Bukan Sekadar Healing, Ini Tren Wisata Psikologis yang Sedang Berkembang di Indonesia
Kamis, 18 Juni 2026 - 15:10 WIB
loading...
(ki-ka) CEO PT Perisai Psikologi Indonesia Yulisa, COO Perisai Catur Prasetyo, dan Director of Sales & Revenue Artotel Group Nastalia Nursanti saat peluncuran Psychological Tourism di Jakarta, Selasa (17/6/2026). Foto: Artotel Group
A
A
A
JAKARTA - Liburan biasanya menawarkan jeda dari rutinitas yang melelahkan. Namun, banyak orang pulang dengan tubuh lebih segar, sementara pikirannya tetap penuh beban.
Fenomena itu melahirkan pendekatan baru di industri hospitality. Kini, perjalanan tidak hanya soal destinasi dan fasilitas menginap. Perjalanan juga mulai diarahkan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis seseorang.
Terobosan tersebut hadir melalui Mindhavana. Konsep ini menggabungkan pengalaman menginap dengan pendampingan psikolog profesional dalam satu paket perjalanan. Berbeda dari liburan konvensional, peserta diajak menjalani proses refleksi diri yang terstruktur.
Karena itu, tujuan perjalanan tidak berhenti pada rekreasi semata. Ada upaya memahami diri dan menemukan kembali keseimbangan hidup.
Di balik program kolaborasi Artotel Group dan PT Perisai Psikologi Indonesia tersebut lahir konsep baru bernama Psychological Tourism atau Pariwisata Psikologis. Jika selama ini wisata berpusat pada lokasi yang dikunjungi, pendekatan ini menempatkan pengalaman psikologis manusia sebagai inti perjalanan.
Baca Juga : Liburan Sekolah, Hotel Ini Tawarkan Misi Seru Petualangan Staycation Keluarga
Fenomena itu melahirkan pendekatan baru di industri hospitality. Kini, perjalanan tidak hanya soal destinasi dan fasilitas menginap. Perjalanan juga mulai diarahkan untuk membantu pemulihan kondisi psikologis seseorang.
Terobosan tersebut hadir melalui Mindhavana. Konsep ini menggabungkan pengalaman menginap dengan pendampingan psikolog profesional dalam satu paket perjalanan. Berbeda dari liburan konvensional, peserta diajak menjalani proses refleksi diri yang terstruktur.
Karena itu, tujuan perjalanan tidak berhenti pada rekreasi semata. Ada upaya memahami diri dan menemukan kembali keseimbangan hidup.
Di balik program kolaborasi Artotel Group dan PT Perisai Psikologi Indonesia tersebut lahir konsep baru bernama Psychological Tourism atau Pariwisata Psikologis. Jika selama ini wisata berpusat pada lokasi yang dikunjungi, pendekatan ini menempatkan pengalaman psikologis manusia sebagai inti perjalanan.
Baca Juga : Liburan Sekolah, Hotel Ini Tawarkan Misi Seru Petualangan Staycation Keluarga
Lihat Juga :