chapman karena marah, balas dendam atau ingin terkenal. Sementara, Chapman akan dibebaskan bersyarat lagi pada Agustus 2020.
(tdy)
Berita Terkait
The Beatles Siapkan...
The Beatles Siapkan Album Baru, Gunakan AI Keluarkan Suara John Lennon
Fakta Vladimir Putin,...
Fakta Vladimir Putin, Fans Berat Band The Beatles
Sri Mulyani Ibaratkan...
Sri Mulyani Ibaratkan Indonesia Lagu The Beatles: The Long and Winding Road
5 Grup Musik Paling...
5 Grup Musik Paling Populer dari Generasi ke Generasi
Mick Jagger: The Rolling...
Mick Jagger: The Rolling Stones Lebih Baik dari The Beatles
50 Tahun Bubarnya The...
50 Tahun Bubarnya The Beatles, Kacamata John Lennon Dilelang 40 Ribu Poundsterling
Berita Terkini
Sinopsis The Fallen...
Sinopsis The Fallen Fighter Returns, Kisah Petinju yang Bangkit Setelah Dikhianati
11 menit yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
56 menit yang lalu
Sarwendah Hapus Sejumlah...
Sarwendah Hapus Sejumlah Brand dari Bio Instagram, Ada Apa?
2 jam yang lalu
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
4 jam yang lalu
Cinta Laura Dukung Kegiatan...
Cinta Laura Dukung Kegiatan CFD Jadi Ajang Gen Z dan Gen Alpha Bersosialisasi
4 jam yang lalu
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
6 jam yang lalu
Infografis
Dzikry Lazuardi, Analis...
Dzikry Lazuardi, Analis Persija yang Dipercaya John Herdman Masuk Tim Pelatih Timnas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved