Imej Sedih Berganti Keteguhan dan Percaya Diri

Minggu, 15 Desember 2019 - 16:14 WIB
Imej Sedih Berganti...
Imej Sedih Berganti Keteguhan dan Percaya Diri
A A A
JAKARTA - Biru klasik akan menjadi tren warna di tahun 2020. Hanya, para pemerhati warna tak mau kita terus mengidentifikasi biru sebagai warna kesedihan dan penuh melankoli. Sebaliknya, biru harus menjadi warna dengan makna percaya diri, tenang, dan menenteramkan hati.

Seperti diketahui, belum lama ini Pantone Colour Institute, sebuah lembaga spesialis warna yang bermarkas di Amerika Serikat, telah mengumumkan bahwa biru klasik akan menjadi tren warna di 2020. Bila selama ini biru kerap diidentikkan sebagai warna kesedihan, pihak Pantone justru ingin agar warna pilihan mereka dimaknai secara positif. Yaitu antara lain warna yang memberi kesan agung, tak terbatas, dan terkendali.

"Kita hidup pada masa yang menuntut kepercayaan serta keyakinan. Seperti keteguhan dan kepercayaan diri yang diekspresikan oleh warna biru klasik," kata Leatrice Eiseman, Direktur Eksekutif Pantone Color Institute, seperti dikutip dari People.com.

Dari segi tone-nya, biru klasik memiliki palet yang cenderung gelap, seperti yang kita lihat pada warna biru navy. Meski demikian, Eiseman menganggap warna tersebut istimewa bila dikaitkan dengan situasi tak menentu dunia saat ini. "Biru klasik bakal membangkitkan kesadaran kita bahwa langit itu luas dan tak terbatas. Hal ini akan mendorong kita untuk memperluas pemikiran, menantang kita untuk berpikir lebih dalam, meningkatkan perspektif, dan membuka jalur komunikasi," kata Eiseman lagi.

Pada kesempatan terpisah, Founder ByArra Mita Hutagalung juga menyatakan hal yang serupa dengan Eiseman. "Warna biru klasik akan mendorong para wanita, khususnya, untuk berpikir terbuka dari sudut pandang yang lebih luas, serta memperlancar komunikasi dengan lebih baik,” katanya.

Pesan positif yang tersirat dalam biru klasik itu sepertinya ingin menghilangkan imej negatif yang selama ini melekat pada warna biru. Dalam bahasa Inggris, ada istilah feeling blue yang bisa dimaknai sebagai suasana hati yang sedih atau merana. Imej negatif inilah yang ingin dihapus oleh Pantone. Menurut Eiseman, anggapan tersebut hanya dimiliki kaum tua di zaman dulu. Sebaliknya, saat ini anak-anak muda justru sudah mempunyai perspektif lain tentang warna biru.
(tsa)
Berita Terkait
Its Time to Reset, Sambut...
Its Time to Reset, Sambut Masa Depan dengan Cara Hidup Baru
Komunikasi ‘Ribet’...
Komunikasi ‘Ribet’ dan Telenovela Bikin Kangen Anak 2000-an
Hal-Hal dari Era 2000-an...
Hal-Hal dari Era 2000-an yang Makin Susah Ditemui
Produk-Produk Paling...
Produk-Produk Paling Hit Era 2000-an, dari Majalah sampai Ponsel
5 Tren Rambut Tahun...
5 Tren Rambut Tahun 2022, Termasuk soal Model dan Warna
Tren Model Sepatu Besar...
Tren Model Sepatu Besar 2022, dari yang Manis sampai yang Gahar
Berita Terkini
MNC Animation Hadirkan...
MNC Animation Hadirkan ENTONG & KIKO di Event FOMBEX 2026 ICE BSD
1 jam yang lalu
Sejak Gary Iskak Meninggal,...
Sejak Gary Iskak Meninggal, Richa Novisha Masih Trauma Dengar Sirine Ambulans
1 jam yang lalu
Demi Film Baru, Davina...
Demi Film Baru, Davina Karamoy Rela Potong Rambut yang Dipanjangkan 6 Tahun
2 jam yang lalu
Pria Juga Bisa Mood...
Pria Juga Bisa Mood Swing, Dokter Ungkap Tanda Hormon Testosteron Rendah
2 jam yang lalu
Pramono Anung Resmikan...
Pramono Anung Resmikan Mayapada Hospital Jakarta Timur, Fokus Layani Ibu dan Anak
3 jam yang lalu
5 Aktivitas Seru di...
5 Aktivitas Seru di Cimory Dairyland Puncak
3 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved