Caleg Stres Bakal Jadi Perhatian Kementerian Kesehatan

Rabu, 24 April 2019 - 03:37 WIB
Caleg Stres Bakal Jadi...
Caleg Stres Bakal Jadi Perhatian Kementerian Kesehatan
A A A
JAKARTA - Stres seusai perhelatan pemilihan umum (Pemilu) kerap terjadi pada calon legislatif (Caleg) yang gagal meraup suara terbanyak untuk melangkah ke parlemen. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Fidiansjah mengatakan, hal tersebut akan menjadi perhatian Kemenkes.

Fidiansjah menjelaskan, penyebab stres yang terjadi pada setiap individu tidak bisa diprediksi. Yang jelas, begitu daya tahannya rapuh, konsep dalam diri seseorang terjadi suatu gejolak antara cita-cita dan harapan, lalu realitas tak terpenuhi.

''Orang-orang yang rapuh menghadapi antara realitas dengan kenyataan bukan hanya pada pemilu. Tapi terjadi di semua kondisi. Untuk itu, prinsipnya di dalam penyeleksian pasti mengalami kemenangan atau kegagalan. Maka kesiapan menerima kenyataan karena tidak sesuai yang diharapan harus bisa menerima. Prinsip pertamanya itu siap kalah dan menang,'' tutur dr. Fidi.

Ketika Caleg mengatakan proses ingin menjadi calon, kata dr. Fidi, itu ada surat keterangan kesehatan termasuk kejiwaan. Terjadinya stres pasca pemilu dianggapnya sebagai sebuah kejadian yang tidak biasa atau dianalogikan seperti bencana alam yang tidak dapat diprediksi.

Artinya, kejadian tidak lazim termasuk stress pasca Pemilu sama dengan stress pasca bencana. Bencana itu tidak ada yang menduga, hal sama juga pada Pemilu.

''Ini sebuah situasi yang diketahui banyak pihak sebagai sesuatu seperti kejadian yang tidak biasa atau bencana. Proses ini (Pemilu) adalah proses persaingan dan gangguan jiwa itu bisa terjadi dari ringan sampai tingkat berat,'' jelasnya.

Berapa banyak jumlah Caleg yang akan mengalami stress, dr. Fidi mengaku tidak bisa diprediksi. Namun, sektor kesehatan tetap siaga untuk melayani masalah-masalah yang berhubungan dengan kejiwaan pasca Pemilu serentak ini.

Semua rumah sakit sudah diberikan arahan untuk betul-betul menyiapkan, bahkan mencoba untuk melakukan pengumpulan data berkaitan dengan gangguan jiwa.

''Ini situasi yang saya katakan pada dasaranya rumah sakit, seperti rumah sakit jiwa, siap dengan kejadian yang tidak biasa ini. Tapi, langsung melakukan sebuah penyesuaian, misalnya rumah sakit umum, Puskesmas, semuanya diberdayakan," tutup dr. Fidi.
(nug)
Berita Terkait
5 Cara Meningkatkan...
5 Cara Meningkatkan Kesehatan Mental, Salah Satunya Berbagi dengan Orang Lain
13 Tanda Seseorang Miliki...
13 Tanda Seseorang Miliki Masalah Kesehatan Mental
ESQ Ajak Siswa Peduli...
ESQ Ajak Siswa Peduli Kesehatan Mental, Salah Satunya Jadi Pendengar yang Baik
Jakarta Childrens Growth...
Jakarta Children's Growth Center dan Jakarta Adult Psychology Center One Stop Solution Kesehatan Mental
Jaga Kesehatan Mental...
Jaga Kesehatan Mental dengan Cerdik, Begini Caranya
Optimalkan Kesejahteraan...
Optimalkan Kesejahteraan Fisik dan Mental Anak di Usia Dini
Berita Terkini
Denny Cagur Kenang Sosok...
Denny Cagur Kenang Sosok Temon: Senior yang Baik dan Berwawasan Luas
2 jam yang lalu
Jelang Sidang Hak Asuh...
Jelang Sidang Hak Asuh Anak, Pihak Ruben Onsu Sebut Peluang Damai dengan Sarwendah Makin Menipis
2 jam yang lalu
Jarwo Kwat Kenang Temon:...
Jarwo Kwat Kenang Temon: Pelawak yang Tak Pernah Marah dan Selalu Menghibur
15 jam yang lalu
Datang Melayat, Bedu...
Datang Melayat, Bedu Ungkap Kenangan Terakhir Bersama Temon
15 jam yang lalu
Festival Dessert Terbesar...
Festival Dessert Terbesar Siap Maniskan Jakarta selama Tiga Pekan
15 jam yang lalu
Kronologi Temon Meninggal...
Kronologi Temon Meninggal Dunia, Anak Ungkap Riwayat Penyakit hingga Pesan Terakhir Sang Ayah
16 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved