Pria Juga Bisa Mood Swing, Dokter Ungkap Tanda Hormon Testosteron Rendah
Kamis, 09 Juli 2026 - 15:00 WIB
loading...
Pria ternyata juga bisa mengalami mood swing. Foto: Harmony Hills
A
A
A
JAKARTA - Perubahan suasana hati yang mendadak atau mood swing seringkali diidentikkan dengan wanita, terutama saat memasuki masa PMS. Namun, tahukah Anda bahwa pria juga bisa mengalami hal serupa? Jika seorang pria tiba-tiba menjadi lebih sensitif, gampang marah, hingga sering overthinking, bisa jadi itu adalah tanda bahwa kadar hormontestoteron dalam tubuhnya sedang anjlok.
Dokter Spesial Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo dalam unggahan video di akun instagramnya mengatakan, hormon testosteron tidak hanya berpengaruh pada stamina fisik atau fungsi seksual, tetapi juga memegang peran krusial terhadap kesehatan mental dan fungsi kognitif seorang pria.
Menurutnya, sensitivitas emosional pada pria ini terjadi karena adanya keterkaitan erat antara hormon tersebut dengan sistem saraf pusat.
"Di otak seorang pria itu ada reseptor atau penerima dari hormon testosteron. Sehingga, ketika hormon testosteron rendah, maka fungsi otak kita tidak dapat bekerja secara optimal," kata dr. Jefry, dikutip Kamis (9/7/2026).
Baca Juga : Ini Olahraga Terbaik untuk Meningkatkan Hormon Testosteron Pria
Ia menjelaskan, ketika pasokan hormon testosteron berkurang, dampak yang paling kentara adalah ketidakstabilan emosi. Pria yang biasanya tenang bisa berubah menjadi sosok yang sulit ditebak dan cenderung lebih perasa.
"Pada seseorang yang hormon testosteronnya rendah, dia ngerasainnya, kalau emosinya ini menjadi kurang stabil. Dia menjadi gampang tersinggung, mudah marah, depresi, sedih tanpa sebab yang jelas, gelisah, juga kemampuan berpikir yang terasa menurun. Hal ini dikarenakan ya, hormon testosteron ini berperan penting untuk fungsi otak pria," tambah dia.
Dokter Spesial Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr. Jefry Tribowo dalam unggahan video di akun instagramnya mengatakan, hormon testosteron tidak hanya berpengaruh pada stamina fisik atau fungsi seksual, tetapi juga memegang peran krusial terhadap kesehatan mental dan fungsi kognitif seorang pria.
Menurutnya, sensitivitas emosional pada pria ini terjadi karena adanya keterkaitan erat antara hormon tersebut dengan sistem saraf pusat.
"Di otak seorang pria itu ada reseptor atau penerima dari hormon testosteron. Sehingga, ketika hormon testosteron rendah, maka fungsi otak kita tidak dapat bekerja secara optimal," kata dr. Jefry, dikutip Kamis (9/7/2026).
Baca Juga : Ini Olahraga Terbaik untuk Meningkatkan Hormon Testosteron Pria
Ia menjelaskan, ketika pasokan hormon testosteron berkurang, dampak yang paling kentara adalah ketidakstabilan emosi. Pria yang biasanya tenang bisa berubah menjadi sosok yang sulit ditebak dan cenderung lebih perasa.
"Pada seseorang yang hormon testosteronnya rendah, dia ngerasainnya, kalau emosinya ini menjadi kurang stabil. Dia menjadi gampang tersinggung, mudah marah, depresi, sedih tanpa sebab yang jelas, gelisah, juga kemampuan berpikir yang terasa menurun. Hal ini dikarenakan ya, hormon testosteron ini berperan penting untuk fungsi otak pria," tambah dia.
Lihat Juga :