Studi: Kebahagiaan Seseorang Mengikuti Kurva Bentuk U

Sabtu, 01 Desember 2018 - 00:17 WIB
Studi: Kebahagiaan Seseorang...
Studi: Kebahagiaan Seseorang Mengikuti Kurva Bentuk U
A A A
JAKARTA - Apa momen paling bahagia dalam hidup Anda? Apakah ketika diterima di universitas pilihan atau ketika mencapai wawancara pertama atau menjalani pekerjaaan impian di hari pertama? Jika Anda bernostalgia untuk masa lalu yang baik, maka ada kabar baik untuk Anda.

Ya, menurut ilmu pengetahuan, tahun-tahun bahagia yang pernah Anda rasakan, masih di depan mata. Para peneliti telah menemukan bahwa ada dua titik puncak dalam hidup saat Anda merasakan kehidupan paling bahagia.

Berdasarkan penelitian Pusat Kinerja Ekonomi di London School of Economics dan Ilmu Politik, tim peneliti meminta 23.000 peserta Jerman antara usia 17 dan 85 tahun. Para sukarelawan diminta untuk menilai kepuasan hidup mereka. Peserta juga diminta untuk memprediksi seberapa bahagia atau puasnya mereka setelah lima tahun.

Setelah lima tahun berlalu, peserta yang sama diwawancarai lagi untuk melihat bagaimana perasaan mereka dan apakah realitas mereka cocok dengan apapun yang telah mereka prediksi.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa kebahagiaan mengikuti kurva berbentuk U antara usia 20 dan 70 tahun. Hal ini menyebabkan temuan bahwa 23 dan 69 adalah usia ketika seseorang penuh kebahagiaan.

Alasannya cukup sederhana. Ketika Anda berusia 23 tahun, kehidupan tampaknya penuh kemungkinan dan Anda sangat optimistis tentang masa depan. Anda tidak memiliki banyak tanggung jawab di bahu, Anda dapat melakukan perjalanan, bertemu teman baru, hanya menempatkan peluang tanpa akhir.

Demikian pula pada usia 69 tahun, semua stres dan masa-masa sulit ada di belakang. Anda memiliki seluruh waktu di dunia dan dengan uang hasil jerih payah, Anda akhirnya bisa melakukan apapun yang diinginkan hati. Pada usia ini, tekanan profesional berada di belakang dan Anda akhirnya dapat bersantai.

Apa alasannya? Para peneliti mengungkapkan alasan di balik temuan mengejutkan ini. Menurut para ahli, ketika seseorang muda, maka cenderung melebih-lebihkan prediksi untuk kebahagiaan untuk masa depan yang akan datang, ini menghasilkan penurunan kebahagiaan di tahap selanjutnya. Di sisi lain, ketika seseorang menjadi tua, biasanya meremehkan kebahagiaan, maka hal itu sebenarnya membuat kejutan, dimana kehidupan menuntun seseorang.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Sabrina Chairunnisa...
Sabrina Chairunnisa Mundur dari S3 UI, Pilih Lanjut Kuliah di New York
18 menit yang lalu
6 Pemakaman Artis Paling...
6 Pemakaman Artis Paling Mewah di Dunia, Ada yang Menghabiskan Rp16 Miliar
58 menit yang lalu
Brad Pitt dan Ines de...
Brad Pitt dan Ines de Ramon Makin Mesra, Foto Perdana Resmi Muncul di Instagram
1 jam yang lalu
Manohara Masih Doyan...
Manohara Masih Doyan Mi Instan tapi Tubuh Tetap Langsing, Ini Rahasianya!
2 jam yang lalu
Ribuan Penonton Koplove...
Ribuan Penonton Koplove Fest Vol. 4 Nikmati Festival dengan Perlindungan MNC Life
2 jam yang lalu
Audy Item Hamil Anak...
Audy Item Hamil Anak Ketiga di Usia 43 Tahun, Iko Uwais Akui Lebih Protektif
3 jam yang lalu
Infografis
Perjuangan Garuda Muda...
Perjuangan Garuda Muda di Piala Dunia U-17 2025 Dimulai!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved