Menghirup Lemon dan Vanila Bisa Membantu Berhenti Merokok

Senin, 10 Juni 2019 - 20:30 WIB
Menghirup Lemon dan...
Menghirup Lemon dan Vanila Bisa Membantu Berhenti Merokok
A A A
JAKARTA - Menghirup lemon, vanilla atau pappermint dipercaya dapat membantu menahan keinginan untuk merokok hingga berhenti merokok. Menurut penelitian baru dari Amerika Serikat, aroma-aroma yang menyenangkan dapat membantu meredakan mengidam tembakau.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan di University of Pittsburgh, yang mempelajari 232 perokok berusia antara 18—55 tahun, yang tidak berusaha menghentikan kebiasaan merokok. Peserta diminta untuk tidak merokok selama delapan jam sebelum percobaan. Mereka kemudian diminta untuk memberi peringkat aroma favorit.

Dialnsir dari Times Now News, cokelat, vanila, apel, lemon dan peppermint adalah beberapa aroma yang digunakan dalam penelitian ini. Sebagai bagian dari uji coba, peserta diminta untuk memegang rokok yang menyala tetapi tidak merokok, kemudian mengevaluasi intensitas keinginan mereka untuk merokok pada skala 1—100.

"Setelah memadamkan rokok, peserta kemudian mencium bau yang paling enak, aroma tembakau atau wadah kosong, sebelum kembali menilai keinginan mereka untuk merokok," kata Michael Sayette, PhD, dari University of Pittsburgh sekaligus penulis utama penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Abnormal Psychology ini.

Skor rata-rata keinginan setelah menyalakan rokok adalah sekitar 82%. Tidak peduli bau apa yang mereka cium, semua peserta studi mengalami penurunan keinginan untuk merokok setelah mencium wadah. Namun, skor keinginan rata-rata turun 19 poin pada mereka yang mencium aroma yang menyenangkan, dibandingkan dengan 11,7 poin untuk mereka yang mencium tembakau atau 11,2 poin untuk mereka yang mencium wadah kosong.

Menghirup aroma yang menyenangkan dapat membantu mengurangi keinginan untuk merokok, setidaknya untuk sementara waktu. "Menggunakan bau yang menyenangkan untuk mengganggu rutinitas merokok akan menawarkan metode yang berbeda dan novel untuk mengurangi hasrat, dan hasil kami untuk tujuan ini sangat menjanjikan," tanbah Dr. Sayette.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari empat juta orang meninggal setiap tahun karena penyakit terkait tembakau, sama dengan satu kematian setiap delapan detik. Jika tren saat ini terus berlanjut, WHO memperkirakan bahwa kematian terkait tembakau tahunan dapat mencapai 10 juta pada tahun 2030.
(alv)
Berita Terkait
Bahaya Rokok Elektrik...
Bahaya Rokok Elektrik bagi Kesehatan, Efek Candu hingga Kerusakan Paru Permanen
Nikotin dan TAR, Mana...
Nikotin dan TAR, Mana yang Lebih Berbahaya bagi Kesehatan?
5 Cara Rokok Merusak...
5 Cara Rokok Merusak Kesehatan Jantung, Bisa Mematikan
Bagaimana Bahaya Rokok...
Bagaimana Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Manusia?
Dukung Anies Soal Larangan...
Dukung Anies Soal Larangan Merokok, DPRD: Bukan Hanya Kesehatan, tapi Kualitas Udara
Cegah Stunting, Kurangi...
Cegah Stunting, Kurangi Merokok saat Bersama Keluarga
Berita Terkini
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
56 menit yang lalu
Cinta Laura Dukung Kegiatan...
Cinta Laura Dukung Kegiatan CFD Jadi Ajang Gen Z dan Gen Alpha Bersosialisasi
1 jam yang lalu
Stop Pakai Sarung Tangan...
Stop Pakai Sarung Tangan Plastik Saat Makan, Ini Bahayanya bagi Kesehatan!
3 jam yang lalu
Momen Middleton Bertemu...
Momen Middleton Bertemu Mantan Pacarnya di Pernikahan Peter Phillips
3 jam yang lalu
Peter Phillips Resmi...
Peter Phillips Resmi Menikah, Absennya Pangeran Harry Jadi Sorotan
4 jam yang lalu
Tak Hanya Cantik, Audisi...
Tak Hanya Cantik, Audisi Miss Indonesia 2026 Mencari Talenta Terbaik Mulai dari Manner Impressive hingga Smart Social
5 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved