Main Sudoku dan TTS Hindari Penyakit Demensia?

Sabtu, 12 Januari 2019 - 04:30 WIB
Main Sudoku dan TTS...
Main Sudoku dan TTS Hindari Penyakit Demensia?
A A A
JAKARTA - Aktivitas pemecahan masalah, seperti teka-teki silang (TTS) sejak lama dipercaya dapat melindungi otak dari penurunan kognitif di kemudian hari. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa bermain teka-teki, seperti sudoku secara teratur tidak terbukti melindungi diri dari penyakit demensia.

Dilansir Independent, para peneliti telah menemukan bahwa mengisi TTS dan main Sudoku sepanjang hidup dapat meningkatkan kemampuan mental. Ini tidak selalu membantu mencegah penurunan mental atau demensia terkait usia.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di British Medical Journal (BMJ) dan melibatkan 498 orang yang lahir pada 1936 ini mengambil bagian dalam tes kecerdasan kelompok yang sama pada usia 11 tahun.

Dipimpin Staf Roger di Aberdeen Royal Infirmary dan University of Aberdeen, penelitian dimulai ketika peserta berusia 64 tahun dan mereka diuji untuk kecepatan pemrosesan informasi dan memori verbal hingga lima kali selama 15 tahun.

Hasilnya ketika mengambil bagian dalam pemecahan masalah melalui hal-hal, seperti teka-teki silang dan sudoku dapat meningkatkan kemampuan mental, tapi hal ini tidak memiliki pengaruh atas penurunan mental seiring bertambahnya usia dan belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa pelatihan otak dapat mencegah demensia.

Tahun lalu, Global Council on Brain Health mendorong orang-orang untuk menemukan kegiatan yang merangsang untuk menantang cara seseorang berpikir. Ide itu datang setelah penelitian yang diterbitkan pada 2003 oleh Dr Joe Verghese menemukan bahwa mereka yang berpartisipasi setidaknya dua kali seminggu dalam membaca, bermain permainan papan, dan memainkan alat musik secara signifikan mengurangi risiko untuk demensia.

"Sejak penelitian tidak mempertimbangkan orang dengan demensia, kita tidak bisa mengatakan dari hasil ini apakah kegiatan pelatihan otak tertentu dapat berdampak pada risiko seseorang terhadap kondisi tersebut. Selain tetap aktif secara mental, menjaga kebugaran tubuh, makan makanan seimbang yang sehat, tidak merokok, minum dalam pedoman yang direkomendasikan dan menjaga berat badan, kolesterol dan tekanan darah adalah cara yang baik untuk mendukung otak yang sehat saat kita bertambah tua," kata Dr David Reynolds, kepala petugas ilmiah di Alzheimer's Research UK.
(tdy)
Berita Terkait
PERMINESIA Dorong Edukasi...
PERMINESIA Dorong Edukasi Kesehatan Tubuh dan Hormonal bagi Perempuan Menopause
Generali Health Cities...
Generali Health Cities di 17 Kota Demi Kesehatan Masyarakat
Mutu Fasilitas Kesehatan...
Mutu Fasilitas Kesehatan Menentukan Kesehatan Masyarakat
Optimalisasi Kesehatan...
Optimalisasi Kesehatan Pencernaan Anak untuk Kesehatan Holistik
Vaksinasi Tenaga Kesehatan...
Vaksinasi Tenaga Kesehatan Lansia
Idap Gangguan Kesehatan...
Idap Gangguan Kesehatan akibat Banjir, Para Lansia Serbu Layanan Kesehatan Gratis
Berita Terkini
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
20 menit yang lalu
Pesan Menyentuh Ruben...
Pesan Menyentuh Ruben Onsu untuk Anak di Hari Ulang Tahun, Singgung Kenangan yang Masih Disimpan
1 jam yang lalu
Sarwendah Minta Maaf...
Sarwendah Minta Maaf usai Video Kontroversial Viral, Akui Ucapannya Kurang Tepat
2 jam yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
3 jam yang lalu
Sinopsis Billionaire...
Sinopsis Billionaire Girl vs The Fake Lover, Streaming di Aplikasi V+Short
3 jam yang lalu
Pantai Pasir Putih,...
Pantai Pasir Putih, Junior Chef, dan Petualangan Alam Warnai Liburan Keluarga di HOMM Laguna Bintan
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved