Hentikan! Stigma Negatif Skizofrenia Dampaknya Mengerikan

Senin, 29 April 2019 - 11:40 WIB
Hentikan! Stigma Negatif...
Hentikan! Stigma Negatif Skizofrenia Dampaknya Mengerikan
A A A
MENURUT data World Health Organization (WHO) tahun 2015, penderita gangguan jiwa berat telah menempati peringkat luar biasa, yaitu lebih dari 39 juta jiwa. Gangguan jiwa berat merupakan penyakit mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dengan respons emosional buruk.

Kondisi tersebut sering bermanifestasi sebagai halusinasi pendengaran, delusi paranoid, atau hambatan berpikir yang disertai disfungsi sosial, yang dalam istilah kedokteran disebut skizofrenia. Skizofrenia dalam lingkup sosial juga memberikan dampak yang mengerikan.

Bahkan di Indonesia, penderita gangguan jiwa berat tersebut dirasakan sebagai suatu aib yang memalukan oleh keluarga dan lingkungannya. Akibatnya, penderitanya bahkan dipasung, diisolasi, dan dianggap sebagai penyakit kutukan dan gangguan setan atau makhluk halus.

Untuk menghapus stigma negatif para penderita skizofrenia sekaligus membantu penyembuhan, di Bali hadir Rumah Berdaya yang dibangun Pemerintah Kota Denpasar bekerja sama dengan organisasi seni. Di tempat ini, penderita skizofrenia diajarkan bagaimana berkarya dan bersosialisasi.

“Seseorang yang memiliki kejiwaan sering terbuang, bahkan keluarga ada yang kerap memasung. Rumah Berdaya adalah solusi dan terobosan luar biasa. Saya baru melihat mereka mempunyai perhatian lebih. Para penderita diberdayakan hingga akhirnya bisa kembali kepada keluarga,” ujar Menteri Kesehatan Prof Nila Moleoek dalam rangkaian acara Kunjungan Lapangan Tematik Kementerian Kesehatan di Bali, Rabu (24/4).

Dia menuturkan, orangorang yang mengalami depresi dan frustrasi bisa masuk ke Rumah Berdaya ini sebagai solusi karena di tempat ini mereka disibukkan dengan kegiatan positif sampai bisa menimbulkan kepercayaan diri kembali.

“Saya kira ini salah satu contoh dan saya harapkan bisa bergulir terus serta dilakukan daerah lain. Mengobati orang sakit jiwa itu tidak sebentar, cukup lama. Kita harus adil untuk semua,” kata Prof Nila.

Salah satu pendiri Rumah Berdaya, dr I Gusti Rai Wiguna SpKJ, mengungkapkan, pihaknya di Denpasar memiliki data 420 orang dengan gangguan jiwa berat dan telah diketahui nama, alamat, dan obat yang dikonsumsinya. “Jadi, kami mengelola untuk mencegah pemasungan selagi mereka berobat. Sementara orang yang sudah bebas dari gejala dan memulai pemulihan diajak ke Rumah Berdaya.

Selain melakukan rehabilitasi dengan orang gangguan jiwa, kami juga melakukannya kepada keluarga. Jadi, keluarga kami undang setiap dua minggu untuk datang bertemu di Rumah Berdaya ini,” papar dr Rai. Dia menambahkan, orang yang datang secara gratis hanya dengan gangguan jiwa berat, skizofrenia, dan sedang berobat. Keluarga mereka pun tidak keberatan untuk datang setiap dua minggu.

“Ada empat orang yang sudah lulus dari tempat ini dan telah pulih justru menjadi pegawai di Rumah Berdaya dengan memanfaatkan kuota disabilitas. Mereka mengedukasi, membantu kami para dokter sehingga akan menjadi lebih efektif bagi keluarga yang belum paham jika mereka harus berobat,” papar dr Rai.
(don)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Kadishub DKI Sebut Penumpang...
Kadishub DKI Sebut Penumpang Angkutan Umum Lebih Taat Protokol Kesehatan
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Berita Terkini
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
2 jam yang lalu
Perjalanan Kereta Lebih...
Perjalanan Kereta Lebih Tenang, Ada Perlindungan untuk Keterlambatan dan Pembatalan
2 jam yang lalu
Serial My Chef In Crime...
Serial My Chef In Crime Segera Tayang di VISION+, Gabungkan Misteri Kriminal dengan Dunia Kuliner
4 jam yang lalu
PRIMARIA FEST Sukabumi...
PRIMARIA FEST Sukabumi 2026 Satukan Ribuan Penikmat Indonesian Bounce Music
4 jam yang lalu
Inovasi Bahan Masak...
Inovasi Bahan Masak Dorong Kreativitas Pelaku Industri Kuliner
4 jam yang lalu
Eksplorasi Menyeluruh...
Eksplorasi Menyeluruh Thailand: Keseruan Berwisata di Bangkok dan Pattaya
4 jam yang lalu
Infografis
3 Kekuatan Mengerikan...
3 Kekuatan Mengerikan Harimau Jawa, dari Gigitan hingga Cakar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved