6 Kekurangan Nutrisi Paling Umum pada Tubuh Manusia

Minggu, 09 Juni 2019 - 10:30 WIB
6 Kekurangan Nutrisi...
6 Kekurangan Nutrisi Paling Umum pada Tubuh Manusia
A A A
JAKARTA - Semua nutrisi itu penting bagi fungsi tubuh yang lebih baik. Bahkan ketika kita sangat sadar kesehatan, kita kadang gagal mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan dari diet kita.

Masing-masing nutrisi ini memiliki peran yang berbeda. Kekurangan salah satunya bisa menyebabkan sejumlah gejala. Dikutip dari TNN, berikut 6 gejala kekurangan gizi yang umum terjadi pada manusia.

1. Kekurangan zat besi
Sekitar 25% dari seluruh populasi dunia ini kekurangan zat besi. Zat besi adalah salah satu komponen penting sel darah merah, di mana zat besi ini mengikat hemoglobin dan mengedarkan oksigen ke darah. Kekurangan nutisi ini sangat umum terjadi pada anak-anak prasekolah dan wanita yang sedang menstruasi karena kekurangan darah bulanan. Vegetarian dan vegan juga berisiko mengalami kekurangan zat besi karena mereka tidak mengonsumsi makanan berbasis hewan. Kekurangan zat besi yang parah pada tubuh manusia bisa menyebabkan anemia, kelelahan dan penurunan fungsi otak. Sumber zat besi antara lain adalah daging merah, kerang, kacang-kacangan, biji-bijian dan sayuran hijau.

2. Kekurangan yodium
Yodium penting untuk fungsi normal kelenjar tiroid dan produksi hormone tiroid. Namun, sepertiga dari seluruh populasi di dunia ini mengalami masalah kekurangan yodium. Hormon tiroid membantu pertumbuhan tubuh, tulang dan otak. Gejala paling umum kekurangan yodium adalah pembengkakan kelenjar tiroid yang juuga dikenal sebagai goiter. Ini juga bisa menyebabkan pernapasan yang pendek dan kenaikan berat badan. Pada anak-anak, kekurangan yodium yang parah bisa menyebabkan keterbelakangan dan ketidaknormalan perkembangan. Sumber yodium adalah rumput laut, ikan, produk susu dan telur.

3. Kekurangan kalsium
Kalsium penting bagi tiap sel tubuh kita. Nutrisi ini membantu pembentukan tulang dan gigi dan penting dalam menjaga kesehatan tulang. Jika kekurangan kalsium, jantung, otot dan saraf tidak akan mampu berfungsi. Kalsium adalah salah satu nutrisi terpenting yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh yang lebih baik. Konsentrasi kalsium di darah sangatlah teratur dan kelebihan nutrisi ini akan disimpan di dalam tulang. Jika terjadi kekurangan kalsium dalam tubuh, tulang akan melepaskan nutrisi ini. Pelepasan kalsium secara besar-besaran dari tulang bisa menyebabkan kerapuhan tulang. Gejala paling umum kekurangan kalsium adalah osteoporosis yang dikarakterisasikan oleh tulang yang lunak dan rapuh. Sumber kalsium adalah ikan bertulang, produk susu, sayuran berwarna hijau tua seperti kale, bayam dan brokoli.

4. Kekurangan magnesium
Magnesium penting bagu struktur tulang dan gigi. Rendahnya asupan magnesium dikaitkan dnegan kondisi kesehatan berat seperti diabetes tipe 2, sindrom metabolisme, penyakit jantung dan osteoporosis. Gejala lain kekurangan magnesioum termasuk ritme jantung yang tidak normal, kram otot, sindrom kaki gelisah, kelelahan dan migraine. Nutrisi ini terlibat dalam sintesis DNA, RNA dan protein. Menurut National Institute of Health, seorang pria dewasa seharusnya mengonsumsi 400—420 mg magnesium per hari dan untuk wanita sekitar 310—320 mg. Sumber magnesium adalah gandum utuh, kacang, dark chocolate, sayuran berwarna hijau tua.

5. Kekurangan vitamin B12
Vitamin B12 adalah vitamin yang larut dalam air dan penting bagi formasi darah dan fungsi otak dan sistem saraf yang baik. Namun, masalah utamanya adalah tubuh kita tidak bisa memproduksi B12 dan kita harus mendapatkannya dari makanan atau suplemen. Sumber utama vitamin 12 adalah produk makanan berbasis hewan, jadi kekurangan nutrisi ini lazim terjadi pada vegetarian dan vegan. Menurut kajian, hingga 80—90% vegetarian dan vegan mungkin mengalami kekurangan vitamin B12. Kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan anemia megaloblastik, yang merupakan gangguan darah yang memperluas sel darah merah. Sumber vitamin B12 adalah kerang, daging merah, telur dan susu.

6. Kekurangan vitamin D
Sinar matahari adalah sumber utama vitamin D untuk tubuh manusia. Jadi paparan sinar matahari penting untuk memulihkan kekurangan ini. Vitamin D itu bersifat larut dalam lemak dan bertindak sebagai hormon steroid dalam tubuh. Vitamin ini beredar ke sel berbeda di tubuh melalui aliran darah dan memerintahkan mereka untuk menghidupkan atau mematikan gen. tiap sel dalam tubuh punya reseptor vitamin D. Peningkatan risiko retak dan melemahnya otot dan tulang adalah gejala penting kekurangan vitamin D. Kekurangan ini bahkan bisa menyebabkan rakhitis pada anak kecil. Sumber vitamin D antara lain adalah minyak hati ikan cod, salmon dan kuning telur.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
6 jam yang lalu
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
7 jam yang lalu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
7 jam yang lalu
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
8 jam yang lalu
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
8 jam yang lalu
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
8 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved