Mengenal Hiperhidrosis, Berkeringat Berlebihan Secara Tidak Wajar

Jum'at, 12 Juli 2019 - 07:40 WIB
Mengenal Hiperhidrosis,...
Mengenal Hiperhidrosis, Berkeringat Berlebihan Secara Tidak Wajar
A A A
JAKARTA - Berkeringat merupakan hal yang normal dan sehat. Biasanya, kelenjar keringat pada kulit akan mengeluarkan keringat ketika suhu tubuh naik seperti saat berolahraga, demam, cemas, stres, konsumsi makanan pedas, minuman soda, kafein, hingga konsumsi minuman beralkohol.

Namun, waspadalah jika Anda mengalami keringat berlebihan secara tidak wajar. Kondisi ini disebut sebagai hiperhidrosis. Hiperhidrosis dapat dialami oleh siapa saja, meski sebagian besar penderita mulai mengalaminya saat usia anak-anak atau remaja.

"Hiperhidrosis adalah kondisi di mana seseorang memproduksi keringat dengan jumlah berlebih pada beberapa bagian tubih, salah satunya adalah ketiak. Kondisi ini biasanya tidak berhubungan dengan suhu tubuh atau olahraga," jelas dermatologis dr. Melyawati Hermawan, SpKK saat acara peluncuran Dove Sensitive Deodorant di The Hermitage, Jakarta, Kamis (11/7).

"Hiperhidrosis di laki-laki, di wanita ada. Cuma wanita lebih genit, lebih meratiin. Enggak mau ada basah dan bau-bau enggak enak. Budaya kita kan harus rapi, cantik jadi wanita dan pria bisa mengalami," lanjutnya.

Orang dengan hiperhidrosis, dr. Melyawati menambahkan, biasanya akan mengalami berkeringat berlebih meski tidak melakukan aktivitas apapun dan termasuk saat sedang berada di ruang ber-AC. Meski tidak membahayakan, hiperhidrosis bisa berpengaruh buruk terhadap kualitas hidup penderita serta dapat menimbulkan perasaan malu, stres, depresi dan gelisah.

"Enggak aktivitas saja keringatan, sampai basah. Di dalam ruangan, yang ada AC-nya bisa keringetan, lepek. Dan enggak ketiak saja tapi juga kepala kuyup, tangan, telapak kaki keringatan. Dampaknya secara fisik enggak nyaman. Jadi ganggu pekerjaan dan enggak pede. Ganggu hubungan ke masyarakat, jadi terbatas dan bisa depresi," tuturnya.

Beban kerja yang menumpuk hingga mempengaruhi stres dan ditambah gaya hidup kurang sehat pun disebut-sebut menjadi faktor pencetus hiperhidrosis. "Penggunaan deodoran disertai antiperspirant dapat membantu mengatasi permasalahan keringat berlebih yang umumnya terjadi akibat gaya hidup seperti mengonsumsi makanan cepat saji, minuman berkafein, obat-obatan dan kondisi emosional seperti stres dan rasa khawatir," pungkasnya.
(nug)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Kadishub DKI Sebut Penumpang...
Kadishub DKI Sebut Penumpang Angkutan Umum Lebih Taat Protokol Kesehatan
Imbauan Patuhi Protokol...
Imbauan Patuhi Protokol Kesehatan di Transportasi Umum
Berita Terkini
Dari Iran ke Indonesia,...
Dari Iran ke Indonesia, Pesepeda Arezoo Tampil Memukau Lewat Sentuhan Ade Fitri Kirana
8 jam yang lalu
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
8 jam yang lalu
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
9 jam yang lalu
Liburan Mewah Tanpa...
Liburan Mewah Tanpa Menguras Anggaran: Hotel Bintang 4 dan 5 Mulai Rp300.000
9 jam yang lalu
Potret Alyssa Daguise...
Potret Alyssa Daguise dan Baby Soleil Jadi Sorotan, Perhiasan yang Dipakai Tembus Rp1,2 Miliar
10 jam yang lalu
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
10 jam yang lalu
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved