Cegah Penyakit Melalui Vektor, Kemenkes Luncurkan Silantor

Senin, 02 September 2019 - 15:00 WIB
Cegah Penyakit Melalui...
Cegah Penyakit Melalui Vektor, Kemenkes Luncurkan Silantor
A A A
JAKARTA - Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit meluncurkan sebuah sistem yang dapat mencegah terjadinya penularan penyakit melalui vektor. Sistem tersebut dinamai Silantor atau Sistem Surveilans Vektor.

Silantor berbasis website dan android. Melalui Silantor ini secara teknis tenaga kesehatan di Puskesmas mengumpulkan data vektor di wilayah kerjanya. Setelah itu data diinput ke dalam Silantor dan akan terintegrasi ke dinas kesehatan kabupaten atau kota, provinsi, sampai ke pemerintah pusat.

Silantor merupakan sistem yang dikembangkan dalam rangka kewaspadaan dini terhadap penyakit tular vektor dan zoonotik.

''Kalau hasil survei melalui Silantor ini menunjukkan bahwa vektronya ada dan membahayakan bila terjadi penularan penyakit, maka sebelum timbul penyakit tertentu bisa dilakuan upaya pengendalian vektor,'' ujar Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, dr. Nadia Tarmizi, M.Epid.

Data vektor yang diinput ke Silantor akan dianalisis secara otomatis oleh sistem untuk mengetahui tingkat kebahayaan penyakit tular vektor. Semua data di Puskesmas nantinya akan teranalisis di tingkat kabupaten atau kota, nanti akan menunjukkan kabupaten atau kota tersebut aman atau tidak terhadap penularan penyakit, demikian juga di tingkat provinsi dan nasional.

''Analisis data vektor didasarkan pada angka baku mutu di Permenkes 50 tahun 2017 yang menyebutkan bahwa kalau kepadatan nyamuk melebihi baku mutu yang ada, begitu juga kepadatan lalat, kecoa, dan tikus, dan lain-lain, maka potensi penularan kepada manusia akan lebih besar,'' kata Nadia.

Dengan mengetahui kepadatan vektor di suatu wilayah maka akan diketahui potensi penyakit yang ajan muncul seperti apa. Sosialisasi Silantor akan dilakukan secepatnya pasca launching. Sebelumnya sudah ada beberapa suku dinas di DKI Jakarta meminta Silantor disosialisasikan terlebih dahulu sebelum launching.

''Ini aplikasi lebih ke preventif. Berdasarkan analisis data survei ini akan kita ketahui kondisi vektornya seperti apa, apakah kondisinya berbahaya bagi kesehatan masyarakat atau tidak,'' kata Nadia.
(alv)
Berita Terkait
Meningkatkan Akses Layanan...
Meningkatkan Akses Layanan Konseling Keluarga Jakarta melalui Mobil SAPA
Langgar Protokol Kesehatan,...
Langgar Protokol Kesehatan, Angkutan Umum Akan Ditindak Tegas
Transportasi Umum Harus...
Transportasi Umum Harus Higienis dan Terapkan Protokol Kesehatan
Kuliah Umum UMJ Bahas...
Kuliah Umum UMJ Bahas Pentingnya Transformasi Sistem Kesehatan Nasional
Unpad Jadi Kampus Terbaik...
Unpad Jadi Kampus Terbaik Hasilkan Artikel Ilmiah Umum dan Kesehatan
Libur Panjang, DKI Perketat...
Libur Panjang, DKI Perketat Pengawasan Prokotol Kesehatan di Tempat Umum
Berita Terkini
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
8 jam yang lalu
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
10 jam yang lalu
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
11 jam yang lalu
Konser Tehillim 2026:...
Konser Tehillim 2026: Angel Pieters Ungkap Pesan Mendalam di Balik Lagu Liliana Tanoesoedibjo
11 jam yang lalu
Jangan Cuma Top-Up,...
Jangan Cuma Top-Up, Yuk Kelola Saldo ShopeePay Kamu dengan 4 Langkah Ini!
11 jam yang lalu
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Terima Penghargaan MURI Kartini atas Konser Tehillim - The Heart of Worship
12 jam yang lalu
Infografis
Cegah Gencatan Senjata,...
Cegah Gencatan Senjata, Israel Palsukan Penemuan Terowongan Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved