Indonesia Art Movement Kisahkan Bumi Papua yang Kian Kritis

Minggu, 21 April 2019 - 06:31 WIB
Indonesia Art Movement...
Indonesia Art Movement Kisahkan Bumi Papua yang Kian Kritis
A A A
Penampilan Indonesia Art Movement (IAM) yang membawakan pertunjukan bertajuk Hip Hope Papua menjadi penutup rangkaian program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia 2019. Selama kurang lebih 60 menit, kelompok seni asal Jayapura ini sukses menghibur penikmat seni yang bergeming menatap panggung Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, tempat berlangsungnya pertunjukan.

Pertunjukan Hip Hope Papua merupakan suara dan harapan pada generasi muda di Papua tentang kerusakan alam yang banyak terjadi di Bumi Papua. Disajikan dalam kolaborasi gerak tari khas Papua, noken (tas tradisional masyarakat Papua yang dibawa dengan menggunakan kepala dan terbuat dari serat kulit kayu), dan alat musik tifa yang dimainkan secara apik, semakin mewarnai pertunjukan sore hari itu.

Sebagai kelompok seni yang terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan, sosial, budaya, dan agama, kelompok ini hadir untuk menguatkan kebersamaan, persaudaraan, dan mencerdaskan kehidupan anak bangsa di tanah Papua melalui satu cara, yaitu seni. Karya ini lahir dari keprihatinan akan alam indah Papua yang semakin hari semakin rusak.

"Kami mengajak penikmat seni semua agar selalu menjaga dan memiliki rasa peduli terhadap alam Indonesia yang indah ini. Kami harap, rasa cinta kami pada alam ini dapat dirasakan oleh masyarakat yang menyaksikan pertunjukan ini,” ucap Rusdi Apriyanto Matlawa selaku pimpinan produksi dari Hip Hope Papua.

Indonesia Art Movement merupakan komunitas yang digagas oleh Iam Murda pada 8 April 2016 sebagai wadah untuk merangkul pemuda-pemudi kreatif di Jayapura yang sangat mengapresiasi perkembangan seni budaya tradisional dan seni urban di Papua, khususnya Jayapura.

Terpanggil untuk melakukan upaya dalam membantu mengembangkan dan membangkitkan potensi generasi muda Papua tanpa meninggalkan nilai kearifan budaya lokal melalui berbagai event dan lomba seni budaya.

Indonesia Art Movement terpilih tampil di Galeri Indonesia Kaya setelah melalui rangkaian roadshow Bincang Kreatif Seni Pertunjukan di Pekanbaru, Solo, Makassar, dan Bali, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan Art Project Development Proposal.

Dari 413 proposal yang diterima, 30 komunitas seni berkesempatan untuk mengikuti workshop seni pertunjukan di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta dengan diwakili oleh para pimpinan produksi.

Dengan adanya rangkaian program dan proses seleksi terbaik melalui mekanisme pitching forum di hadapan para juri profesional, maka terpilihlah 14 komunitas seni (salah satunya Indonesia Art Movement), yang berhasil mendapatkan kesempatan untuk menampilkan karyanya di Galeri Indonesia Kaya, sepanjang Maret-April 2019.

Dalam proses persiapan pertunjukan, 14 kelompok terpilih program Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan didampingi oleh para mentor yang ahli dalam bidangnya, seperti Garin Nugroho, Eko Supriyanto, Ratna Riantiarno, Rama Soeprapto, Djaduk Feriyanto, Tinton Prianggoro, Iswadi Pratama, Ruth Marini, Subarkah Hadisarjana, Hartati, dan Butet Kartaredjasa.

Papua merupakan sumber daya industri kreatif di Indonesia, bahkan di negara-negara luar, seniman kulit hitam memberi kehidupan bagi industri musik dan tari. Tarian hip hop sendiri merupakan ruang kebersamaan dan ekspresi yang populer bagi generasi muda Papua.

"Pertunjukan Hip Hope Papua menjadi salah satu contoh tentang genuinitas generasi muda Papua yang sering dilupakan. Semoga pertunjukan ini dapat menjadi sebuah pengingat agar industri kreatif di Papua dapat terus berkembang,” ucap Garin Nugroho selaku mentor dari Indonesia Art Movement.
(don)
Berita Terkait
Bangun dan Revitalisasi...
Bangun dan Revitalisasi Sistem Pendidikan Seni dan Budaya lewat ODA
Art Love U Fest 2024:...
Art Love U Fest 2024: Bertemunya Seni dan Cinta di JDC
Menghidupkan Budaya...
Menghidupkan Budaya dan Kebersamaan dalam Bedhayan Topeng Abdi Sekartaji
Ruang Cinta Yang Tersisa,...
Ruang Cinta Yang Tersisa, Seni dan Kita di JDC
Galeri Nasional Kembali...
Galeri Nasional Kembali Dibuka dengan Prosedur Kunjungan Baru
Pecah, Puluhan Ribu...
Pecah, Puluhan Ribu Orang Padati Sakura Matsuri 2025 di Jababeka
Berita Terkini
Manohara Tolak Flexing,...
Manohara Tolak Flexing, Pilih Habiskan Uang untuk Merawat 8 Anjing dan 4 Kucing
2 jam yang lalu
Tak Cuma Jago Melukis!...
Tak Cuma Jago Melukis! RizkyAmom Sukses Padukan Seni Lukis, Ilustrasi, dan Clay Art Jadi Konten Edukatif
3 jam yang lalu
Sambut Liburan Sekolah,...
Sambut Liburan Sekolah, Central Park 2 Hadirkan Dunia Manis dan Menggemaskan melalui Tuntunzai Capybara Chocolate
3 jam yang lalu
Dari Hobi Jadi Cuan!...
Dari Hobi Jadi Cuan! Begini Strategi Rizkyamom Menggaet Klien Pertama di Industri Seni
3 jam yang lalu
Ruben Onsu Janji Tak...
Ruben Onsu Janji Tak Batasi Sarwendah Bertemu Anak Jika Menang Gugatan Hak Asuh
4 jam yang lalu
4 Drama Korea Paling...
4 Drama Korea Paling Ditunggu Juli 2026, dari Romansa hingga Thriller Aksi
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved