Sena Wangi Godok Strategi agar Kaum Milenial Mencintai Wayang

Kamis, 21 Februari 2019 - 06:58 WIB
Sena Wangi Godok Strategi...
Sena Wangi Godok Strategi agar Kaum Milenial Mencintai Wayang
A A A
JAKARTA - Perjuangan panjang yang dilakukan organisasi dan pelaku pewayangan Tanah Air untuk memperoleh penetapan Hari Wayang Nasional (HWN) akhirnya membuahkan hasil. Wayang sebagai bagian dari identitas jati diri bangsa Indonesia akan semakin digelorakan, terutama di kalangan generasi milenial.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) pada 17 Desember lalu meneken Keppres 30/2018 tentang Hari Wayang Nasional yang kemudian akan diperingati setiap 7 November. Setelah hal tersebut, kini perjuangan Sekretariat Nasional Wayang Indonesia (Sena Wangi) adalah mencari strategi yang tepat agar kaum milenial bisa tertarik dengan dunia pewayangan.

Ketua Umum Sekretariat Nasional Wayang Indonesia (Sena Wangi), Suparmin Sunjoyo mengatakan, penetapan HWN menjadi momentum penting peneguhan wayang sebagai sumber nilai dan identitas jati diri bangsa di tengah derasnya berbagai produk kebudayaan yang masuk dari luar.

"Kita ingin wayang bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hari besar pewayangan itu bisa menjadi momentum pengembangan pewayangan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima SINDO.

Keppres 30/2018 dinilai menegaskan peranan dan tugas seni budaya wayang menjadi sumber nilai serta jati diri bangsa. Tugas yang mulia tetapi berat karena organisasi pewayangan harus mampu menampilkan pergelaran wayang yang berkualitas edipeni dan adiluhung.

"Pentas wayang yang bermutu hanya bisa ditampilkan oleh para dalang yang mumpuni, karena di tangan mereka wayang bisa menjadi tontonan yang menarik dan menyampaikan pesan tuntunan hidup yang tersusun rapi," terang Suparmin.

Sementara itu, Ketua Bidang Humas dan Kemitraan Sena Wangi, Eny Sulistyowati mengungkapkan bahwa diperlukan strategi penyesuaian agar wayang tetap bisa dinikmati khalayak luas, khususnya generasi milenial. "Seperti penyesuaian waktu pertunjukkan yang tidak harus digelar semalam suntuk, melainkan dalam waktu singkat sekitar 2-3 jam tanpa menghilangkan inti pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton," terangnya.

Untuk menarik minat kaum milenial, kata Eny, pengembangan ke depan juga bisa diarahkan agar wayang menjadi fondasi dari produk seni kreatif yang tengah digandrungi seperti film, animasi, musik, fesyen, game aplikasi, karya desain grafis, dan sebagainya.

"Melalui momentum HWN, wayang harus bisa merasuk ke masyarakat. Bisa melalui film, misalnya cerita Mahabarata dijadikan film cerita berseri. Atau tokoh-tokoh pewayangan dijadikan inspirasi dalam karya fesyen. Minimal anak muda bisa mengenal karakter dalam pewayangan," jelas Eny.
(nug)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Ruang Cinta Yang Tersisa,...
Ruang Cinta Yang Tersisa, Seni dan Kita di JDC
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Tips Redakan Nyeri Kepala...
Tips Redakan Nyeri Kepala Nyut-nyutan dari Dokter, Sederhana Pakai Bola Tenis
6 jam yang lalu
Karina Ranau Trauma...
Karina Ranau Trauma Berat Usai Dianiaya hingga Takut Pergi ke Warung Sendiri
7 jam yang lalu
Sensasi Pizza Premium...
Sensasi Pizza Premium Hadir di Bekasi, Lengkap dengan Menu Pendamping Favorit
7 jam yang lalu
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa
8 jam yang lalu
Microdrama Her Dangerous...
Microdrama Her Dangerous Game Tayang di V+Short, Simak Sinopsisnya di Sini!
9 jam yang lalu
Karina Ranau Minta Polisi...
Karina Ranau Minta Polisi Tambahkan Pasal Baru dalam Kasus Dugaan Penganiayaan
9 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved