Di Tengah Era Digital, Guru Diminta Lebih Arif Hadapi Anak-Anak

Kamis, 22 Agustus 2019 - 00:31 WIB
Di Tengah Era Digital,...
Di Tengah Era Digital, Guru Diminta Lebih Arif Hadapi Anak-Anak
A A A
JAKARTA - Dalam era kecanggihan teknologi informasi sekarang ini, kebanyakan anak-anak sudah mulai melek teknologi digital. Hal itu pun menjadi tantangan baru bagi seluruh elemen masyarakat, terutama di bidang pendidikan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa sia-sia melawan digitalisasi, sehingga hal tersebut harus dihadapi dengan kearifan dari guru. Pernyataan itu dilontarkannya guna menjawab digitalisasi dan penggunaan gadget yang telah jauh merambah ke berbagai hal, termasuk pada pendidikan dan dunia anak.

"Kan enggak lucu juga kalau kita melarang anak main gadget, sementara orang di sekelilingnya termasuk guru dan orang tuanya juga menggunakan gadget. Jadi yang penting adalah kearifan dari guru dan orangtuanya," tegas Muhadjir seusai membuka Seminar Internasional dalam rangkaian Peringatan Milad 100 Tahun TK ABA di Jakarta, Rabu (21/8).

Bagi Pengurus Pusat (PP) Aisyiyah, yang merupakan ormas sayap Muhammadiyah yang perhatian terhadap wanita dan anak, merasa bahwa perkembangan teknologi di era digitilisasi ini sebagai sebuah tantangan besar.

Lantas bagaimana PP Aisyiyah menghadapi tantangan tersebut? Menurut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Masyitoh Chusnan, di sekolah tugas guru mengawasi anak-anak, tapi di rumah menjadi tugas orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka.

"Tantangan paling besar dalam pendidikan anak adalah dunia di sekitar anak itu sendiri yang menyuguhkan segala hal termasuk digitilasisasi," ujar Masyitoh.

Di sinilah, kata Masyitoh, peran guru dan keluarga khususnya orangtua untuk memberi contoh dan punya filter bagi anak. Dan inilah yang dilakukan Aisyiyah lewat para pengajar di TK ABA yang mencapai 20 ribuan di berbagai pelosok, daerah tertinggal dan pulau terluar Indonesia.

"Yang harus dipahami oleh para pendidik di Aisyiyah bahwa anak-anak sekarang hidup pada jamannya. Tentu berbeda dengan jaman para pendidik dulu. Artinya anak-anak sekarang punya dunianya sendiri," pungkas Masyitoh.
(nug)
Berita Terkait
Sekolah Kesetaraan Gratis...
Sekolah Kesetaraan Gratis Beri Kemudahan Akses Pendidikan untuk Anak-anak
Ini Cara Mudah Memahami...
Ini Cara Mudah Memahami Minat dan Bakat Anak
iKonic Indonesia Bantu...
iKonic Indonesia Bantu SOS Children’s Villages Lawan COVID-19
Memasuki Era Normal...
Memasuki Era Normal Baru, Keselamatan Anak Harus Diutamakan
PAUD Bantu Stimulasi...
PAUD Bantu Stimulasi Tumbuh Kembang Anak Usia Dini
Menata Pendidikan Dasar
Menata Pendidikan Dasar
Berita Terkini
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps.23: Pengorbanan Elio Demi Menyelamatkan Arumi Harus Dibayar Mahal
10 jam yang lalu
IBEM Jadi Marketplace...
IBEM Jadi Marketplace Perdana Industri MICE, Pertemukan 200 Buyers dan 200 Sellers
10 jam yang lalu
Elma Agustin Buka Suara...
Elma Agustin Buka Suara Soal Tak Diajak Reuni Princess, Singgung Cara Komunikasi
10 jam yang lalu
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 34: Suasana Kampung Sindang Barang Mendadak Tegang
11 jam yang lalu
Malam Ini, MNCTV Siap...
Malam Ini, MNCTV Siap Menggoyang Warga Klaten dan Sekitarnya di Road To Kilau Raya
11 jam yang lalu
BTS Pecahkan Rekor Spotify,...
BTS Pecahkan Rekor Spotify, Jadi Artis Pertama dengan 6 Video Musik di Top 10 Global
12 jam yang lalu
Infografis
Robi Darwis, Anak Emas...
Robi Darwis, Anak Emas Gerald Vanenburg di Piala AFF U-23 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved