Kain Asli Indonesia dengan Banderol Tinggi di Mancanegara

Minggu, 24 Maret 2019 - 07:41 WIB
Kain Asli Indonesia...
Kain Asli Indonesia dengan Banderol Tinggi di Mancanegara
A A A
KITA patut berbangga bahwa warisan leluhur diakui negara lain. Salah satu warisan budaya yang diakui dan dihargai tinggi adalah kain tradisional Indonesia. Berbagai kain Nusantara yang indah dan bernilai seni tinggi tersebut mampu menempus pasar luar negeri.

1. Tenun Buton

Kain Asli Indonesia dengan Banderol Tinggi di Mancanegara


Kain khas Sulawesi Tenggara ini mulai punya penggemar sendiri di luar negeri setelah diperkenalkan oleh wisatawan yang berlibur ke Indonesia. Kain yang memiliki warna-warna terang ini punya corak yang mirip dengan batik. Selembar kain tenun dengan lebar 60×4 meter diberi harga Rp600.000-700.000.

2. Songket Palembang

Kain Asli Indonesia dengan Banderol Tinggi di Mancanegara


Tidak hanya dikenal di Indonesia sebagai kain berharga mahal, songket Palembang juga punya pamor di mancanegara. Harga kain yang terkenal cantik ini cukup tinggi mulai dari Rp1,8 juta-50 juta. Biasanya, songket dengan harga jual puluhan juta adalah jenis songket tua yang usianya bisa mencapai ratusan tahun.

3. Kain tenun ikat NTT

Kain Asli Indonesia dengan Banderol Tinggi di Mancanegara


Kain tenun di NTT memiliki beragam motif dan warna karena dibuat oleh masing-masing etnis di NTT. Permintaan kain tenun ikat NTT terbesar berasal dari Jepang. Untuk harga, selembar kain tenun ikat NTT bisa mencapai Rp10 juta.

4. Tenun Dayak

Kain Asli Indonesia dengan Banderol Tinggi di Mancanegara


Permintaan kain satu ini banyak datang dari negara tetangga kita yakni Malaysia. Bahkan, peminat asal negeri jiran rela menyeberang ke Indonesia untuk mencari kain Dayak Sintang asli. Harga rata-rata Sehelai tenun dayak sintang kualitas bagus mencapai Rp2 juta.

5. Ulos Batak

Kain Asli Indonesia dengan Banderol Tinggi di Mancanegara


Ulos adalah salah satu kain asli dalam negeri yang produksinya tetap terjaga karena permintaan yang tinggi. Selain dalam negeri, kain asli suku Batak ini juga diminati di luar negeri. Permintaannya datang dari Amerika Serikat dan Eropa. Harga kain Ulos kualitas ekspor bisa mencapai Rp2 juta per lembar.

6. Tenun Goyor

Kain Asli Indonesia dengan Banderol Tinggi di Mancanegara


Jika kebanyakan permintaan kain tenun Indonesia berasal dari Eropa dan Asia, kain satu ini justru punya banyak penggemar dari Timur Tengah. Kain yang diproduksi oleh sekumpulan perajin asal Dusun Tegalrejo, Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ini, banyak dipasarkan di negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi. Harga selembar Tenun Goyor kualitas ekspor bisa mencapai Rp800.000-1 juta.

Tekstil Nusantara dari Masa ke Masa
Kain Asli Indonesia dengan Banderol Tinggi di Mancanegara


1. Belanda mendirikan institut tekstil di Bandung (1919)
2. Alat Tenun Mesin (ATM) mulai dipakai di Majalaya, Jawa Barat (1935)
3. Pusat pusat industri kecil mulai dikembangkan Belanda (1936)
4. 72,5% pabrik tekstil dan tenun dimiliki orang pribumi (1942)
5. Pengusaha pribumi mulai mengembangkan industri tekstil (1950-an)
6. Muncul kebijakan deklarasi ekonomi (dekon). Untuk industri tekstil pemerintah memberikan bantuan langsung. Untuk produsen tekstil tradisional, diberikan jatah kain tenun (1965)
7. Jumlah mesin tenun menjadi lebih 61.000 buah dan sebagian besar berada di Jawa Barat (1969)
8. Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang melarang impor mesin bekas, termasuk mesin tekstil (1974)
9. Pemerintah mengintensifkan arah kebijakan strategi industrialisasi menuju industry berorientasi ekspor terutama untuk non migas (1980-an-1997)
10. Meski terjadi krisis, dalam industri tekstil nilai investasi yang ditanamkan justru menunjukkan peningkatan (1998)
11. Departemen Perindustrian menetapkan industri TPT (tekstil dan produk tekstil) sebagai salah satu industri prioritas (2005)
12. Pemerintah memberikan subsidi pada industri tekstil (2007-2008)
13. Kementerian Perindustrian kembali menyusun kebijakan nasional 2015-2019. Alhasil industri TPT dimasukkan ke dalam industri prioritas (2015)
(poe)
Berita Terkait
7 Tari tradisional Indonesia...
7 Tari tradisional Indonesia yang Mendunia
Melihat Keunikan Pasar...
Melihat Keunikan Pasar Jalanan di Dunia, yang Tertua Ada di Turki
OIKN dan DPR Bahas Rekonstruksi...
OIKN dan DPR Bahas Rekonstruksi Anggaran dalam RDP, Tekankan Efisiensi Belanja 2025
6 Kota Paling Multikultural...
6 Kota Paling Multikultural di Dunia, dari Amsterdam hingga Singapura
10 Negara dengan Etnis...
10 Negara dengan Etnis Paling Beragam di Dunia
Inilah Kota-kotaTertinggi...
Inilah Kota-kotaTertinggi di Indonesia
Berita Terkini
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
1 jam yang lalu
Cinta Laura Dukung Kegiatan...
Cinta Laura Dukung Kegiatan CFD Jadi Ajang Gen Z dan Gen Alpha Bersosialisasi
2 jam yang lalu
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
3 jam yang lalu
Momen Middleton Bertemu...
Momen Middleton Bertemu Mantan Pacarnya di Pernikahan Peter Phillips
4 jam yang lalu
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
4 jam yang lalu
Tak Hanya Cantik, Audisi...
Tak Hanya Cantik, Audisi Miss Indonesia 2026 Mencari Talenta Terbaik Mulai dari Manner Impressive hingga Smart Social
5 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved