Semakin Naik Kelas dan Ambyarkan Penggemar, Didi Kempot Bangga

loading...
Semakin Naik Kelas dan Ambyarkan Penggemar, Didi Kempot Bangga
Semakin Naik Kelas dan Ambyarkan Penggemar, Didi Kempot Bangga
JAKARTA - Didi Kempot bukanlah nama baru di blantik musik Indonesia. Musikus asal Solo, Jawa Tengah, ini sudah malang melintang di dunia musik sejak memapaki kariernya sebagai penyanyi pada pertengahan 80an. Pria bernama asli Dionisius Prasetyo itu memulai langkahnya dengan menjadi pengamen jalanan.

Nasib baik mulai menyapanya ketika dia hijrah ke Jakarta pada era menjelang akhir 80an. Di ibu kota Indonesia itu, dia menjadi anggota Kelompok Pengamen Trotoar atau disingkat Kempot. Dari situlah, dia kemudian dikenal dengan nama Didi Kempot. Kepiawaiannya bermusik membuat Musica Studio’s meliriknya. Saat berada di bawah label besar itulah, Didi merilis single Cidro.

Lagu Cidro yang terinspirasi dari jalinan asmaranya yang gagal ini menyentuh begitu banyak orang. Tak heran jika sampai sekarang, Didi masih sering menyanyikan lagu itu ketika berada di atas panggung.

Perjalanan karier Didi terus menanjak pada era 90an. Dia mulai bisa tampil di luar negeri. Suriname hingga benua Eropa pun dia jelajahi. Pada 1996, dia bahkan rekaman di Rotterdam, Belanda. Di negara itulah, dia melahirkan lagu Layang Kangen. Pada 1998, Didi pulang ke Indonesia. Setahun kemudian, dia menggebrak blantika musik dengan merilis lagu Stasiun Balapan.



Nama Didi di genre musik campursari pun kian berkibar di era 2000an. Setiap lagu yang dia tulis dan rilis selalu mendapatkan sambutan luar biasa bagi para penikmat musik genre ini. Tiap kali tampil di panggung-panggung musik di daerah, penontonnya selalu menyemut. Mereka pun turut bernyanyi dan merasakan derita luar biasa dengan lagu-lagu patah hati yang menjadi ciri khasnya.

Kini, di era menjelang 2020, nama Didi pun kian meroket. Karya-karyanya kini tak hanya dinikmati mereka penyuka musik campursari dengan lagu yang berlirik bahasa Jawa. Generasi milenial masa kini pun mulai menyukai lagu-lagu Didi. Bahkan, mereka yang awalnya tidak paham bahasa Jawa, turut menyukai lagu-lagunya.

Ini membuat keberadaan Didi pun kian didambakan banyak orang. Didi kini tak lagi tampil di panggung biasa. Popularitasnya di kalangan milenial membuat Didi ‘naik kelas.’ Jika dulu tiket konsernya tergolong murah meriah, kini, tiket konsernya bisa mencapai jutaan rupiah.



Melihat itu semua, Didi pun sangat bersyukur. Pria yang berjuluk Lord Didi itu mengungkapkan apa yang terjadi pada dirinya saat ini, tidak hanya dirasakannya sendiri, tapi juga turut membuat bangga seniman tradisional seluruh Indonesia.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top