Gencar Aplikasikan LCC, Kunjungan Wisman Terus Tumbuh

Kamis, 13 Juni 2019 - 16:58 WIB
Gencar Aplikasikan LCC,...
Gencar Aplikasikan LCC, Kunjungan Wisman Terus Tumbuh
A A A
JAKARTA - Formulasi Low-Cost Carrier (LCC) terbukti ampuh. Kunjungan wisatawan mancanegara terus terdongkrak. Merujuk Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pergerakan wismannya kompetitif di semester pertama 2019. Terminal ini memang dikhususkan untuk LCC rute mancanegara.

LCC jadi bagian strategi Kemenpar untuk mendorong pertumbuhan wisman. Penerapannya melalui Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Cara tersebut diniai berhasil. Sebab, pergerakan wisman melalui pintu ini tumbuh 2,27 persen sepanjang semester pertama 2019. Dari rentang 1 Januari hingga 9 Juni 2019, arus wisman mencapai 1,8 juta orang. Angka ini surplus 40.000 dari periode sama 2018.

“Pengaruh positif dari penerapan LCC sangat terasa. Penerbangan LCC untuk rute internasional dan domestik sangat kompetitif. Pergerakannya diperkirakan akan terus ke depannya,” ungkap President Director PT Angkasa Pusa (AP) II Muhammad Awaluddin, kemarin.

Aktivasi LCC di Terminal 2F Bandara Soetta dimulai Rabu (1/5/2019). Rapor menjanjikan ini langsung muncul. Sepanjang Mei 2019, pergerakan wisatawan di International LCC Terminal 2F Bandara Soetta naik 1,53 persen. Angka riilnya berada di kisaran 277.666 orang. Bandingkan dengan bulan sama tahun 2018, pergerakan wisatawan hanya 273.490 orang.

Positif di bulan Mei pun berimbas menyeluruh. Sepanjang Januari-Mei 2019, pergerakan wisatawan pun tumbuh 2,5 persen. Jumlah fisiknya mencapai 1,7 juta wisatawan. Padahal, arus wisatawan berada di angka 1,66 juta orang pada rentang Januari-Mei 2018. Awaluddin menambahkan, segmen LCC terus direspons positif oleh pasar.

“Penerbangan LCC memang memiliki segmen tersendiri. Respons yang dimunculkan oleh market sangat positif. Untuk itu, kami cepat meresponsnya dengan menerapkan LCC di Terminal 2F Bandara Soetta ini. Dengan rapor ini, artinya penerapan konsep LCC untuk kali pertama pun berhasil,” lanjutnya lagi.

Terminal 2F Bandara Soetta memang menjadi prototype pengeoperasian LCC di Indonesia. Saat ini ada beberapa maskapai yang beroperasi di sana. Sebut saja, AirAsia Group, Cebu Pacific, Citilink, Lion Air Group, dan Jetstar Asia. Daftar maskapai yang beroperasi di sini pun semakin bertambah. Sebab, Tiger Scoot juga akan bergabung di Terminal 2F mulai Senin (1/7/2019).

“Ada banyak maskapai yang masuk ke Terminal 2F. Mereka melayani penerbangan internasional. Jumlah maskapai di sana pun akan terus bertambah. Yang jelas, melalui International LCC Terminal 2F ini arus wisatawan akan makin besar. Ujungnya tentu membantu industri pariwisata nasional,” jelas Awaluddin.

Aktivasi LCC Terminal 2F Bandara Soetta positif terhadap pergerakan wisatawan pada periode Lebaran. Sepanjang libur Lebaran 2019, pergerakan wisatawan berada di angka 10.000 hingga 12.000 orang per hari. Padahal, pada kondisi normal pergerakannya hanya 7.000 sampai 8.000 wisatawan per hari. Awaluddin menjelaskan, kontribusi besar terus dibukukan LCC Terminal 2 F Bandara Soetta.

“Konsep LCC ini sangat membantu pergerakan wisatawan sepanjang periode Angkutan Lebaran 2019. Lonjakan pergerakan wisatawannya memang sangat signifikan. Kami optimistis, LCC Terminal 2F akan terus tumbuh. Kami siap bersaing dengan LCC lainnya dan merebut pasar kawasan Asia Tenggara. Kami menargetkan pertumbuhan maskapai dengan rute mancanegara di sini,” jelasnya lagi.

Kontribusi positif LCC Terminal 2F Bandara Soetta akan berdampak besar pada arus wisman di Jakarta. Apalagi, Bandara Soetta merupakan salah satu pintu besar masuk-keluarnya wisman. Sepanjang 2018, arus wisman di Jakarta tumbuh 2,3 persen. Pergerakan wisman mencapai 2,8 juta orang. Padahal pada 2017, arus wismannya hanya 2,7 Juta. Pergerakan optimal wisman seperti Tiongkok, Malaysia, Singapura, dan Jepang.

“Konsep LCC ideal untuk mengatrol pergerakan wisatawan. Dengan pembiayaan yang ramah, nantinya pasti akan banyak maskapai yang bergabung di sana. Konsep LCC harus diterapkan di bandara-bandara agar pergerakan wisatawan maksimal. Kalau wisatawannya bagus, pergerakan ekononomi dan investasi juga positif,” tutup Menteri Pariwisata (Menpar).
(alf)
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Album Baru Slank Republik...
Album Baru Slank Republik Fufu Fafa Resmi Meluncur, Sarat Kritik Sosial
1 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh dengan Keseruan: Menjelajahi Pesona Malaysia, Singapura & Thailand
2 jam yang lalu
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
2 jam yang lalu
Shopee Campus Cup Diperpanjang!...
Shopee Campus Cup Diperpanjang! Waktunya All Out & Kumpulkan Poin untuk Bawa Kampus Kamu Jadi Juara!
3 jam yang lalu
Kini Merawat Kulit Jadi...
Kini Merawat Kulit Jadi Lebih Personal, Teknologi EXO3 Siap Manjakan Kulitmu dari Rumah
3 jam yang lalu
Pesan Menyentuh Ruben...
Pesan Menyentuh Ruben Onsu untuk Anak di Hari Ulang Tahun, Singgung Kenangan yang Masih Disimpan
4 jam yang lalu
Infografis
Alfamart Tutup 400 Gerai,...
Alfamart Tutup 400 Gerai, Sementara Warung Madura Terus Ekspansi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved